Sudut Pandang

Perempuan Wajib Kuasai Public Speaking

Putu Rianingsih

 Public speaking merupakan hal yang penting di hampir segala aspek kehidupan baik sosial maupun lingkunga kerja. Bahkan hampir semua lini kehidupan berbangsa dan bernegara juga butuh komunikasi. Meski public speaking punya peran penting, sebagian besar dari kita tidak memiliki kemampuan tersebut,  dan tidak berani berbicara di depan publik.

Kepala Badan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Kabupaten Badung, Putu Rianingsih menilai, kemampuan public speaking tidak hanya harus dikuasai para pejabat  tapi semua orang harus menguasai keterampilan tersebut, apalagi seorang perempuan. Apalagi, kata dia, di bidang KB, justru lebih banyak fasilitatornya para perempuan. Ia menilai, perempuan dengan multitalenta-nya harus bisa menempatkan diri sesuai dengan fungsi dan kewajibannya. Kapan ia sebagai ibu, pendamping suami, menunjang karier suami,  mengejar kariernya sendiri, dan juga urusan  sosial dan adat.

Sekarang ini  ia menilai, banyak sekali perempuan maju. Banyak perempuan menjadi pejabat. Perempuan memiliki kelebihan yakni kepekaan.

Ia mengatakan,  sangat berterimakasih kepada negara karena  karena sudah memberikan banyak ruang kepada perempuan untuk bisa berkiprah di berbagai sektor kehidupan.

Rianingsih menilai, perempuan sebagai pejabat, yang notabene sebagai pelayan masyarakat, merupakan motor penggerak roda kehidupan bernegara dan berbangsa. Bukan hanya pejabat  perempuan, tapi semua perempuan, mempunyai tugas penting yakni  mencetak generasi muda yang berkualitas. Dari dalam kandungan, sangat tergantung pada orangtua terutama ibunya.  Dengan perannya yang sangat banyak, perempuan juga tetap mampu berkiprah dan  berkarier.

Sebagai pejabat atau pemimpin, mereka memerlukan kemampuan public speaking yang baik, karena mereka di posisi memimpin bawahan. Mereka harus bisa berkomunikasi dengan banyak orang, sekaligus menginspirasi dan memimpin bawahan.

Karena itu, dalam pandangannya, memang tepat sekali perempuan dijadikan sebagai role model untuk pelatihan public speaking.

Namun, ia juga menyayangkan, masih ada juga kekurangan para perempuan. Kalau mereka melihat temannya sesama perempuan maju, mereka tidak suka. Malah berusaha sekuat tenaga untuk menyingkirkannya. Kembali lagi kepada moralitas dan budi pekerti.  “Bagaimana  kita mau memberi nasihat kepada bawahan kalau pemimpinnya sendiri masih bersikap seperti itu. Saya mengajak, para teman-teman sesama perempuan, mari kita bersama-sama memunculkan nilai positif. Para perempuan tidak hanya harus pintar dan cerdas, tahan banting, tapi juga memiliki karakter yang baik.  Kalau semua perempuan seperti  itu, saya yakin pasti terjadi banyak perubahan dalam segala lini kehidupan ke arah yang lebih baik,” ucapnya.

Ia pun menyambut baik acara pelatihan public speaking yang digelar Tabloid Tokoh bekerja sama dengan Pemkab Badung, Senin (31/10) dengan narasumber Sri Sumahardani, pakar public speaking.  Ia menyarankan, sebaiknya pelatihan juga diberikan kepada para tokoh perempuan dan kader perempuan. Karena kemampuan komunikasi yang baik sangat penting dikuasai agar mampu menyampaikan informasi dengan benar dan tepat. (wirati.astiti@cybertokoh.com)

 

To Top