Dara

Lokananta: Suka Bikin Baper

Berawal dari keisengan membuat lima sekawan yang telah lama saling mengenal akhirnya memutuskan untuk membentuk sebuah grup band yang diberi nama Lokananta. Lokananta terinspirasi dari  seperangkat musik gamelan yang begitu indah dari kahyangan sehingga ekspektasinya band ini dapat mengalun indah dalam perjalanan kariernya.

Band asal dari Buleleng ini sangat konsen dalam membawa misi melestarikan bahasa Bali melalui sebuah karya. Tidak dimungkiri kemajuan zaman yang begitu pesat telah menggeser keberadaan bahasa Bali sebagai bahasa ibu. Melalui sebuah lagu secara tidak langsung akan mengingatkan pendengar untuk menggunakan bahasa ibunya.

Band yang terdiri dari Agus (vocal), Sam (gitar), Dudek (keyboard), Doddy (bass), dan Boby (drum) tersebut mampu meramaikan blantika musik khususnya di Bali. Uniknya, meskipun salah seorang personil berasal dari Lombok akan tetapi tidak menyurutkan niatnya untuk bergabung dalam Lokananta. “Tidak ada alasan bagi saya untuk menolak. Malahan ini menjadi suatu kebanggaan bisa mencintai bahasa Bali,” ujar Dudek. Menurutnya, menjadi bagian dari Lokananta dapat ikut serta dalam melestarikan bahasa Bali.

Band yang terbentuk sejak Januari 2016 ini telah memiliki beberapa single hanya saja yang telah rampung direkam dan digarap video klipnya satu lagu yang berjudul Nu Sayang. Hal yang menjadi kendala selama ini dalam perekaman maupun dalam penggarapan klip video adalah waktu dan dana. “Waktu salah satunya, kedua adalah dana. Maklum kami masih indie dan belum punya manajemen,” tegas Doddy.

Sebagian besar lagu yang tercipta bertemakan cinta. Menurut Doddy, mengambil tema seputaran cinta memang cukup meanstream akan tetapi menjadi lebih unik tergantung dari sasaran yang ingin dituju. “Kalau kami sasarannya orang sebaya yang masih muda-muda, sebab orang diumur sekian masih sangat dekat dan menggandrungi yang namanya cinta,” paparnya. Ia juga menambahkan jika sebuah lagu dapat menggambarkan isi hati seseorang maka yakin lagu tersebut akan mudah diterima. “Ya istilahnya baper. Kalau lagu udah bikin baper pasti disukai,” tandasnya.

Hal terpenting yang paling diperhatikan dalam membuat sebuah lagu bukanlah membuat lagu yang bagus, melainkan membuat lagu yang bisa membuat orang lain senang. “Kami tidak terpaku pada satu jenis aliran musik, yang jelas musik yang bisa diterima dengan baik oleh pendengar,” tambah Agus. Mereka juga selalu menggunakan bahasa yang ringan dalam menciptakan lirik-lirik dalam lagunya. “Sekarang kan lagu trend lagu Bali yang dicampur dengan bahasa Indonesia seperti bahasa dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya. Dengan begitu, diharapkan lirik-liriknya terdengar lebih mudah dicerna dan diterima masyarakat. (wiwinmelianan22@cybertokoh.com)

To Top