Inspirasi

Cut Mini Theo : Keluar Main Film, Pulang Bawa Piala Citra

 

Bekerja sepenuh hati. Bekerja total. Itulah prinsip kerja yang selalu dipegang Cut Mini Theo dalam melakoni kerjanya di dunia akting. Kerja, kerja, kerja, tanpa memikirkan akan mendapat apa nantinya.

“Dalam bekerja, dalam setiap film-film yang saya bintangi, saya berupaya untuk dapat melakukan yang terbaik. Semaksimal mungkin dalam berkontribusi. Ini bukan hanya untuk kepuasan batin tapi juga guna menyenangkan sutradara juga semua orang yang sudah memberikan kepercayaan kepada saya,” ungkap Cut Mini yang pekan lalu meraih Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik lewat penampilannya dalam film ‘Athirah’.

Cut Mini yang akrab disapa Mini adalah sosok yang tak asing lagi bagi kalangan penggemar film maupun sinetron Tanah Air. Kualitas aktingnya di berbagai film yang dibintanginya kerap mendapat banyak pujian dari insan perfilman. Namun begitu belum sekalipun Mini berhasil menggondol Piala Citra, bahkan masuk nominee dari berbagai kategori yang ada di Festival Film Indonesia sebelumnya.

Tak heran kalau wanita kelahiran Desember 1973 ini mengaku syok ketika dalam FFI 2016 yang digelar pekan lalu di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, namanya disebut sebagai  pemenang dalam kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik.  Maklum saja, meski namanya masuk nominee namun dia harus bersaing dengan artis berprestasi lainnya seperti Christine Hakim, Chelsea Islan, Ine Febriyanti dan Atiqah Hasiolan.

Lawan Mini ini adalah peraih penghargaan juga langganan nominasi dari berbagai festival film. Apalagi Christine Hakim, artis senior Indonesia, yang bukan saja enam kali meraih Piala Citra tapi juga berbagai penghargaan festival film lainnya, termasuk Festival Film Internasional Asia Pasifik dimana Christine meraih Best Actress. Dengan fakta-fakta tersebut, wajar kalau Mini mengaku tidak ngarep apa-apa dari perhelatan FFI 2016.

“Nominee yang menjadi lawan saya itu berat-berat dan semuanya bermain dengan bagus dalam filmnya. Mereka juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan piala ini. Saya tidak tahu kenapa itu (piala) harus pulang sama saya,” kata Mini dengan wajah haru. Ia tak mengira kalau kerja kerasnya kali ini berbuah penghargaan FFI. Ia syok karena tidak berharap dan tak berpikir bahwa dirinya bakal berhasil bawa pulang Piala Citra. “Saya bahagia sekali dan sungguh tidak percaya ini bisa menjadi milik saya,” ucapnya.

Bicara Mini merendah. Tapi sebenarnya dia pun bukannya tanpa prestasi. Setidaknya lewat penampilannya di film ‘Laskar Pelangi’ 2008 , Mini telah meraih sejumlah  penghargaan bukan hanya dari dalam negeri tapi juga di luar negeri.

Lewat perannya sebagai Ibu Muslimah dalam ‘Laskar Pelangi’, wanita 42 tahun ini meraih penghargaan IMA (Indonesian Movie Awards) 2009 untuk kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik, prestasi yang sama juga diraihnya di Festival Film Bandung 2009. Film ini juga telah mengantar Mini meraih penghargaan internasional pertamanya yakni dalam  Brussel International Independen Film Festival 2009 dimana dia meraih Best Actress.

Makanya banyak insan perfilman tak heran ketika Mini akhirnya berhasil menyabet Piala Citra, karena menurut mereka penampilan Mini dalam ‘Athirah’ , film yang menghantarnya meraih piala bergengsi kalangan perfilman, sangat total dan baik sekali. Bahkan  keluarga Jusuf Kalla pun memuji Mini yang memerankan ibunya. “Mungkin ini adalah jalannya, dan sudah rezeki saya mendapatkan ini (piala),” katanya.

Sebagaimana diketahui, film ‘Athirah’ bercerita tentang perjalanan hidup ibunda Wakil Presiden Jusuf Kalla bernama Athirah yang penuh inspirasi. Bagaimana Athirah yang dimadu suaminya dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang timbul dengan pikiran positif. Film ini sendiri diangkat dari novel dengan judul yang sama ditulis oleh Alberthiene Endah.

TERLALU MENJIWAI, MINI PINGSAN

Mini yang merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara ini memulai kariernya di dunia hiburan usia 15 tahun lewat kiprahnya sebagai model di majalah remaja. Namun namanya mulai dikenal publik ketika ia menjadi model video klip lagu ‘Kuta Bali’ dan ‘Bidadari’ yang dilantunkan oleh Andre Hehanussa. Ia juga sempat tampil di sinetron ‘Catatan Si Boy’. Setelah itu Mini lebih banyak berkiprah sebagai presenter. Berkat kepopulerannya sebagai presenter ia mendapat tawaran main sinetron di negara tetangga, Malaysia.

Nama Cut Mini barulah mendapat perhatian secara luas di jagat hiburan Tanah Air ketika ia membintangi film ‘Arisan!’, 2003. Selanjutnya anak pasangan Abdullah-Cut Dermawan ini pun aktif tampil di berbagai film populer di Tanah Air, di antaranya ‘Kawin Kontrak’ dan ‘Arisan 2’ pada 2011. Vakum di film, rupanya Mini sibuk main sinetron dan FTV. Barulah pada 2016 Mini langsung mendapat dua film, ‘Me and Mami’ dan ‘Athirah’ yang membuahkan Piala Citra pertamanya.

Menurut Mini, dirinya sangat bersyukur banyak orang mengapresiasi penampilannya di ‘Athirah’ , namun katanya, untuk mendapatkan hasil itu bukan hal yang mudah. “Memerankan ibunda Athirah lumayan berat dan perlu banyak energi,” ungkapnya. Sosok ibu Athirah benar-benar berbeda dari kepribadinya. “Ini keluar dari diri saya,” ucapnya yang terus fokus selama dua bulan untuk mendalami karakter tokoh yang diperankannya. Bahkan demi memerankan secara total karakter Athirah, Mini pun rela untuk tidak mengambil job apapun di luar film ini.

Scene by scene, kata Mini, sangatlah berat karena ia berupaya menekan semua emosi dan tampil tidak berlebihan. Ketegaran wajah, bahkan senyum pun tidak bisa lebar. Sebagai pribadi, ia mendapat banyak pelajaran dari film yang mengangkat kesabaran seorang istri yang ditinggal suami menikah lagi. “Sosok ibu Athirah super sabar dan kuat dalam menghadapi berbagai cobaan,” tambahnya.

Karena terlalu menghayati perannya, Mini mengaku ikut terbawa emosinya dalam memerankan tokoh tersebut. Dia ikut merasakan kesedihan yang amat sangat juga kekesalan. Bahkan karena terlalu emosinya, ia sempat pingsan. Itulah kenapa menurut Mini peran Athirah terasa berat buatnya. Tapi lebih dari itu, Mini merasa bahagia karena ia mendapat kesempatan memerankan tokoh luar biasa itu, yang bukan saja menjadi pembelajaran baginya tapi juga memperkaya dirinya.

Ia juga merasa beruntung berkesempatan tampil dalam banyak film bagus yang memberinya banyak pengalaman berharga. Seperti saat ‘Laskar Pelangi’ misalnya, di sana ia merasa mendapat banyak ilmu, termasuk belajar bagaimana membaca skenario yang baik dan benar, cara menghayati peran, dll. Sementara saat di Athirah, ia belajar mengatur emosi agar tidak berlebihan dalam memerankan tokoh tersebut.

Mini juga bersyukur selain tim kerjanya, ia juga mendapat dukungan penuh dari keluarganya, khususnya sang suami, Safril Sarwono. Rasa syukur itu pula dia lontarkan saat menerima Piala Citra. Dalam kata sambutannya, ia mengucapkan terima kasih pada banyak pihak, di antaranya adalah sang suami yang telah memberinya izin keluar rumah. “Yang pasti saya dapatkan ini atas izin suami saya, boleh keluar rumah untuk main film,” kata Mini dengan air mata berlinang.

Ia merasa sangat beruntung memiliki suami yang sangat mendukung kariernya di dunia perfiman.Tak jarang karena kesibukannya syuting ia terpaksa harus meninggalkan suaminya untuk waktu yang cukup lama. Suami yang pengertian dan baik, Mini menyebutnya suami ‘super duper yummy’. “Alhamdulilah suami selalu mengiyakan ketika saya akan meninggalkannya untuk keperluan syuting. Saya punya suami yang ‘super duper yummy’,” tambahnya sembari mengaku bahagia dengan pernikahannya.

Di kala senggang, ungkap Mini yang 16 tahun menikah, banyak waktu dihabiskan bersama suaminya dalam melakukan berbagai aktivitas, termasuk nonton dan berlibur ke luar kota. (dianaruntu@cybertokoh.com)

To Top