Bugar

Mengantisipasi Infeksi Virus Zika Vaksin Belum Ditemukan, Deteksi Dini Jadi Solusi

Dr. Emelyana Permatasari, Sp.A, MPH

Dalam dua tahun terakhir, virus zika telah menjadi wabah baru yang menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia.  Virus zika pertama kali ditemukan di Uganda, Afrika pada tahun 1947. Puncak dari wabah virus zika ini terjadi di Amerika Tengah dan Amerika Selatan pada tahun 2015 silam. Brazil merupakan negara yang paling mengalami dampak buruk dari wabah zika ini. Tak heran, wabah virus zika terus menghantui masyarakat dunia selama bertahun-tahun.

Pada tahun 2016 ini, infeksi virus zika juga ditemukan di Singapura, beberapa negara di kepulauan Pasifik seperti Fiji, Samoa, Mikronesia, dan Tonga, serta Cape Verde di Afrika Barat.  Di era globalisasi ini, penyebaran wabah virus zika ke Indonesia sangat memungkinkan. Bahkan, kasus virus zika yang menimpa warga Indonesia sudah terjadi. Kewaspadaan terhadap ancaman virus ini pun patut menjadi perhatian serius semua pihak terkait, terutama masyarakat sendiri.

Jalur utama penularan virus zika adalah melalui gigitan nyamuk Aedes, jenis nyamuk yang menularkan virus demam berdarah dan chikungunya. Sayangnya, nyamuk ini banyak sekali ditemukan di Indonesia. Wanita hamil yang terinfeksi zika dapat menyebarkan virus ke janin saat dalam kandungan maupun saat kelahiran. Zika juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

Gejala penyakit zika tidaklah spesifik. Setelah mengalami masa tunas selama dua sampai 14 hari, hanya satu dari  5 orang yang terinfeksi virus zika menunjukkan gejala. Umumnya gejala infeksi virus zika adalah demam, mual dan muntah, nyeri di otot dan persendian, ruam di kulit, dan kemerahan di mata. Infeksi virus zika juga dapat menyebabkan gangguan saraf tepi.  Kematian karena virus zika sangat jarang ditemukan. Infeksi virus zika pada wanita hamil  dapat menyebabkan kelainan bawaan pada janin berupa mengecilnya ukuran kepala, kelainan struktur otak dan gangguan pendengaran

Pemeriksaan penunjang yang praktis untuk mendeteksi virus zika masih belum ditemukan. Infeksi virus zika dapat diketahui melalui pemeriksaan rantai protein virus, yang saat ini hanya dapat dilakukan di Balitbangkes Kementrian Kesehatan dan lembaga biomolekuler Eijkman. Umumnya virus zika terdeteksi di darah dalam waktu tujuh hari pertama sejak timbulnya gejala.

Saat ini belum ada vaksin maupun obat untuk zika, sehingga pencegahan gigitan nyamuk dan deteksi dini infeksi zika dan kelainan bawaan pada bayi merupakan hal yang utama. “Pencegahan utama virus zika adalah penghindaran terhadap gigitan nyamuk serta pembasmian nyamuk berikut tempat berkembangbiaknya,” ungkap Dr. Emelyana Permatasari, Sp.A, MPH,  salah satu dokter spesialis pada RS Siloam Bali.

Wanita hamil sebaiknya menghindari bepergian ke daerah yang terjangkit virus Zika dan harus memeriksakan kehamilannya secara teratur. Bayi yang lahir dari ibu mengalami gejala zika maupun ibu yang tidak mengalami sakit selama hamil, memerlukan deteksi dini adanya kelainan bawaan otak, gangguan pendengaran, serta gangguan tumbuh kembang. Pemantauan tumbuh kembang temasuk pengukuran lingkar kepala sebaiknya dilakukan tiap bulan sampai bayi berusia 1 tahun. Dengan demikian dampak zika terhadap tumbuh kembang anak dapat dideteksi secara dini dan diminimalkan.

To Top