Sudut Pandang

Orangtua yang Menyesuaikan Diri

Generasi muda saat ini dengan zaman dulu sangat berbeda. Zaman sekarang generasi muda sudah mengenal IT dan sangat memberi pengaruh dalam kehidupan mereka. Demikian disampaikan Tjok Istri Agung Adnyani.

Menurut perempuan usia 67 tahun ini, zaman dulu anak-anak sangat menurut kepada orangtuanya. Walaupun terkadang orangtua mereka bersifat ortodok, tapi anak-anak tak ada yang berani melawan. Namun, menurutnya, sistem didikan orangtua zaman dulu ada bagusnya juga. Ia sendiri  merasakan, berkat tempaan  keras orangtuanya, ia menjadi pribadi yang kuat, tangguh, dan mandiri.

Ia melihat, generasi muda sekarang, mereka terkadang lemah, tidak mandiri dan selalu harus didampingi orangtuanya.  Sekarang ini memang ia mengakui, tak bisa menerapkan sistem pola asuh zaman dulu kepada anak-anak. Saat ini, orangtualah yang harus menyesuaikan diri kepada anak-anak. “Kita tak bisa mendidik anak-anak dengan pola menang atau kalah, tapi kita harus  menempatkan diri untuk tidak menang dan tidak ada yang kalah. Kita sebagai orangtua harus menyesuaikan diri, tak bisa memakai pola asuh zaman dulu karena zamannya sekarang sudah beda,” ujar perempuan yang pernah meraih predikat  Tokoh Perempuan  Bali ini.

Tjok Adnyani melihat banyak sekali saat ini terjadi kegagalan dalam mendidik anak. Kemungkinan karena para orangtua tidak bisa menerapkan rasa toleransi dan saling  menghargai. Saat ini, kata dia, orangtua harus memakai sistem saling menghargai dan mengganggap anak sebagai sahabat. “Kita dengarkan curhat anak dan  berikan ia kebebasan tapi ada batasnya. Berikan mereka kepercayaan. Jangan terlalu ekstrim sehingga membuat anak-anak tidak nyaman,” sarannya.

Orangtua yang tidak bisa menyesuaikan diri malah bakal menimbulkan gap dengan anaknya. Salah sedikit ngomong anak-anak bisa mengambil jalan pintas.  “Semua kembali kepada orangtua, mari kita rangkul anak kita, berikan ia ruang untuk berbagi saling menghargai anggap sebagai sahabat. Otomatis, anak juga bisa mengerti dan  menghargai orangtua,” ujar perempuan yang juga bergelut di bidang kuliner ini.

PENGARUH LINGKUNGAN

Sementara, Nyoman Nilawati menilai, saat ini, banyak sekali generasi muda yang hebat. Dia merasa kagum dan salut. Dibandingkan dengan zamannya dulu,  dengan keterbatasan wawasan, informasi yang kurang sehingga yang seharusnya bisa berbuat banyak, tapi tak bisa berbuat lebih.  “Anak-anak yang sudah mendapatkan  didikan karakter dan budi pekerti, dan bisa memanfaatkan IT tentu bisa berbuat lebih. Anak harus menguasai kecerdasan emosional dan sosial sehingga bisa berkembang menjadi  lebih baik dan mencapai kesuksesan,” ujar Pimpinan Rotary Distrik 3420 Indonesia ini.

Namun, memang ia tak memungkiri, saat ini, masih ada anak-anak yang melenceng tingkah lakunya. Menurutnya, kita tak bisa sepenuhnya menyalahkan orangtua. Tugas orangtua adalah memberi pengasuhan dan didikan yang baik ketika ia masih kecil, namun, ketika ia sudah remaja, lingkungan paling banyak yang membentuk, entah di sekolah, kampus atau dunia kerja.

“Kondisi seperti ini harus disikapi orangtua dengan cara bersikap seperti sahabat kepada anak. Saat anak sudah memasuki usia remaja, orangtua hanya bisa mengawasi tak bisa lagi mendoktrin.  Anak-anak yang sudah terbiasa dalam rumahnya mengalami keterbukaan dalam komunikasi biasanya tidak mudah kena pengaruh lingkungan yang buruk,” ucap Ibu Teladan Bali 2005 ini.  Ia memberi contoh, ada seorang anak yang orangtuanya sendiri sudah tak bisa mengarahkan anaknya. Namun, anak itu justru sadar karena lingkungannya. Artinya, ketika anak itu bermasalah dan bertemu dengan lingkungan yang positif dan mendukungnya, akan sangat besar membantu si anak. Artinya, lingkungan  memberi pengaruh sangat besar kepada remaja.

Perempuan usia 66 tahun ini hanya berharap, kepada semua  pihak, untuk lebih peduli kepada para generasi muda karena saat ini,  kemajuan generasi muda adalah tanggungjawab bersama. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

To Top