Kolom

MENGAPA ADA PELANGI?

Tersebutlah tiga orang laki-laki bersaudara. Yang sulung bernama Joy, yang menengah Moy dan yang bungsu Soy. Tidak jauh dari rumahnya, tinggal seorang gadis cantik bernama Lamari. Joy dan Moy sudah sejak lama jatuh cinta kepada gadis itu, tetapi cintanya bertepuk sebelah tangan. Lamaran kedua pemuda itu ditolak mentah-mentah.

Sesungguhnya saudara bungsu, yang bernama Soy itu pun jatuh cinta kepada Lamari, tetapi ia selalu mengurungkan hasratnya. Ia merasa rendah diri. “Kakak-kakakku yang tampan ditolak, apalagi aku yang berbadan kurus dan lemah,” katanya sendirian.

Namun pada suatu hari, Soy yang kurus itu tidak dapat memendam cintanya. Ia memberanikan diri mendatangai rumah Lamari sendirian. Kalau kakak-kakaknya waktu melamar membawa oleh-oleh ikan kegemaran Lamari, maka Soy membawa oleh-oleh seekor kangguru hasil buruannya di dalam hutan.

Sungguh di luar dugaan! Lamaran Soy diterima dengan mulus. Bak gayung bersambut. Hari itu juga mereka yang saling jatuh cinta itu melangsungkan pernikahan.

Sebulan kemudian Joy dan Moy pergi berburu ke dalam hutan. Alangkah terkejutnya mereka, mendapati adiknya yang bungsu berkasih-kasihan dengan Lamari. Mereka berdua sama sekali tidak mengetahui, bahwa Lamari telah nikah dengan Soy secara diam-diam. Kedua kakak Soy sangat tersinggung dan merasa dendam. Mereka sepakat untuk menghancurkan pernikahan dua sejoli itu.

Ketika musim panen ikan tiba, Joy dan Moy mengajak Soy menangkap ikan di tengah laut. Mereka bertiga naik jukung, lengkap dengan peralatan seperti jala, tombak dan parang. Di tengah laut yang dalam, mereka asyik menghitung ikan-ikan besar yang terperangkap jala. Tiba-tiba gelombang besar menghantam badan jukung. Nah, pada saat itulah Joy dan Moy menangkap tubuh adiknya, lalu melemparkannya ke tengah laut. Soy yang kurus dan bertenaga lemah itu tidak dapat mengatasi dirinya. Mati.

Perbuatan jahat itu dilihat oleh seekor elang laut yang kebetulan melayang-layang di atasnya. Elang itu segera melaporkan kematian Soy kepada Lamari yang sedang menunggu di rumah. Mendengar berita yang menyedihkan itu, perempuan pengantin baru itu, mengambil tombak, lalu tanpa ragu-ragu menghunjamkannya ke dadanya. Darahnya muncrat.

Ajaib! Angin bertiup kencang. Dari segala penjuru awan-awan berarakan. Dari jasad Lamari  muncul cahaya cemerlang warna-warni. Cahaya yang indah itu meliuk-liuk, makin lama makin panjang, lalu melengkung. Ujungnya kemudian mendekap mayat Soy yang terapung-apung.

Joy dan Moy, kakak kandung Soy melihat keadaan ajaib itu. Mereka segera mendatangi rumah Lamari. Didapatinya perempuan cantik itu terbaring memegang tombak yang menembus dadanya. Dari dada itulah muncul cahaya melengkung yang berakhir di tengah laut.

Kedua kakak kandung Soy menangis sejadi-jadinya. Mereka menyesali perbuatannya yang menghancurkan cinta sejati itu. (Aborijin Australia)

To Top