Inspirasi

Suami Bangga kalau Istri Jago Public Speaking

Membangun sinergi untuk meningkatkan kualitas kaum perempuan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memberikan workshop public speaking untuk kepala SKPD perempuan dan pejabat eselon III yang ada di lingkungan Pemkab Badung. Acara ini diselenggarakan Tabloid Tokoh, Bacaan Wanita dan Keluarga bersama Pemkab Badung. Narasumber yang dihadirkan Sri Sumahardani, pakar public speaking.

Kegiatan ini dibuka Sekretaris Daerah Badung Kompyang R. Swandika. Dalam pengarahanya, Sekda menuturkan  perempuan Bali merupakan perempuan yang bertipikal pekerja keras dan bisa bekerja di berbagai profesi. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya perempuan yang mampu menduduki jabatan tinggi. Sebagai pejabat tentu ada pesan-pesan yang disampaikan ke khalayak. Cara berkomunikasi pun sangat penting untuk dikuasai. Salah satunya dengan workshop public speaking.

public-speaking-1“Kami sangat mengapresiasi kegiatan sinergi antara tabloid Tokoh (Kelompok Media Bali Post) dengan pemkab Badung dengan menghadirkan pakar public speaking Sri Sumahardani. Kegiatan ini saya harap akan makin meningkatkan kualitas perempuan Badung khususnya dan Bali umumnya,” ujarnya didampingi Redaktur Pelaksana Tokoh Ngurah Budi.

Sebagai pejabat perempuan, Sekda mengingatkan mereka untuk pintar menyampaikan pesan ke masyarakat. Dengan sering berlatih dan terus menambah pengetahuan merupakan kiat bagi pejabat untuk bisa menyampaikan pesan ke masyarakat. “Contohlah Indira Gandhi, Hillary Clinton, Sri Mulyani, dan Susi Pudjiastuti. Mereka perempuan yang hebat public speaking-nya,” imbuh Sekda.

Perempuan yang mendapat kepercayaan sebagai pejabat sangat penting menguasasi kemampuan public speaking. Ia akan bertugas menyampaikan ke masyarakat, program-program pemerintah. Penyampaian yang benar akan membuat masyarakat mengerti. Penampilan, senyum, gestur, dan kemampuan diri merupakan hal-hal yang bisa dapat dengan menguasai public speaking. Jangan sampai cerdas sendiri tetapi tidak bisa menyampaikan ke masyarakat.

Sekda menuturkan pengalamannya dulu ketika menjadi Kepala Dinas Pariwisata di usia 34 tahun. Ia grogi disuruh berbicara di depan umum, apalagi kalau rapat dengan DPRD. Namun, karena sering latihan, akhirnya ia piawai berbicara di depan umum, termasuk bisa menjadi juru kampanye. “Sekarang, saya tinggal lihat apa temanya, selanjutnya kembangkan sendiri, tanpa teks juga bisa. Semua karena saya belajar,” ungkapnya.

 

PUJIAN ITU BARANG LANGKA

Sementara itu Sri Sumahardani menjelaskan kemampuan public speaking merupakan ilmu yang bisa dipelajari dan harus sering dipraktikkan. “Pejabat perempuan yang punya ilmu public speaking akan hebat. Bisa bicara di depan umum. Suami bangga lho kalau  istri jago bicara di depan umum,” ujarnya di hadapan peserta, termasuk istri Wakil Bupati Badung Ny.Kristiani Suiasa.

Sri Sumahardani memaparkan, dari hasil penelitian, ada tiga hal yang ditakutkan manusia, yakni ketinggian, kematian, dan public speaking. Penelitian lain menyebutkan 80% orang cemas, khawatir, tidak bisa tidur kalau harus berbicara di depan publik.

Perempuan yang juga jago menyanyi dan menjadi MC pun memberikan kiat menghilangkan ketakutan atau grogi saat berbicara di depan umum. “Banyak berlatih membaca cepat, membaca puisi, bercerita, bernyanyi merupakan modal untuk jago public speaking. Selain itu untuk menghilangkan kecemasan atau mengusir rasa takut, ubahlah fokus, rileks, prepare & practice, dan just one click merupakan kiat ampuh,” tegasnya. Sri Sumahardani yang dikenal “galak” saat menjadi juri lomba menyanyi mengatakan dengan menyanyi bisa mengatur nafas.

Bagi yang kerap mengalami grogi dianjurkan untuk berlatih pernafasan 7x7x7 selama 7 kali. Artinya, tarik nafas 7 detik, tahan 7 detik, lalu hembuskan selama 7 detik. Lakukan hal ini sebanyak tujuh kali agar nyaman dan tenang.

Latihan membaca puisi juga penting agar kita mengerti intonasi. Kapan saatnya nada rendah dan kapan nada tinggi. Kalau nada monoton, orang yang mendengarkan akan merasa bosan. Berlatih di depan cermin (mirror effect) juga menjadi sarana melihat penampilan diri. Makin sering berlatih akan membuat orang makin percaya diri untuk berbicara di depan umum.

Sri juga memberikan kiat dalam memberikan pujian. Pujian yang disampaikan ke orang lain harus tulus, up to date, sesuai kenyataan. “Banyak orang yang mengaku jarang memberikan pujian. Ini sama artinya dengan pujian itu barang langka. Padahal untuk memuji itu caranya sangat mudah,” tegasnya. Selain itu, ia juga memberikan tips tersenyum yang elegan. Ternyata senyum itu juga mudah. Kalau mudah, mengapa tidak dicoba? (inten.indrawati@cybertokoh.com)

To Top