Indonesia

Kunjungan Wisatawan ke Taman Nasional Komodo Meningkat

Ande Kefi

Kunjungan wisatawan asing ke kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) dengan tujuan utama untuk melihat komodo meningkatkan drastis. Hal ini setelah komodo ditetapkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia (New 7 Wonders of Nature)  oleh New 7 Wonders Foundation.

Data yang tercatat di TNK Labuanbajo menyebutkan selama sembilan bulan, dengan rentang waktu Januari hingga September 2016 menyebutkan jumlah kunjungan wisatawan ke TNK sebanyak 80.531 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 60 persen kunjungan wisatawan domestik dan 40 persen wisatawan mancanegara.

“Kita patut bersyukur karena kunjungan wisatawan mancanegara naik drastis setelah komodo ditetapkan sebagai tujuh keajaiban dunia. Sedangkan sebelumnya jumlah kunjungan  wisawatan mancanegara  relatif cukup kecil,” kata Staf Bagian  Kerjasama Pengendali Ekosistem Hutan, TNK Labuanbajo, Ande Kefi.

Ande menambahkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ini dari tahun ke tahun terus meningkatkan. Seiring dengan itu, penyediaan fasilitas untuk para wisatawan itu terus ditingkatkan, baik sarana berupa hotel maupun moda angkutan laut seperti speedboat, kapal atau perahu juga terus ditingkatkan.

Ande juga menjelaskan kedatangan wisawatan asing ke TNK tidak hanya untuk melihat komodo saja tetapi mereka juga datang untuk olahraga laut seperti diving, snorkling dan berbagai wisata laut lainnya,. Karena objek wisatawan menarik di kawasan TNK ini cukup banyak.

Dari pantauan di Bandara Komodo, Labuanbajo, Kabupaten Manggarai Barat menyebutkan  jumlah penumpang pesawat terbang yang pergi-pulang ke Labuanbajo relatif cukup tinggi. Hampir 70 persen penumpang pesawat adalah turis mancanegara dengan tujuan utama untuk datang ke TNK melihat komodo.

Garuda Indonesia terhitung sejak 21 Oktober 2016 lalu, sudah melakukan penerbangan langsung dari Jakarta – Labuanbajo pergi pulang. Selain itu, sejumlah  penerbangan juga setiap hari pergi pulang Denpasar – Labuanbajo seperti pesawat Lion Air lewat anak perusahaannya Wings Air, Nam Air dari grup Sriwijaya Air, Transnusa dan sejumlah perusahaan penerbangan juga melakukan terbang Denpasar-Labuanbajo pergi-pulang.

Maxi, salah seorang wisatawan asal Jerman mengatakan dia baru pertama kali datang ke Labuanbajo untuk melihat komodo. Dia mengaku tahu komodo dari internet. Dia datang ke Labuanbajo bersama seorang temannya dan mereka menghabiskan waktu di TNK dan kawasan lain di Kabupaten Manggarai Barat selama dua minggu.

Taman Nasional Komodo di Provinsi Nusa Tenggara Timur ini resmi ditetapkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia  atau New 7 Wonders of Nature oleh New 7 Wonders Foundation, tahun 2012.

“Keberhasilan Taman Nasional Komodo menjadi contoh inspiratif bagaimana sebuah masyarakat dapat bersama-sama berusaha melindungi sebuah spesies yang hampir punah,” kata Presiden New 7 Wonders Foundation, Bernard Weber dalam rilis persnya saat itu.

Weber mengatakan, jumlah suara melalui pesan singkat yang sangat besar menunjukkan bahwa bangsa Indonesia telah mengekspresikan kebanggaan pada warisan alam, yang juga merupakan bagian dari mozaik dunia.

Duta Besar Komodo dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Komodo Kita, Jusuf Kalla mengungkapkan proses penetapan Taman Nasional Komodo sebagai “New 7 Wonders of Nature” memakan waktu lebih dari lima bulan untuk klarifikasi dan penghitungan.

LIMA PULAU

Menurut Ande Kefi, luas TNK saat ini 3.273 kilometer persegi dengan populasi komodo pada 2015 sebesar 312 ekor. Berdasarkan data yang ada di kantor  Dirjen KSAD (Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem), pertumbuhan populasi komodo per tahun sekitar 10 persen.

Komodo sebanyak itu tersebar di lima pulau yakni Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Gili Motang, Pulau Nusa Kode, dan Pulau Pada. Kelima pulau ini terbagai dalam tiga sektor. Sektor satu meliputi Pulau Rinca, sektor dua meliputi Pulau Komodo dan sektor tiga meliputi Pulau Padar dan sekitarnya.

Pembagian sektor ini didasarkan pada tingkat pengawasan komodo yang dilakukan oleh para petugas di TNK. Tujuannya agar pengawasannya lebih cermat dan teliti terhadap binatang langka ini. (Yosef Sintar)

 

 

To Top