Indonesia

Lukisan Pelepah Pisang Dijual Jutaan Rupiah

Bagi sebagian orang, pelepah pisang dianggap  sampah dan barang yang tidak berguna. Untuk itu,  harus dibakar agar tidak mencemari lingkungan dan  menjadi sarang nyamuk belaka. Namun, di tangan Wawan Susanto, pelepah pisang justru disulap  menjadi lukisan bernilai seni tinggi. Bentuknya pun bermacam-macam. Mulai gambar pemandangan, hewan, kaligrafi, hingga wajah tokoh  presiden seperti Soekarno dan Gus Dur, juga bisa. “Terserah, mau pesen apa saja saya siap,” ujar Wawan.

Hobi melukis ini, memang dipunyai Wawan sejak ia masih duduk di bangku SD. Bakat tersebut ia kembangkan terus sehingga ia menjadi seorang pelukis komersil.Tapi bahan lukisan yang digunakan dari cat air dan kanvas. Hasil karya lukisan yang dibuatnya ini, kurang begitu laku, karena banyaknya persaingan.

Dalam satu minggu, belum tentu satu lukisan bisa terjual. Untuk itulah, kondisi ini sempat membuat Wawan putus asa. Ia sempat berniat alih ke profesi lain. Namun, keadaan itu sekarang berubah. Setelah ia menemukan ide membuat lukisan unik dari pelepah pisang.

Awalnya, tanpa sengaja Wawan melihat  tumpukan pelepah pisang berserakan di sekitar rumahnya. Karena pada waktu itu orangtuanya kebetulan habis memanen beberapa tangkai pisang.

Sebagai orang seni, Wawan berpikir. Memutar otak bagaimana caranya agar pelapah pisang tersebut bermanfaat. Kemudian ia kumpulkan semua pelepah pisang tersebut, dan selanjutnya ia jemur hingga kering. “Belum punya ide apa-apa. Yang penting saya kumpulkan gitu saja,” tutur lelaki murah senyum ini.

Tiga hari kemudian, setelah pelepah pisang yang dijemur tersebut kering, Wawan mulai ada ide. Yang tak jauh dari profesi sebelumnya. Sampah tersebut dijadikan bahan lukisan. Hasilnya pun lumayan bagus, tapi belum sempurna. Masih perlu sentuhan lahinnya. Satu bulan kemudian, karya lukisan yang dihasilkan mulai bagus. Mirip objek aslinya. Perlahan-lahan mulai ada peminatnya.

Bagi Wawan, ini sebuah kesempatan. Tak ayal pria berkaca mata ini langsung menjadikan rumahnya menjadi galeri. Puluhan hasil karyanya dipajang di seluruh sudut ruangan. Lukisan itu dihargai antara Rp 50 ribu sampai Rp 1 juta.

Sejak itulah, bisnis lukisan ala Wawan ini terus berkembang. Bahkan, beberapa pesanan yang datangnya dari luar kota pun terus berdatangan.”Biasanya itu, pengguna jalan yang kebetulan melintas di daerah ini. Mereka lihat-lihat sebentar lalu pesan,” imbuhnya.

Menurut Wawan, untuk membuat lukisan dari pelepah pisang ini dibutuhkan waktu sekitar sehari hingga tiga minggu tergantung kerumitan dan ukuran lukisan. Untuk yang paling kecil biasanya dikerjakan hanya dalam sehari. Untuk lukisan besar bisa sampai tiga minggu pengerjaannya.Untuk bahan bakunya sendiri selain menggunakan pelepah pisang kering, ia juga menggunakan cangkang telur sebagai ornamen serta media berupa triplek dan lem kayu serta vernis. (Khoirul Abadi)

To Top