Dara

Ananta Wajendra DBA: Sharing Hypnocodesname di Shankara Resto

Ananta Wajendra DBA

Manusia memiliki waktu kelahiran. Waktu kelahiran tersebut  sering disebut sebagai “takdir”. Manusia juga memiliki identitas atau nama. Dalam nama inilah terkandung “nasib”. Begitu disampaikan Ananta Wajendra DBA, pendiri sekaligus pencetus dari hypnocodesname saat sharing di Shankara Resto, Jalan Danau Buyan, Sanur, Denpasar, Minggu (23/10).

Ketika timbul pertanyaan kalau kita mengubah nama berarti mengubah nasib kita, menurut Jendra bisa dikatakan seperti itu. “Para motivator sering mengatakan kalau setiap manusia memiliki hak yang sama untuk kaya dan semua ditakdirkan untuk kaya. Namun, kenapa tidak semua orang kaya padahal sudah berusaha maksimal. Ini karena di dalam namanya tidak ada nasibnya untuk kaya,” papar Jendra.

Ia mengaku langkahnya sebagai konsultan nama (hypnocodesname) dimulai ketertarikannya pada ilmu hipnosis. “Saya mulai berminat sejak SMA. Saya lihat   di televisi keren karena bisa membuat orang menuruti keinginan kita,” cetusnya Begitulah, saat melanjutkan kuliah di Yogyakarta, di sana ia semakin tertarik pada ilmu hipnosis. Mulai tahun 2006. ia belajar sedikit demi sedikit, sampai tahun 2010 Jendra belajar resmi tentang hipnosis dan tidak berhenti sampai sekarang.

Ia menyebutkan nama Ary Agung, seorang praktisi hipnosis yang sangat jago dari Cilegon sebagai salah satu gurunya. Selanjutnya ia juga sempat belajar pada Ariesandi, salah seorang sesepuh hipnosis di Indonesia dan  berikutnya belajar ke Reza Anggara yang juga seorang master hipnosis non verbal sangat terkenal. “Saya juga belajar sama Dodie Magis yang mengajarkan Javanese magnetism yaitu ilmu Jawa kuno, ia bahkan mengajar sampai ke Eropa,” imbuhnya.

Dari semua yang dipelajarinya, Jendra menjadi tahu jika pikiran adalah segalanya dan semuanya  bisa dikontrol. Akhirnya Jendra bisa mengobati orang yang sakit mental maupun fivisik dengan metode yang dipelajarinya.  Meski begitu, ia  juga mengakui  pernah gagal. Sebab, kesembuhan didasari dari niat mereka yang berobat. Jadi, diperlukan niat yang besar seseorang untuk sembuh agar semua program yang diberikan bisa bekerja dengan lancar.

Selanjutnya, dalam perjalanannya ia pun mencari cara memperkecil peluang gagal Jendra yakin ada teknik yang dahsyat untuk menyembuhkan orang secara permanen.”Di awal 2016 , ternyata jalan Tuhan terbuka. Saya menemukan jawaban dari semua pertanyaan yang selama ini menghantui. Saya berhasil memperkecil peluang gagal dari hipnoterapi. Ilmu itu bernama hypnocodesname , yang berarti suatu kode yang terhipnosis di dalam diri kita melalui nama dan merangkai cerita hidup yang disebut nasib,” paparnya

Dalam prosesnya kata Jendra cukup sederhana, ia hanya meminta nama kemudian tanggal lahirnya dan dari sana ia mampu membaca bagaimana nasib seseorang atau apa yang akan terjadi pada kehidupan mereka. “Sesederhana itu. Betul nasib adalah karunia Tuhan, hanya kita harus tahu dimana letak nasib dalam diri kita, mari kita lihat di dunia kehidupan kita di atur oleh yang namanya sistem yang teratur,” katanya.

Di dalam takdir, lanjutnya ada nasib dan ini yang membedakan kita dari satu orang ke orang lainnya. “Ini membedakan saya dan Anda. Dulu ada lagu takdir memang –kejam. Seharusnya bukan takdir tapi nasib. Dan. saya menjamin atau menggaransi perubahan kehidupan pada orang yang saya ubah namanya. Kalau selama 100 hari setelah mengubah nama , hidupnya tidak ada perubahan maka biayanya akan saya kembalikan 100%,” pungkasnya tersenyum.  (sri.ardhini@cybertokoh.com) 

To Top