Advertorial

DWP Sejahterakan Anggotanya

Pemeriksaan kesehatan, pencegahan dini kanker payudara

CIA Pemayun yang menjabat Ketua DWP Provinsi Bali periode 2013-2018, melaksanakan kegiatan-kegiatan, seperti bakti sosial, pemeriksaan kesehatan, donor darah, dll. Sesuai dengan aturan DWP (AD ART) pusat, DWP harus menyejahterakan anggota dulu, baru kemudian eksis keluar. Berpijak pada itulah, CIA Pemayun melangkah mengawal DWP Provinsi Bali.

Dalam kategori menyejahterakan anggota, ia memberikan kesehatan prima pada anggota (ibu-ibu), seperti rutin menyelenggarakan pemeriksaan kanker serviks, dan pemeriksaan dini (USG) kanker payudara. Juga melaksanakan donor darah tiap 3 bulan.

Aksi sosial donor darah

Aksi sosial donor darah

Ibu tiga putri ini sangat berharap pemerintah pusat atau pemerintah daerah membantu kaum perempuan dalam pengadaan alat untuk pemeriksaan kanker payudara. “Saat ini di Bali, alat tersebut hanya dimiliki Puspem Badung dan satu RS Swasta di Denpasar. Harapan saya, seluruh kabupaten/kota memiliki satu alat tersebut, yang bisa mendeteksi secara dini kemungkinan terkena tumor/kanker payudara atau abses sehabis menyusui, untuk bisa menunda kematian dini pada kaum perempuan. Karena sekarang ini cukup banyak angka kematian perempuan/ibu karena kanker payudara dan banyak pula ditemukan penyakit ini pada perempuan usia produktif terutamanya di daerah perdesaan,” paparnya.

Kegiatan lain DWP Provinsi Bali, tiap tahun memberikan 1 bedah rumah dan beberapa perbaikan rumah bagi anggota DWP (istri ASN Golongan 1 dan Golongan 2) yang tak memiliki rumah atau rumahnya tak layak huni. Aksi ini dilakukan menyebar ke kabupaten/kota di Bali. Program bedah rumah  untuk ASN ini dikatakan CIA Pemayun untuk menepis anggapan masyarakat luas bahwa ASN sudah mampu membangun rumah sehingga tak perlu dibantu. Namun ketika ditelusuri, ada beberapa ASN yang memang sangat membutuhkan bantuan ini.  Pendanaan dari program bedah rumah tahun ini dikatakannya dari dana iuran anggota DWP Provinsi. Sementara bedah rumah tahun lalu didapat dari donasi para alumni SMP dan SMAnya. Selanjutnya, DWP dari masing-masing kabupaten/kota itu yang menyempurnakan dan memberikan isi dari rumah tersebut.

Program berikutnya, ia tengah berancang-ancang untuk mengajak lebih banyak perempuan/ibu-ibu dalam memerangi korupsi, membantu pemerintah menyosialisasikan SPAK. Kedua, ikut membantu pemerintah agar para anggota DWP menjadi wanita yang bisa menghasilkan ekonomi kreatif. “Tahun depan saya berencana memberikan pelatihan salon, pembuatan banten, dan memasak kepada ibu-ibu yang berminat. Sehingga dengan mengusai keterampilan tersebut mereka bisa menghasilkan walau dengan modal kecil, dan bisa membantu menopang ekonomi keluarga. Apalagi sekarang zaman teknologi, dengan online di rumah saja sudah bisa menghasilkan uang,” ucap CIA Pemayun yang sempat sukses mengelola kantin di kantor gubernur Bali ini.

Berikutnya, ia ingin menegaskan kembali bahwa setiap istri ASN dan karyawati adalah anggota dharma wanita. Jadi sampai pensiun pun masih menjadi dharma wanita. “DWP kita masih banyak yang belum tahu akan hal ini. Ini sudah diatur dalam undang-undang pokok kepegawaian,” ucap Ketua Perwosi (Persatuan Wanita Olahraga) Bali ini yang belum lama ini sempat diundang Konjen dari Hongkong untuk mengisi acara HUT Kemerdekaan RI menarikan tarian klasik-Tari Legong Keraton Lasem.

Ke depannya, ia berharap bahwa semua istri ASN ikut dalam organisasi dharma wanita. “Mari kita bergabung di wadah ini. Karena di sini kita bisa berbagi pengalaman, berbagi ilmu, dan juga tahu dunia kerja suami sehingga tak hanya bisa menuntut pada suami. Itu pentingnya pertemuan. Mari bergabung, jangan sampai ada kesan dipaksa jadi dharma wanita karena memang karyawati dan istri ASN adalah dharma wanita, yang visi misinya cukup jelas, yakni menyejahterakan anggota,” pungkasnya. (inten.indrawati@cybertokoh.com)

To Top