Life Story

Modal Kelincahan Raih Emas

Atlet Buleleng yang merebut medali di PON XIX Jawa Barat dan juga para pelajar yang berprestasi dalam bidang akademik akhirnya sumringah. Bonus yang dijanjikan Bupati Buleleng diberikan kepada atlet yang mampu mengharumkan nama Buleleng di kancah nasional dan internasional. Bonus ini merupakan stimulan bagi anak-anak ini untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasinya.

Acara pemberian bonus kepada anak-anak Buleleng berprestasi dirangkaikan dengan ramah tamah di rumah jabatan Bupati Buleleng, Bupati Agus Suradnyana mengungkapkan hal tersebut merupakan suatu bentuk apresiasi kepada atlet dan pelajar Buleleng yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini akan menjadi model ke depan bahwa Pemkab Buleleng menghargai orang-orang yang memberikan prestasi kepada Buleleng. “Mudah-mudahan dengan penghargaan ini, anak-anak Buleleng yang lain juga termotivasi untuk memberikan prestasi kepada Buleleng karena bagaimanapun juga prestasi akademik maupun non akademik terutama bidang olahraga akan memberikan vibrasi untuk kemajuan daerah di segala bidang,” ungkapnya.

Bupati yang akrab disapa PAS ini juga menginstruksikan kepada KONI Kabupaten Buleleng untuk melakukan pemetaan potensi di dua bidang. Bidang pertama, bagaimana mengolahragakan masyarakat dan pemetaan di bidang prestasi. “Pemetaan ini perlu untuk menentukan skala prioritas untuk dikembangkan sehingga menghasilkan prestasi. Yang paling anti kita lakukan adalah jual beli atlet. Biar kita dapat medali sedikit, yang penting hasil pembinaan sendiri bukan hasil jual beli,” tegasnya.

Pada kesempatan ini, diberikan apresiasi berupa bonus dan penghargaan kepada beberapa atlet dan pelajar berprestasi diantaranya, karateka Komang Sastrawan.  Di tengah ekonomi yang serba pas-pasan, tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap berprestasi bahkan di tingkat Nasional.  Dia mewakili Indonesia dan sukses menyabet dua medali emas di Kejuaraan Coupe Internationale de Kayl 2016 di Luxemburg 12-18 Oktober belum lama ini.

Lolak sapaan akrab bocah 10 tahun itu mengalahkan lawan-lawan dari berbagai negara. Dua medali emas untuk Kata Male U-11 dan Kumite Male U-12 yang diikuti 13 negara.  Anak dari pasangan Wayan Sukarta (49) dan Ketut Manisyoni (50) tidak menyangka berhasil meraih juara di luar negeri.

Dunia karate mulai geluti Lolak sejak kelas III SD. Seperti bocah umumnya diawal takut kena pukul dan giginya lepas terkena pukulan lawan. Sukarta mengajak Lolak menonton kakak kandungnya Kadek Sukreni bertanding karate. Lolak tertarik menekuni karate hingga mendapat tempaan latihan karate dari pelatihnya Ketut Suwitra. Dari disiplin latihan demi latihan, prestasi beruntun diraihnya. “Saya yakin Lolak punya potensi, saya ajak dia nonton karate dan menyaksikan kakaknya. Dia tertarik dan mau berlatih serius dengan kakeknya Ketut Suwanda yang juga Ketua Lemkari Tajun. Lolak diajari kuda-kuda dan teknik karate hingga sukses menjadi juara dunia,” ucapnya.

Selain juara dunia, Lolak sempat memperoleh prestasi di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dilaksanakan Agustus 2016 lalu. Dari bakat dan prestasi diraih tersebut, Lolak terpilih untuk bertanding ke Luxemburg mewakili Indonesia dengan peserta lainnya dari Jakarta dan Bandung. Lolak diawalnya tidak jadi berangkat karena kesulitan biaya dengan tiket pesawat mencapai puluhan juta. “Lolak sebenarnya tidak ada biaya sampai ke Luxemburg, tapi sudah ditanggung Kementrian. Namun pendamping Lolak tidak ditanggung. Saya lalu ditelepon Kementrian di Jakarta, orangtua harus mendampingi, saya bilang tidak bisa ikut karena memang tidak punya uang,” imbuh Sukarta.

Berkat raihan juara, Lolak berhak mendapat dana pembinaan Rp 11 juta dan akan mendapat bonus Rp 50 juta. “Saya sama pelatih bersyukur dan bangga bisa menembus prestasi ke tingkat internasional. Sangat bangga dilatih sama Pak Ketut Suwitra yang sudah melatih saya sejak kecil. Di Luxemburg, melawan lawan dari Perancis, Argentina dan Belanda. Lawan kuat dan tinggi, tapi lewat teknik dan kelincahan mereka bisa saya kalahkan,” ujar siswa SDN 2 Tambalang tersebut. (wiwinmeliana22@cybertokoh.com)

 

To Top