Sehat

Lakukan Sadari Deteksi Kanker Payudara

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merupakan organisasi profesi yang menaungi para dokter di Indonesia. Dalam ulang tahunnya yang ke-66 tahun ini, panitia mengambil tema “Mempererat Persaudaraan untuk Profesionalitas tanpa Batas”.

Merujuk kepada tema tersebut, IDI telah menyelenggarakan beberapa kegiatan seperti seminar ilmiah, pengabdian masyarakat, dan acara kekeluargaan. Semua kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan rasa pengabdian, kesejawatan, dan profesionalisme anggota IDI dalam menyongsong tantangan yang akan datang.

Pengabdian bagi masyarakat dalam rangkaian HUT kali ini dilaksanakan dalam kegiatan bakti sosial kesehatan. Baksoskes ini merupakan wujud pengabdian anggota IDI Wilayah Bali kepada masyarakat Bali. Terobosan baru dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk pertamakalinya, baksoskes dilaksanakan secara serentak di seluruh IDI Cabang di setiap Kabupaten. IDI Cabang yang telah melakukan kegiatan Baksoskes tahun ini adalah IDI Cabang Denpasar, IDI Cabang Bangli, IDI Cabang Karangasem, IDI Cabang Buleleng, IDI Cabang Badung dan IDI Cabang Gianyar.

Untuk di Denpasar, IDI Cabang Denpasar melaksanakan bakti sosial kesehatan di dipusatkan di Balai Banjar Sedana Mertha Ubung Denpasar pada Jumat (28/10). Pelayanan kesehatan dalam kegiatan bakti sosial kesehatan di Denpasar kali ini terdiri dari beberapa bentuk pelayanan. Pertama adalah pelayanan kesehatan umum, pemeriksaan THT, kulit dan kelamin, mata, pemeriksaan tumor payudara serta pemeriksaan skrining tumor pada rahim.

Kegiatan Bakti sosial kesehatan ini didukung penuh oleh para dokter dan dokter spesialis anggota IDI Wilayah Bali, Dinas Kesehatan Kota Denpasar,  Perhimpunan Dokter Spesialis Kebidanan Dan Kandungan (POGI Bali), RS Mata Bali Mandara, RS Prima Medika, RSU Manuaba, RSIA Puri Bunda, LPD Desa Pekraman Ubung,Kelurahan Ubung, dan Banjar Sedana Mertha Ubung.

Menurut Ketua Panitia HUT IDI Ke-66 untuk Wilayah Bali dr. I  Ketut Widiyasa, MPH, kegiatan kali ini telah menyentuh semua kelompok masyarakat. “Di Denpasar, para dokter telah memberikan pelayanan kepada lebih dari 300 orang masyarakat setempat. Pemeriksaan skrining tumor rahim melalui pemeriksaan IVA, dilakukan kepada 33 orang ibu-ibu PKK dan 2 orang diantaranya langsung diberikan terapi. Pemeriksaan IVA ini dilaksanakan oleh dokter-dokter spesialis yang tergabung dalam POGI Bali dan RSIA Puri Bunda Denpasar,” ujar dr. Widiyasa.  bugar

IVA (Inspeksi Visual Asam asetat) adalah pemeriksaan leher rahim (serviks) dengan cara melihat langsung (dengan mata telanjang) leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3 sampai dengan 5%.  Dengan cara ini kita dapat mendeteksi kanker rahim sedini mungkin.

Pemeriksaan IVA merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk untuk mendeteksi kanker leher rahim dan juga skrining alternatif dari pap smear karena biasanya lebih murah, praktis, sangat mudah untuk dilaksanakan dan peralatan sederhana serta dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan selain dokter ginekologi. Pada pemeriksaan ini, pemeriksaan dilakukan dengan cara melihat serviks yang telah diberi asam asetat 3-5% secara inspekulo. Setelah serviks diulas dengan asam asetat, akan terjadi perubahan warna pada serviks yang dapat diamati secara langsung dan dapat dibaca sebagai normal atau abnormal. Dibutuhkan waktu satu sampai dua menit untuk dapat melihat perubahan-perubahan pada jaringan epitel.

Kategori hasil pemeriksaan IVA adalah sebagai berikut, IVA negatif bermakna bahwa leher rahim normal, hasil IVA radang berarti bahwa serviks mengalami peradangan (servisitis), atau kelainan jinak lainnya (polip serviks). IVA positif adalah pada pemeriksaan ditemukan bercak putih (aceto white epithelium). “Kelompok ini yang menjadi sasaran temuan skrining kanker serviks dengan metode IVA karena temuan ini mengarah pada diagnosis serviks-pra kanker (dispalsia ringan-sedang-berat atau kanker serviks in situ),” jelas dr. Widiyasa.

 

PEMERIKSAAN SKRINING TUMOR PAYUDARA

Pemeriksaan skrining tumor payudara dilakukan dengan dua kegiatan utama. Pertama melakukan edukasi tentang tumor payudara serta bagaimana melakukan Sadari bagi para wanita. Kedua melakukan pemeriksaan mammogram (pemeriksaan USG pada payudara). Banyaknya pemeriksaan yang dilakukan pada kegiatan ini adalah 50 orang wanita dan dilakukan oleh tim dari RSU Prima Medika Denpasar.

Kegiatan Sadari atau Periksa Payudara Sendiri dapat dilakukan pada 7 sampai 10 hari setelah menstruasi selesai. Pada saat itu, payudara terasa lunak. Tujuan dari Sadari secara rutin adalah untuk merasakan dan mengenal lekuk-lekuk payudara sehingga jika terjadi perubahan dapat segera diketahui.

Cara melakukan Sadari dengan mengamati dan merasakan. Pengamatan dilakukan dengan melakukan pemeriksaan di depan kaca. Berdiri di depan kaca, lengan terletak di samping badan. Perhatikan bentuk dan ukuran payudara. Normal jika ukuran satu dengan yang lain tidak sama. Kemudian, perhatikan juga bentuk puting dan warna kulit. Lakukan hal yang sama dengan posisi tangan yang berbeda-beda (kedua tangan diangkat, tangan diletakkan di pinggang, atau badan sedikit membungkuk). Lakukan hal ini waktu mandi atau sedang bercermin sehingga pasien dapat mengenali bentuk payudara.

Merasakan yang dimaksud dalam Sadari ini adalah dengan cara berbaring dengan bantal di bawah pundak kiri. Letakkan tangan kanan di belakang kepala membentuk sudut 90 derajat. Gunakan 3 jari tangan kiri untuk merasakan benjolan atau penebalan kulit pada payudara. Tekan dengan baik payudara. Pelajari bagaimana rasa payudara pasien sendiri pada biasanya. Pasien dapat memilih pilih arah jelajah 3 jari mereka baik dengan cara melingkar, naik turun, maupun pilah-pilah. Langkah ini memastikan pasien telah menjelajahi seluruh area dan membantu mereka mengingatkan bagaimana keadaan payudara.

Mamogram dapat mendeteksi adanya kelainan pada payudara sebelum terasa oleh pasien. Meskipun beberapa organisasi masih mempertanyakan manfaat mamografi, mamogram masih merupakan alat yang paling efektif untuk mendeteksi dini kanker payudara. “Dari hasil mamogram, dokter dapat melihat adanya ketidaknormalan pada payudara dan juga mengetahui perubahan yang terjadi bila dibandingkan dengan hasil mamogram yang terdahulu. Jika ditemukan sesuatu yang mencurigakan, dokter akan menyarankan untuk melakukan biopsi atau pengambilan sedikit jaringan di wilayah yang dicurigai untuk diteliti apakah terdapat kanker atau tidak,” imbuh dr. Widiyasa.

 

PEMERIKSAAN LAINNYA

Panitia Baksoskes juga melaksanakan telah membagikan kacamata baca kepada lebih dari 150 orang lansia yang datang ke lokasi baksos. Kacamata baca ini disediakan oleh RS Mata Bali Mandara.

Selain itu, juga telah dilakukan pemeriksaan USG pada daerah perut warga. Dari hasil pemeriksaan ini, beberapa warga ditemukan menderita batu pada saluran kencing, batu empedu, peradangan pada ginjal dan kelainan lainnnya. Pemeriksaan yang dilakukan oleh dr. Ratih Manuaba SpPD dari RSU Manuaba ini sangat diminati oleh warga.

“Kami berharap dengan kehadiran para dokter di tengah-tengah masyarakat dalam kegiatan baksoskes kali ini dapat bermanfaat bagi warga. Pelayanan kesehatan akan jauh lebih dekat dan mampu menyentuh kebutuhan masyarakat di wilayahnya,” tegasnya. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

 

To Top