Advertorial

TRADISI ABHISEKA RAJA MENCIPTAKAN TARI SAKRAL DILANJUTKAN : GUSTI WEDAKARNA GAGAS TARI BEDOYO SEGARA KIDUL UNTUK ISTANA

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Penata Tari dan 9 Orang Penari Bedoyo Segara Kidul Di Pura Durga Kutri

Pada zaman leluhur, para Raja-Raja di Nusantara dikenal sebagai seniman yang kerap menciptakan karya sastra, karya tari, karya seni rupa dan sebagainya. Hal ini menunjukkan kualitas dari leluhur bahwa keseimbangan hidup dapat dicapai dengan memperhatikan seni budaya sebagai kekayaan bangsa yang tidak tertandingi. Sejarah itu kini dimulai oleh Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III yang tergerak untuk menggagas sebuah tarian Mataraman Majapaitan yakni Tari Bedoyo Segara Kidul. Penggarapan tarian ini dipercayakan pada I Gede Suta Bayu Bagas Karanaya (Penata Tari), Ep Art Design (Penata Busana) dan Ari Wijaya – Palawara Music Company (Penata Musik). Untuk kali pertama, tarian ini ditarikan bertepatan pada acara Peringatan Hari Naik Tahtaya Ratu Tribhuwana Tungga Dewi Ibunda Prabu Hayam Wuruk serangkaian Kerajaan Majapahit Ke-723 pada 11 November 2016 di Pura Bukit Dharma Durga Kutri. Sebagaimana dituturkan oleh Gede Bagas Karanaya yang menyatakan bahwa dirinya sangat terhormat diberikan kepercayaan oleh Gusti Wedakarna untuk menggarap Tari Bedoyo yang dikenal sebagai tari sakral. “ Di Jawa, tari bedoyo ini hanya bisa dipentaskan di Candi dan di Istana Keraton dan hanya boleh dipentaskan dihadapan Raja dan Sultan. Selama 6 bulan menggarap tarian ini, saya banyak mendapatkan pengalaman mistis. Apalagi tarian ini dipersembahkan Gusti Wedakarna untuk Kanjeng Ratu Segara Kidul Laut Selatan. Beliau adalah putri Prabu Siliwangi dari Kerajaan Hindu Padjajaran. Banyak keanehan dan kejadian gaib ketika kami menggarap tari ini di studio dan juga saat kami matur piuning ke Pura-Pura. Saya sendiri seakan dituntun oleh roh leluhur. Dan hasilnya bisa kita saksikan sekarang. Saya merasa terhormat,” ungkap Gede Bagas. Kenapa memilih Pura Durga Kutri sebagai lokasi matur piuning Tari Bedoyo Segara Kidul ini ? Hal ini dijawab oleh Gusti Wedakarna bahwa Pura Durga Kutri adalah simbol kehebatan wanita Nusantara temasuk cikal bakal Hindu Majapahit.  “Ibu Ratu Mahendradatta adalah permaisuri dari Raja Udayana yang akhirnya melahirkan Raja Airlangga yang menjadi cikal bakal kerajaan di Jawa dan Nusantara. Penghormatan pada Ratu Tribhuwana Tungga Dewi, Ratu Mahendradatta Gunapriya Dharma Patni dan Kanjeng Ratu Segara Kidul merupakan Trilogi Kebangkitan Nusantara. Saya senang bisa menggagas tarian ini untuk Nusantara. Setelah hari ini, Tarian Bedoyo ini hanya akan dipentaskan di Istana atau Puri dan Pura saat ada hajatan besar. Termasuk saya akan bawa nanti di Keraton Keraton dan Istana Kenegaraan di luar Bali. Ini adalah bagian dari Raja Yadnya bagi saya untuk menghormati leluhur kami, Raja Badung I I Gusti Tegeh Kori. Semua demi leluhur dan ini wujud kecintaan tiang pada leluhur Majapahit,” pungkas Gusti Wedakarna. Rencananya tarian ini akan dipentaskan pada 31 Desember 2016 di Istana Mancawarna Tampaksiring pada saat peringatan Jumenengan Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan XIX.

 

 

Paling Populer

To Top