Sudut Pandang

Branding di Media Sosial

I Putu Gede Parma, S.ST.Par., M.Par.

Mengungkapkan personal branding merupakan hal yang sangat wajar dalam sebuah kepemimpinan. Hal ini diungkapkan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Buleleng I Putu Gede Parma, S.ST.Par., M.Par. Dengan membentuk karakteristik seorang pemimpin akan memiliki ciri khas dalam masyarakat sehingga membedakannya dengan pemimpin yang lain. “Hal ini sebagai format pencitraan untuk menjadi daya tarik seorang pemimpin di hadapan rakyatnya,” jelasnya.

Menurutnya seorang pemimpin memiliki gaya yang berbeda dalam mem-branding dirinya masing-masing. Bahkan di belahan dunia lain pun, personal branding telah lazim digunakan dalam mempromosikan produk maupun diri. “Pemimpin-pemimpin di dunia yang secara cepat mencuri perhatian publik pun berangkat dari mem-branding diri secara berbeda. Ada yang bergaya demokratis, santai, terbuka, berjarak, dan militeristik,” jelas pria yang lahir pada 19 Agustus 1977 tersebut. Ia menambahkan perbedaan gaya kepemimpinan memiliki pemuja yang fanatik karena masyarakat juga memiliki pengharapan tertentu terhadap pemimpinnya.

Wakil Sekretaris Pemuda Panca Marga Buleleng tersebut juga mengatakan bahwa ia tidak bisa secara khusus menggambarkan branding yang telah dibentuknya. “Saya tidak pernah secara khusus mem-branding diri,” imbuhnya.  Menurutnya, semua mengalir sesuai dengan karakter kejiwaannya yang sabar, tenang namun tetap tegas dan memiliki prinsip.

Di era digital dan teknologi informasi ini, branding seseorang akan sangat mudah terbentuk dan terbaca dengan bantuan media sosial. Beberapa orang akan mudah menjadi terkenal ketika mengunggah aktivitas yang menarik di depan media publik. Parma tidak ragu mengakui jika dirinya pun selalu mempublikasikan segala bentuk kegiatan yang dilakukan di media sosial. “Saya selalu upayakan untuk mempublikasikan setiap kegiatan melalui facebook atau yang lain,” imbuh Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi Undiksha tersebut. Parma menambahkan bahwa banyak yang menanggapi positif tindakan tersebut, namun tidak jarang juga yang menganggap hal tersebut adalah sebuah pencitraan. “Bagi saya itu bukan masalah, era kini adalah era self branding sehingga sah-sah saja setiap orang melakukannya,” tandasnya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

To Top