Mandalika

NTB Alihkan Stok Beras ke NTT

Pelepasan pengiriman Beras NTB ke NTT oleh Drs. HL. Gita Aryadi

Untuk mengurangi beban penyimpanan beras di Nusa Tenggara Barat yang merupakan daerah penyanggah pangan nasional, Perum Bulog Divre NTB melakukan pengiriman 4.000 ton beras ADA DN 2016 ke Divre NTT. Sejauh ini realisasi pengadaan beras di NTB telah mencapai 116.000 ton dari total realisasi penyerapan beras/gabah Provinsi NTB tahun 2016 yang ditargetkan sebanyak 150.000 ton. “Walaupun target penyerapan beras masih kurang 34.000 ton lagi, namun sesuai perhitungan yang dilakukan oleh Perum Bulog Divre NTB, stok beras NTB cukup banyak, baik untuk kebutuhan rastra, raskin dan cadangan beras pemerintah. Kami masih punya ketahanan stok sampai delapan bulan ke depan,” ungkap Direktur Pengadaan Perum Bulog Wahyu.

Demi mengurangi beban penyimpanan tersebut, Perum Bulog Divre NTB memprogramkan pengalihan stok yang ada di NTB ke daerah yang defisit beras,  seperti ke Divre Provinsi NTT. Bulog Divre NTB meyakini surplus yang ada di gudang Bulog bukan surplus satu-satunya, karena NTB merupakan salah satu produsen beras terbesar di Indonesia ini telah melakukan perpindahan beras ke daerah lain melalui pedagang-pedagang swasta.

Menurut Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB Drs. L. Gita Aryadi, M.Si yang mewakili Gubernur NTB pada saat melepas pengiriman beras ADA DN 2016 Perum Bulog Divre NTB ke Divre NTT mengatakan kegiatan pengiriman beras ke Provinsi NTT secara strategis, politis dan teknis sangat menguntungkan Provinsi NTB. “Artinya bahwa, NTB baik dalam MP3EI ditugaskan oleh negara sebagai pintu gerbang pariwisata dan penopang pangan nasional, maka dengan pengiriman ini, berarti tugas negara sudah kita tunaikan dengan baik. Ia mengatakan bahwa NTB mampu memproduksi beras dengan baik dan mencukupi kebutuhan beras sampai bulan Mei 2017,” ujarnya.

Sebagai satu dari tujuh provinsi yang menjadi lumbung beras nasional, NTB telah melakukan berbagai upaya dalam memenuhi kebutuhan beras nasional, dengan salah satu caranya adalah membangun empat bendungan besar, antara lain bendungan Rababaka kompleks, Bendungan Tanju Dan Mila, bendungan Bintang Bano dan bendungan Mujur yang ditargetkan selesai pada tahun 2018. “Dengan pembangunan empat bendungan baru tersebut, akan meningkat produksi beras di daerah baru dan semakin mengukuhkan NTB sebagai lumbung padi nasional,” ujar Gita Aryadi. (naniek.itaufan@cybertokoh.com)

To Top