Woman on Top

SPAK Bali Tebarkan Virus Antikorupsi

SPAK Bali tengah menunjukkan permainan semai

Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). Pertanyaannya adalah kenapa perempuan?. Sebab perempuan adalah tokoh sentral dalam keluarga yang memiliki andil besar pada langkah dan perkembangan sebuah keluarga. Hal ini pula yang  menjadi perhatian bagi KPK dan AIPJ (Australia Indonesia Partnership for Justice),   memberikan kontribusi yang luar biasa kepada perempuan Indonesia dalam upaya perlawanan terhadap korupsi, khususnya dalam hal pencegahan.

SPAK Bali dibawah koordinator  RA Ayu Citra Resminingrum, S. Km, yang biasa dipanggil Ayu, pada Rabu (26/10), mengajak dua orang  Agen SPAK Bali lainnya, yakni Putu Nuniek Hutnaleontina dan Sry Adena, dengan kompak dan penuh semangat mengumandangkan pentingnya nilai-nilai anti korupsi ditanamankan pada keluarga dan khususnya anak sejak dini. Kegiatan ini dilangsungkan di Aula Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Bali dasn dihadiri oleh pengurus dan anggota (DWP) Dharma Wanita Persatuan Kanwil Agama Provinsi Bali.

Menariknya lagi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kementrian Agama Kanwil Provinsi Bali , yakni Ketut Suarni Lastra juga merupakan salah satu agen SPAK Bali.  Seluruh anggota DWP Provindsi Bali yang hadir saat itu pun sangat antusias untuk mengenal sikap-sikap anti korupsi melalui permainan Lima Jodoh (Majo) dan Sembilan Nilai Antikorupsi (Semai), yang bertujuan untuk menanamkan sembilan nilai diantaranya kejujuran, keadilan, kerjasama, kemandirian, kedisiplinan, bertanggungjawab, kegigihan, keberanian, dan kepedulian.

Menurut  Suarni, sebagai istri aparatur negara, mereka semua sepatutnya harus bersih dari yang namanya korupsi. Bahkan dengan acara bersama SPAK Bali tersebut, seluruh anggota DWP Kementrian Agama Provinsi Bali bisa menjadi relawan-relawan  SPAK yang mau bersama-sama membawa gerakan moral ini di lingkungannya masing-masing demi mencegah kejahatan korupsi yang semakin menggurita.

Sementara Koordinator SPAK Bali Ayu, mengatakan bahwa dirinya dan Agen SPAK  wilayah Bali lainnya sebelum melakukan kegiatan, telah mengikuti ToT Agen SPAK. Mereka sudah pula memperoleh bekal pengetahuan dasar mengenai tindak pidana korupsi, pengetahuan tentang modus-modus dan peluang-peluang terjadinya tindak pidana korupsi serta konsekuensi hukumnya.

Dengan memperluas keterlibatan perempuan dalam gerakan antikorupsi seperti yang mereka lakukan, katanya diharapkan akan mencakup lebih banyak organisasi maupun individu perempuan yang bersedia menyebarkan gerakan antikorupsi kepada komunitasnya masing-masing.

Ayu mengatakan para agen SPAK, kata Ayu dengan sukarela melaksanakan tugas untuk terus menyebarkan pengetahuan tentang gerakan antikorupsi. Ayu pun memutarkan video tembang “Padamu Negeri” yang membuat suasana senyap sejenak bahkan beberapa ibu nampak tak tahan meneteskan airmata. Begitu juga dengan kegiatan SPAK sebelumnya yang dilangsungkan di KPU

Bangli pada Rabu (19/10), atas undangan Kepala Divisi KPU Bangli, Gede.P. Roy Suparman berlangsung lancar. Ayu kala itu didampingi dua agen SPAK lainnya  yakni Mega Ayu Dwiyanti dan Ni Luh Apriyaningsih.

Sebagaiman tujuan aktivitas SPAK, dikatakan oleh Ayu saat di KPU Bangli juga di gelar pemainan Majo dan Semai, yang intinya cegah korupsi dengan mengajak semua untuk menghindari perilaku-perilaku koruptif yang disebut-sebut sebagai cikal bakal tumbuhnya korupsi. (sri.ardhini@cybertokoh.com)

      

(Visited 2 times, 1 visits today)
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Terkini

To Top