Dara

Pernikahan Dini: Tanpa Rencana Jadi Bencana

Potensi besar remaja jika tidak dikelola dengan baik akan dapat berubah menjadi bencana   yang dapat menghancurkan bangsa. Sekitar 66 juta remaja, atau sekitar 27 % dari total jumlah penduduk Indonesia merupakan potensi yang sangat besar sebagai aset bangsa. Jumlah remaja yang sangat besar itu harus dapat dikelola dengan baik, jika tidak ingin jadi bencana yang akan dapat menghancurnkan bangsa. Pernyataan itu dilontarkan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali, Ida Bagus Wirama, S.H., M.Kes. pada dialog “GenRe Ceria 2016 Provinsi Bali di Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Selasa (15/11).

“Jumlah remaja yang besar dengan kompleksitas masalahnya, harus dapat dikelola, sehingga dapat dihindarkan dari jeratan Triad KRR seperti seks pranikah, pernikahan dini dan Napza. Karena itu lewat program Generasi Berencana (GenRe) pemerintah membina remaja dengan mendorong mereka menjadi remaja unggul yang mampu melakukan Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) agar terhindar dari pernikahan dini tanpa rencana yang akan menjadi bencana,” ujar Wirama.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Bangli, Ir. Ketut Kayana, M.S. menilai, dampak program GenRe melalui Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja dan Mahasiswa sangat signifikan.

Menurut Kayana, sifat remaja yang labil akan sangat mudah tergoda dengan apa yang disebutnya dengan Triad KRR, sehingga perlu penanganan yang tepat. Dengan program GenRe diharapkan mampu membimbing remaja pada kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, sehingga mereka akan terhindar dari pernikahan dini, seks pranikah dan Napza. (ngurahbudi@cybertokoh.com)

To Top