Advertorial

Amrita 108: Cara Cerdas Pilih Herbal

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak bahan herbal. Bahan-bahan ini bisa dimanfaatkan untuk menunjang kesehatan. Hal inilah yang ditekuni Drs. I Wayan Sudiara, M.Ph, yang lebih dikenal dengan nama Pak Herbal. “Saya belajar herbal sampai ke Tiongkok. Dari sana saya tahu tentang fungsi herbal,” ujar pria yang kini mengelola pusat herbal “Amrita 108” ini.

Pak Herbal menuturkan dirinya pernah mengalami sakit, mulai dari diabetes hingga jantung. Berbagai metode pengobatan pun ia coba. Namun, hasilnya tak maksimal. Pria kelahiran 22 Juli 1960 ini beralih ke herbal. Ternyata ia menemukan kecocokan dengan mengonsumsi herbal.

“Dari pengalaman sakit sampai sehat itu saya mendapatkan hikmah. Apapun sakit, pasti ada obatnya. Kita harus sabar. Saya pun tertarik dengan ilmu kesehatan yang minim kimia dan efek samping kecil. Solusinya obat herbal yang tersedia banyak sekali di alam,” ujarnya.

Setelah sembuh, Pak Herbal meyakinkan dirinya untuk menekuni dunia herbal. Ia pun berangkat ke Negeri Tirai Bambu untuk belajar tentang herbal. Dari salah satu gurunya, ia melihat bagaimana herbal menjadi pilihan untuk mengatasi berbagai penyakit. Ia menceritakan, gurunya bisa melakukan deteksi penyakit hanya dengan telapak tangan. Selanjutnya, diberikan obat herbal untuk penyembuhan.

Pelajaran tentang herbal di Tiongkok membuat pria yang pernah menjadi dosen ini memutuskan untuk serius menekuni herbal. Ia mengombinasikan ilmu herbal dengan ilmu palmistri (baca garis tangan) yang dipelajari di India. Kombinasi ini ia terapkan saat masyarakat konsultasi tentang herbal, bisa mendapatkan bonus baca garis tangan.

“Bagi laki-laki, tangan kiri merupakan copy kehidupan masa lalu sedangkan tangan kanan gambaran masa depan. Bagi perempuan kebalikannya. Dari garis tangan juga bisa dilihat apakah bisa punya keturunan atau tidak. Secara umum kondisi kesehatan bisa diteropong. Tetapi, kami tidak berani mendahului kehendak Tuhan,” ujar Pak Herbal yang sudah menulis lima buku terkait herbal, diantaranya Buku Pintar Pengobatan Alternatif (Memanfaatkan Herbal untuk Pengobatan Berbagai Macam Penyakit) dan Obat Tradisional Berbagai Macam Penyakit (Mengatasi Cetik, Guna-guna, Terapi Urin, dll)

Dari pengalamannya juga, Pak Herbal juga menemukan banyak kemiripan herbal di Tiongkok dengan di Indonesia. Di Asia Timur, ginseng banyak dijadikan bahan herbal, sedangkan di Indonesia ada purwaceng yang fungsinya mirip ginseng. Dalam mengolah bahan-bahan herbal ini, ia menegaskan tidak boleh sembarangan. “Dulu tanaman herbal diolah secara sederhana lalu dimasukkan dalam kapsul. Sekarang tidak boleh seperti itu. Bahan herbal harus diolah dengan baik untuk diambil saripatinya. Jika salah mengolah akan membuat khasiat obat hilang,” tegasnya. Proses produksi yang tepat inilah yang dikembangkan Amrita 108 yang memiliki tagline “Jadikan Obat Alami Herbal sebagai Pengobatan Pertama dan Utama dalam Keluarga”. “The Best Quality, Healthy and long Life” Kami berani adu dengan obat herbal impor,” kata Pak Herbal.

Ada 16 obat herbal yang diproduksi Amrita 108 semua sudah terdaftar di BPOM, yakni Mangostana (ekstrak kulit manggis), Mercodia (sarang semut), Soma, Guldafita/Sambiloto, Kumis Kucing, Kelor, Manjakani, Nigella Sativa Oil, Kunyit Putih, Minyak Zaitun, Purwoceng, Temulawak, Mengkudu, Virgin Coconut Oil, Daun Piduh/Pegagan, dan Daun Dewa. Manfaat dari obat-obat herbal itu, mulai dari membantu memelihara kesehatan tubuh, membantu memelihara stamina pria, hingga mengatasi masalah kewanitaan.

“Kami juga memberikan solusi bisnis herbal dengan profit yang sangat menarik dimulai dari rumah tangga. Amrita 108, solusi cara cerdas pilih herbal,” ungkap Pak Herbal yang dulu aktif di Institut Nurani Indonesia, lembaga yang mengajarkan orang untuk menjadi pengobat alternatif. Ia pun berharap makin banyak orang yang kembali ke alam untuk menyembuhkan sakit dan cerdas dalam memilih herbal yang tepat.

Jero Melati, praktisi pengobatan herbal yang mendampingi Pak Herbal menambahkan, dirinya dulu memiliki gangguan kesehatan berupa batu ginjal dan kegemukan. “Saya bertemu Pak Herbal dalam acara talkshow. Saya coba obat herbal yang diberikan. Ternyata cocok. Setelah itu ditawari untuk ikut membantu Pak Herbal,” ujarnya.

Ia bertugas untuk melayani konsultasi dari masyarakat yang berkunjung ke Amrita 108. Jadwalnya dari pagi sampai sore. “Saya ingin membantu Amrita 108 menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan,” tegas perempuan yang sedang hamil ini.

To Top