Connect with us

Sudut Pandang

Manfaatkan Sumber Bahan Lokal

Published

on

Putu Eka Wilantara

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menunjukkan cinta tanah air. Salah satunya dengan mencintai produk dalam negeri. Ditengah berkembangnya kreativitas anak-anak dalam negeri tidak akan ada artinya jika tidak didukung dengan upaya untuk menggunakan hasil kreativitas itu. Hal ini disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 1 Singaraja I Putu Eka Wilantara, M.Pd.

Ia mengungkapkan tidak sedikit produk negeri Indonesia yang dijual dan dipakai di pasar internasional dan mendapat pengakuan dunia. Akan tetapi kecenderungan anak-anak utamanya remaja justru lebih bangga menggunakan produk luar negeri. “Mereka hanya ingin mengikuti trend padahal tidak sedikit barang-barang dari luar negeri, asal muasalnya dari dalam negeri,” jelasnya.

Menurut Wilantara, sekolah sebagai lembaga pendidikan harus mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini. Dengan mencintai produk dalam negeri tidak hanya menunjukkan rasa bangga menggunakan barang-barang lokal melainkan ada banyak keuntungan yang diperoleh. “Salah satu manfaatnya adalah meningkatkan pendapatan negara, bandingkan bila kita membeli produk luar negeri tentu akan memperkaya negar lain,” tegasnya.

Pria kelahiran 10 Juli 1974 itu juga mengatakan dengan menggunakan produk dalam negeri secara tidak langsung ikut membuka kesempatan kerja yang lebih banyak bagi masyarakat dan tentu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum. Ia juga mempertegas bahwa dengan menggunakan produk dalam negeri berarti menghargai kemampuan diri sendiri.

Advertisement

Disamping siswa, peran guru sebagai tenaga pendidik juga harus memberikan teladan dalam mencintai produk dalam negeri. Salah satu contoh paling sederhana yang diberikan dengan wajib menggunakan batik atau endek di sekolah. “Memang terlihat sepele tetapi kalau dilihat dari nasionalisme patut diacungi jempol karena menunjukkan produk lokal khas Indonesia,” imbuhnya.

BACA  Luangkan Waktu untuk Anak

Bagaian kecil lain yang bisa menunjukkan bahwa warga sekolah mencintai produk dalam negeri adalah jajanan kantin sekolah menjual olahan hasil pertanian lokal seperti pisang goreng dan keripik singkong. “Di saat kita tergiur dengan produk luar, seharusnya kita dapat memanfaatkan bahan dari alam yang tentunya lebih sehat,” tuturnya.

Dalam pembelajaran pun, pihak sekolah yang lebih dikenal sebutan Smansa ini mengintegrasikan cinta produk dalam negeri dalam mata pelajaran. Melalui pengembangan kewirausahaan dan prakarya siswa dapat memanfaatkan sumber alam lokal untuk menghasilkan produk yang tidak kalah dengan produksi luar negeri. Produk dimaksud seperti aneka olahan makanan tradisional dan pembuatan minyak wangi dari bahan alam Indonesia. “Akan ditunjukkan melalui pameran tahunan dalam rangka HUT sekolah,” tandasnya. Ia sangat yakin jika kualitas produk dalam negeri ditingkatkan tentu akan diminati dan dicintai oleh masyarakat. –Wiwin

Advertisement
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sudut Pandang

Cara dan Strategi Perlindungan dan Kesejahteraan Perempuan saat Pandemi Covid-19

Published

on

Jakarta (cybertokoh.com) –

Pandemi Covid-19 yang tengah melanda Indonesia menimbulkan dampak yang luas pada berbagai aspek terutama terhadap kelompok rentan seperti bayi, balita, anak-anak, ibu mengandung atau menyusui, penyandang disabilitas, dan lansia. Untuk itu, KemenPPPA tidak tinggal diam dan terus memastikan terpenuhinya perlindungan dan kesejahteraan pada kelompok rentan termasuk, perempuan dan anak.

Dalam live streaming bersama BNPB Indonesia , Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Menteri PPPA Bintang Puspayoga, berbicara mengenai “Cara dan Strategi Perlindungan dan Kesejahteraan Perempuan pada Masa Pandemi Covid -19”. Dampak dari pandemik ini memiliki pengharuh yang berbeda untuk perempuan karena memiliki kebutuhan khusus yang harus dipenuhi.Selain melakukan refocusing anggaran dan Kemen PPPA telah melakukan upaya untuk mendorong terwujudnya keadilan gender di masa pandemik Covid-19 saat ini. Diantaranya memastikan agar protokol dan strategi penanganan Covid-19 menjadi lebih responsif gender dan ramah terhadap anak serta mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.

Selain itu, Kemen PPPA juga telah menyusun Program Gerakan Bersama Jaga Keluarga Kita (Berjarak) sebagai upaya bersama untuk memastikan bahwa perempuandan anak aman bersama keluarga dalam menghadapi bahaya paparan Covid-19. Program berjarak ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, desa/kelurahan, para pemangku kepentingan lainnya termasuk PKK, lembaga masyarakat, dunia usaha, akademisi, lembaga keagamaan dan lain-lain.

Advertisement

Kemen PPPA telah mengumpulkan data terpilah perempuan dan anak dari 21 Provinsi yang memudahkan untuk memantau kondisi kelompok rentan terdampak, untuk kemudian menindaklanjuti sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Saat ini, untuk jumlah pasien positif dirawat sebanyak 26 anak dan 94 perempuan, pasien positif sembuh sebanyak 9 anak dan 27 perempuan, dan untuk pasien positif meninggal ada sebanyak 6 anak dan 141 perempuan. (Data Pokja Berjarak, 20 April 2020).

BACA  Usaha Penyelamatan harus Bersama-sama

Menteri Bintang juga terus berkoordinasi dengean berbagai K/L organisasi, tokoh masyarakat, pemangku kepentingan lainnya untuk terus bersinergi dan saling mendukung hingga melewati kondisi ini. Harapannya, semoga semua upaya yang telah dilakukan oleh seluruh pihak baik pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat demi melindungi dan meningkatkan kesejahteraan perempuan dan anak di masa pandemi Covid-19 ini, dapat terus menjaga perempuan dan anak-anak Indonesia agar tetap sehat, bahagia, dan sejahtera serta bisa melewati masa pandemi dengan kuat.

“Ayo kita bersama-sama menjadi bagian dari solusi dan mengambil peran dalam melawan Covid-19. Satu hal yang harus kita perhatikan bersama, tetap di rumah, gembira bersama keluarga di rumah,” katanya. (Sri Ardhini)

Advertisement
Continue Reading

Sudut Pandang

Pesanan Sepi, Manfaatkan Waktu untuk Bercengkrama

Published

on

cybertokoh.com – Banyak pelaku UKM yang terdampak penyebaran virus korona. Salah satunya yang bergerak di bidang fashion di Bali. Biasanya menjelang Hari Raya Nyepi permintaan busana adat mengalami peningkatan dan mereka bisa tersenyum.

“Namun saat ini, suasananya tergolong kategori prihatin. Kami para UKM sedang bokek. Sepiiiiiii sangatttt, termasuk online juga tak digapai pembeli,” ujar Dewi Anyar, pemilik “Anyar Butik” di kawasan Jalan Sutomo, Denpasar. Dikatakannya semua pameran yang biasa diikuitnya, kali ini juga ditunda sampai dengan waktu yang tidak ditentukan. “Saat ini orang-orang lebih memikirkan isi perut dan virus,” katanya lebih lanjut.

Dewi Anyar juga mengatakan, dampak virus korona terhadap industri fashion terlihat jelas. Dunia juga terkena imbasnya. Berbagai perhelatan fashion dan pekan mode yang sudah dijawalkan pun tidak jadi digelar dan harus ditunda bahkan dibatalkan. “Jadi saat ini sebaiknya kita semua di Bali khususnya, mari ikuti anjuran pemerintah. Karena, tujuannya demi pencegahan semakin menjalarnya wabah korona ini,” ungkapnya.

Selain itu, berbicara mengenai imbauan pemerintah, salah satunya bekerja di rumah saja, dikatakannya agar tidak gabut, Dewi Anyar memilih untuk memanfaatkan waktu lebih banyak bercengkerama dengan keluarga, terutama menjadikannya quality time dengan dua anaknya yang tengah menginjak remaja. “Kami juga berdoa bersama agar keadaan segera membaik kembali,” ucapnya sambil menambahkan ia juga mengisi waktu dengan corat-coret membuat desain dan memasang payet untuk memperindah kebaya-kebaya kreasinya yang belum terjual. (Sri Ardhini)

Advertisement

BACA  MEET & GREET CUSTOMERS BPR KANTI 2017
Continue Reading

Sudut Pandang

Antisipasi Korona, Hindari Keramaian

Published

on

cybertokoh.com – Berbagai imbauan dikeluarkan pemerintah terkait pencegahan perkembangan dan penyebaran virus korona. Salah seorang warga Kota Denpasar, Anak Sagung Sagung Inten, yang lebih dikenal dengan nama Byang Mangku Hipno, mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan segala upaya agar kita aman. Jadi  anjuran apapun itu sepanjang dapat menyelamatkan kita dari bahaya virus korona  patut ditanggapi dengan positif.

Dikatakannya kita sebagai warga , tak perlu panik apalagi menambah kisruh keadaan. “Yang terbaik adalah mentaati dan melakukan tindakan sesuai anjuran pemerintah seperti mencuci tangan yang bersih dan lebih intensif, menjaga pola makan atau pola hidup sehat. Begitu juga dengan kondisi tubuh harus dijaga tetap fit, agar segala penyakit tidak mudah menghampiri,” ujar pemilik Rumah Boneka di kawasan Jalan Kebo Iwa, Denpasar ini.

Mengenai langkah lainnya yakni, tidak melakukan jabat tangan saat bertemu seseorang untuk sementara waktu menurut Byang Mangku juga masuk akal. Nanti jika keadaan aman dan kita berada di lingkungan yang sehat, tradisi kita bersalaman bisa dilakukan lagi. Kami saat ini menyambut tamu cukup dengan  tersenyum dan hati yang gembira,” ungkapnya.

BACA  Pendidikan Pendukung Kebangkitan

Sementara mengenai imbauan untuk selalu menjaga kesehatan, kebersihan , olah raga, menjaga pikiran untuk tidak stres, juga pola hidup sehat, sepatutnya memang sudah menjadi bagian dari keseharian kita, untuk tidak mudah terserang penyakit bukan hanya pada saat adanya virus corona. Hal ini dikatakan pula oleh Putu Rupani, S. E., seorang Konsultan Retail dan Kemasan Produk UMKM Bali, yang berkantor di Jalan Sari Gading Denpasar  dan Yanni Handayani, pemilik  Cosmic Reflexology di Jalan Pulau Tarakan, Denpasar.

Advertisement

Menurut Rupani, jika saat ini kita tidak lagi bersalaman dan cukup dengan mencakupkan tangan, tentu satu sama lain pada maklum. “Ketika kita merasa lebih sreg dan harus berjabat tangan, maka sebaiknya bekali diri  tisu basah, karena didalamnya mengandung sanitizer. Jadi sehabis bersalaman, usap tangan menggunakan tisu basah, setelah itu, untuk lebih yakin cuci tangan memakai sabun. “Namun. semua kembali kepada kita, asal kita tahu bagaimana mengantisipasi. Jangan sampai karena ketakutan dan kepanikan  kita tak bisa beraktivitas ujung-ujungnya kita yang rugi ,” tandas Rupani.

Untuk menjaga kesehatan, Yanni Handayani mengatakan selama ini dilakukan dengan mengonsumsi makan yang sehat dan rutin olahraga. “Selain itu saya juga tetap mengikuti perkembangan terkini mengenai virus korona ini dari sumber yang dapat dipercaya. Jangan sampai kita terpengaruh mitos yang tidak ilmiah dan tidak terbukti, termasuk tidak membeli suplemen sembarangan ” katanya.

BACA  Dengarkan Nasihat Ibu

Sedangkan tambahan imbauan untuk menghindari tempat keramaian serta menghindari untuk bepergian jauh juga ketiga ibu ini setuju. Dan bersama pula mereka mengajak kita semua berdoa agar kondisi ini segera berakhir, melihat dampak yang ditimbulkan sangat luas.

Jika dampak akibat adanya virus korona, juga diakui Byang Mangku berimbas  pada usahanya. Produk karya tangannya yang penjualan dilakukan di beberapa lokasi wisata omzetnya turun drastis.  Hanya untuk pembeli lokal hingga saat ini masih jalan meski ada penurunan dari biasanya. (Sri Ardhini)

Advertisement
Continue Reading

Tren