Sosialita

Putu Astiti Saraswati: Toya Devasya Raih Penghargaan Bergengsi

Menerima penghargaan No.1 Indonesia Award Winner 2016 pada tanggal 28 Oktober 2016 di Hotel Aston, Denpasar

Toya Devasya: Natural Hot Spring & Ayurvedic Spa meraih penghargaan bergengsi “The Winner Indonesia Award 2016 kategori Favorite Hotel, Villa  & Resort” dari lembaga Rekor Prestasi Indonesia dan Majalah Peng­hargaan Indonesia. Penyerahan award yang dilangsungkan di Aston Hotel & Convention Center tersebut bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Jumat 28 Oktober 2016.

Istimewanya lagi, dalam kurun waktu satu bulan, tepatnya pada  25 November 2016 yang akan datang, Toya Devasya: Natural Hot Spring & Ayurvedic Spa kembali  lagi menerima penghargaan kedua, yang juga sangat bergengsi, yakni: “Best of 2016 Indonesia Business Quality Award” kategori  The Best Hospitality in Service excellent & Comfortable of the Year 2016” dari Indonesia Development Achievemnt Foundation yang bekerjasama dengan Venna Event  Management.

Pemberian penghargaan ini adalah bentuk apreasiasi atas capaian prestasi dalam melakukan berbagai perubahan yang mampu mengangkat kinerja Toya Devasya secara gemilang. Bayangkan saja, pada tahun 2014 jumlah kunjungan baru mencapai sekitar 27 ribu orang. Pada bulan Oktober 2016 sudah mencapai lebih dari 137 ribu orang, dan sampai di pengujung tahun 2016 diperkirakan akan mencapai lebih dari 147 ribu pengunjung. (lihat grafik di bawah ini)

Ini merupakan pencapaian yang sangat luar biasa. Capaian gemilang ini tentu tidak dapat dipisahkan dari peran dan ketokohan seorang Putu Astiti Saraswati, S.E., M.Bus., jebolan Monash University, Melbourne, Australia yang saat ini menjabat sebagai CEO PT Nurani Ikrar Dharma Utama (Toya Devasya).

Perempuan  energik ini tercatat menggeluti dunia pariwisata dan hospitality sejak tahun 2007.  Sebelum terjun pada dunia pariwisata, Putu Astiti Saraswati, yang akrab dipanggil Ayu, bekerja di HSBC (Hongkong Shanghai Bank Corporation) sekitar 3 tahun.

Pola kepemimpinan dan strategi manajemen yang diterapkan dalam mengelola bisnis Toya Devasya pada prinsipnya adalah mengikuti tatanan manajemen yang berlandaskan pada nilai-nilai spiritual ke-Indonesia-an, khususnya menyerap berbagai falsafah Bali dengan sedikit memadukan  manajemen modern, yakni  antara Transformational Leadership, Entrepereneurial Spirit dan Business Owner Mentality.

Secara ringkas perpaduan yang dijalankannya adalah: Pertama, mengajak seluruh pimpinan dan karyawan untuk mampu melakukan perubahan sesuai tuntutan zaman dan perubahan lingkungan bisnis, ekonomi, dan sosial-politik yang terjadi. Kedua, seluruh pimpinan dan karyawan harus memiliki entrepereneurial spirit (spirit kewiraswastaan), yakni jiwa inovatif dan kreatif agar mampu memenuhi keinginan pelanggan. Ketiga, seluruh jajaran Toya Devasya harus berperilaku dan merasakan bahwa Toya Devasya adalah miliknya. Dengan mentalitas memiliki bisnis yang dikelola (business owner mentality) maka seluruh karya­wan dan pengurus melekat tanggung jawab moralnya untuk memelihara dan mengelola bisnis yang dimiliki secara baik, dan sadar jika kehidupan mereka sangat bergantung pada kemajuan perusahaan. –ard

 

Corporate Culture Cinta Kasih

Toya Devasya: Natural Hot Spring & Ayurvedic Spa

Penerapan pola manajemen spiritual ini tercermin mulai dari nama perusahaan, PT Nurani Ikrar Dharma Utama, sebuah pernyataan hati nurani yang ikhlas menuju suatu penerapan kebaikan. Kemudian merek dagang Toya Devasya, Toya artinya  air dan Devasya  berarti Tuhan, sehingga Toya Devasya mengandung makna mengelola air panas alam milik Ida Sang Hyang Prama Kawi.

Toya Devasya juga mengambil warna ungu sebagai corporate color  yang merupakan warna spiritual dan mengambil Gajah sebagai icon Toya Devasya. Gajah secara spiritual memiliki makna dan filosofi yang sangat dalam. Ganesha berwujud Gajah yang sering disebut Batara Ganapati merupakan perwujudan Ida Sang Hyang Widhi yang maknanya memberi perlindungan dan kemakmuran.

Gajah, jika diamati postur dan organ tubuhnya, masing-masing mempunyai makna dan arti yang dalam, dan pas diterapkan dalam tatanan manajemen dan tujuan keberadaan Toya Devasya. Telinga gajah yang lebar dan besar, memiliki makna bahwa Toya Devasya selalu mendengarkan kritik, saran dan masukan dari para pengunjung. Sedangkan mulut kecilnya bermakna bahwa Toya Devasya tidak rakus, tetapi harus menyisakan makanan untuk yang lain.

Selanjutnya gajah dengan mata yang kecil, berarti selalu fokus untuk menekuni bidang usaha yang digeluti. Ada juga belalai gajah sering dipergunakan untuk mengisap air dan menyemburkan ke sekitarnya sehingga di sana menjadi subur. Ini bermakna bahwa keberadaan Toya Devasya hendaknya mampu berperan dalam meningkatkan kemakmuran masyarakat sekitar. Dan, terakhir gajah memiki badan besar, memiliki makna dan cita-cita semoga Toya Devasya  bisa menjadi perusahaan besar dan mempekerjakan karyawan yang lebih banyak lagi.

Di samping itu, secara spiritual perusahaan ini berhasil menerapkan tata nilai dan budaya perusahaan (corporate culture) Cinta Kasih. Dengan tatanan manajemen tersebut, Toya Devasya: Natural Hot Spring & Ayurvedic Spa telah berkembang menjadi “One Stop Tourist Destination”, di mana pengunjung datang ke Toya Devasya tidak hanya sekadar berendam air panas alami, tetapi bisa menikmati berbagai jenis layanan.

Lini bisnis Toya Devasya telah berkembang ke dalam beberapa segmen bisnis, yakni: 7 buah  kolam renang, di antaranya kolam renang ukuran olympic dan 6 pool air panas alami (2 buah pool besar dan panjang yang terletak di pinggir danau, 1 pool air panas yang berada di bawah pohon flamboyan dan hampir dikelilingi bebatuan hasil letusan tahun 1926, dan 3 pool berada di alam yang sangat terbuka). Toya Devasya juga mengusahakan kegiatan petualang alam mulai dari trekking, hiking, cycling, canoeing dan 4WD black lava tours.

Kegiatan usaha lainnya adalah the Ayu Kintamani Villa, di mana setiap villa dilengkapi private hot spring pool dan Ayurvedic Spa dengan terapi organik dan yoga. Toya Devasya juga mengusahakan wisata kuliner, yang mana mujair basket dan mujair nyat-nyat telah menjadi unggulan yang sangat diminati oleh wisata domestik dan mancanegara, di samping juga menyediakan masakan Chinese dan Europian. -ard

 

 

 

To Top