Sudut Pandang

Orangtua Itu Pahlawan Super

Ni Kadek Andriani dan Dewi Suarjani

 Bicara pahlawan, dua perempuan yang sempat Tokoh temui, ternyata hampir senada bahwa pahlawan yang sesungguhnya adalah orangtua mereka. Apakah itu ibu atau bapak. Karena merekalah adalah pahlawan yang paling berjasa bagi masa depan keluarga, anak-anaknya yang juga adalah anak-anak Indonesia.

Tentu saja tanpa mengabikan jasa para pahlawan Indonesia lainnya. Begitu pula dengan  Dewi Suarjani, seorang desainer di Denpasar, saat ditanya tentang pahlawan, dengan tegas ia merujuk pada figur orangtuanya.

Bagi Dewi, pahlawan itu adalah orang yang telah menanam jasa untuk orang lain dan hidupnya sangat bermanfaat untuk orang banyak, dan orangtuanya adalah pahlawan yang super dimatanya.

“Bagi saya, sosok pahlawan adalah orangtua saya, Wayan Metra (alm) dan  Nyoman Sujani. Karena, beliau berdua telah berjuang tanpa pamrih  untuk membesarkan putra putrinya sampai menjadi orang yang berhasil. Pengorbanan mereka sangat besar. Satu hal yang paling terkesan yakni  di saat saya  masih gadis kecil masih di bangku  sekolah, bapak dengan sabar mengantar dan menjemput anak-anaknya ke sekolah dalam segala kondisi cuaca, panas maupun hujan,” papar ibu dua anak ini.

Tujuannya mereka katanya agar anaknya terhindar dari pergaulan yang tidak baik dan tidak dinginkan. Bapaknya  almarhum juga selalu berkata  “Jadilah seperti

bunga sandat, walaupun nanti sudah tua atau layu, kamu masih harum”. Sampai sekarang saya selalu tergiang sama nasehat almarhum bapak,” cetusnya.

Karena saking terkesannya dengan nasehat sang bapak, maka disetiap langkahnya.Dewi  seolah-olah  dituntun dalam kehidupannya dan masih dirasakannya hingga saat ini. “Saya pun berusaha menularkan ini ke anak-anak  saya, teknisnya saja di sesuaikan sesuai dengan  kondisi kekinian, dan menekankan untuk bisa menjadi bermanfaat bagi orang banyak. Mudah-mudahan tindakan yang sy lakukan selalu dengan tujuan keluhuran,” katanya.

Begitu juga dengan Ni Kadek Andriani, S.E,  seorang pengusaha permata ,yang senada menyatakan kalau pahlawan mereka yang  rela dan tulus berkorban demi kepentingan orang lain serta bisa memberi contoh untuk menanamkan sesuatu yang berarti dalam kehidupan ini. Seperti orangtuanya  Ni Wayan Meni dan  I Made Adra yang  pensiunan Dinas LLAJR dan sekarang disibukkan dengan usaha tambak udang.

Menurut Andri masa kecil yang menyenangkan berhasil diciptakan oleh sang ayah, lengkap dengan petuah akan sikap-sikap yang baik. “Tidak mudah menjadi pahlawan di masa kini. Yakni , bagaimana kita bisa meneruskannya, misalnya bagi dirinya yang  perempuan, bagaimana ia bisa menjadi perempuan yang mandiri dengan pengetahuan, skill dan sikap yang baik tentunya. Selanjutnya  bisa menjadi contoh yang baik bagi anak-anak apalagi pengaruh kemajuan teknologi saat ini,” tuturnya

Namun, kita selayaknya juga jangan lupa sejarah nasional kita, meskipun kita tidak terhubung secara langsung. Sebab, pahlawan yang mendahului kita mereka tidak main-main berjuangnya tidak mudah, tapi mempertaruhkan nyawa. (sri.ardhini@cybertokoh.com)

 

To Top