Sudut Pandang

Awalnya Gugup Akhirnya Terbiasa

Meski bertubuh subur, Angela Megawati Hartono, bukan tipe seorang yang pemalu dan gemar mengurung diri di dalam rumah. Justru sebaliknya ia tipe ceria dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Dia juga gemar bersosialisasi. “Aku ini orang yang cuek dan tidak mudah tersinggung,” ungkap Angel.

Namun, ketika ia harus berbicara di hadapan orang banyak, menyampaikan pandangannya, hatinya merasa gentar juga. Apalagi saat berbicara dirinya disorot kamera, dan wartawan dengan cermat mendengar apa yang disampaikannya.

“Itu pengalaman yang tak terlupakan. Groginya minta ampun, hati deg-deg kan. Sulit saya menggambarkan keadaan waktu itu. Saya takut salah bicara. Soalnya kan sebelumnya tidak pernah dikelililing wartawan, apalagi ada banyak kamera dari berbagai stasiun televisi, disodori mic, bahkan ada acara live pula,” ungkap Angel mengungkapkan pengalamannya di awal-awal setelah dia dinobatkan sebagai Runner Up Miss Big Indonesia 2014.

Untunglah, tutur gadis 27 tahun ini, selama masa karantina dua pekan, para finalis Miss Big Indonesia mendapat pendidikan public speaking setiap hari. Bisa dibilang itu adalah salah satu mata pelajaran utama selain pelajaran lainnya. Para finalis ini memang dipersiapkan untuk bisa berbicara di hadapan umum, attitude-nya, manners-nya bagaimana dalam mempresentasikan sesuatu dan menjawab dengan benar apa yang ditanyakan. Mereka dilatih untuk fokus dalam berpikir dan berbicara sehingga message yang akan disampaikan dapat diterima pendengarnya dengan baik.

Para finalis, juga diajarkan cara menghadapi audience dalam berbagai situasi, termasuk jika ada pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan atau yang tidak mengenakkan. “Sebagai public figure kita tidak bisa merespons pertanyaan, misalnya, yang menyudutkan atau yang tidak mengenakkan, atau yang tidak nyaman buat kita, dengan emosi. Justru sebaliknya, kita harus tenang, sebisa mungkin tersenyum dan menjawab semua pertanyaan itu dengan baik,” tuturnya.

“Dengan adanya pelatihan public speaking itu, meski hanya singkat, sungguh terasa manfaatnya,” tambahnya. Jadi sekalipun dirinya merasa grogi , dia mampu tetap fokus dan bisa dengan baik menjawabnnya. “Rasa gugup itu hanya di awal-awal saja, selanjutnya setelah semakin sering berhadapan dengan publik, saya menjadi terbiasa,” kata Angela yang kini kerap mendapat undangan berbicara di berbagai event.

“Baru-baru ini saya diundang untuk bicara terkait terkait obesitas. Beberapa waktu lalu saya juga mendapat undangan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait  peringatan Hari Kehutanan Internasional di Jakarta. Pak Presiden juga hadir dalam acara itu. Saya diundang dalam kapasitas sebagai Duta Konservasi Badak,” ungkapnya.

Nah di sela-sela acara itu juga ada sesi wawancara, dia mendapat brondongan pertanyaan wartawan terkait konservasi badak. “Karena saya sudah terbiasa berbicara di berbagai acara, juga sudah mendapat ilmu public speaking bahkan sudah menerapkannya, jadi sudah tidak  grogi lagi. Meski ada kamera hahahha.  Saya bisa tetap fokus meski ada juga pertanyaan ‘tajam’ yang dilontarkan wartawan. Yang penting tetap tenang, tidak terpancing emosi, maka kita bisa menjawab dengan baik,” tutur Angela yang akan purnatugas sebagai Duta Konservasi Badak pada 2017 mendatang seiring dengan kembali digelarnya pemilihan Miss Big Indonesia 2017. (dianaruntu@cybertokoh.com)

 

To Top