Sudut Pandang

Berjuang agar Bersaing di Era Global

Dr. I Wayan Gara, M.Hum

Kemerdekaan bangsa Indonesia memang tidak terlepas dari jasa-jasa para pahlawan, sehingga muncul ungkapan bahwa bangsa besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan. Untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan di era ini memang tidak lagi memerlukan gencatan senjata melainkan mengisi perjuangan dengan hal yang positif. Salah satunya adalah ikut memperingati hari pahlawan yang jatuh setiap 10 November.

Menurut Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Agama Hindu (STKIP AH) Singaraja, Dr. I Wayan Gara, M.Hum., mengatakan memang tidak semua kalangan bisa ikut memperingati hari pahlawan, namun bukan berarti masyarakat lupa akan jasa pahlawan. “Saya kira mereka bukan tidak mau atau lupa melainkan karena banyak kegiatan sehingga ada prioritasnya,” ungkapnya. Ia menambahkan peran perguruan tinggi sangatlah penting untuk menumbuhkan kembali kesadaran mahasiswa dan masyarakat terhadap nilai-nilai kepahlawanan. “Kami selalu anggarakan jika mahasiswa ingin melakukan seminar dan sosialisasi yang berkenaan dengan hari-hari besar,” jelasnya.

Pihaknya juga selalu memotivasi mahasiswa agar dapat mengisi perjuangan pahlawan yang telah merebut kemerdekaan bangsa Indonesia. Jika dibandingkan pahlawan dulu adalah orang yang berjuang menggunakan fisik akan tetapi untuk menjadi pahlawan masa kini dapat ditunjukkan dengan pengabdian kepada bangsa dan negara. Gara menambahkan sebenarnya tantangan yang paling besar di era globalisasi ini adalah mempertahankan kemerdekaan bangsa. Salah satu cara dengan meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan. “Tidak kalah dengan dulu, perjuangan melalui dunia pendidikan agar mampu bersaing secara global,” imbuhnya.

Memang untuk dapat disebut pahlawan tidak sesederhana itu, akan tetapi untuk dapat disebut pahlawan masa kini harus mampu menunjukkan prestasi baik bidang seni, ilmu pengetahuan maupun olahraga. Melalui pendidikan itulah seseorang dapat menunjukkan pengabdian kepada bangsanya. Pria kelahiran 31 September 1959 tersebut juga mengatakan sebagai seorang mahasiswa harus mampu menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Pendidikan yang dimaksud dalam arti luas yang meliputi pengetahuan, penelitian dan pengabdian,” paparnya.

Ia berharap dengan penerapan Tri Dharma Perguruan tinggi tersebut semua lulusan dapat meningkatkan kualitas diri sehingga dengan peningkatan kualiatas diri tersebut dapat diimbangi dengan peningkatan kualitas bangsa dan negaranya. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

To Top