Buleleng

Revitalisasi Pasar Seririt

Putu Agus Suradnyana meninjau Pasar Seririt pasca terbakar dalam kunjungan kerja di kecamatan Seririt

Pasar Seririt yang terbakar untuk kedua kalinya tahun 2014 sudah direvitalisasi. Pemkab Buleleng mengambil langkah cepat dengan menggunakan dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Buleleng tahun 2016 melalui Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagprin) sebesar Rp 12 miliar. Sampai 11 Oktober 2016, pengerjaan sudah mencapai 81% lebih dengan waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender.

Hal tersebut terungkap saat Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST melaksanakan kunjungan kerja (kunker) tahun 2016 ke Kecamatan Seririt, Kamis (13/10). Selain meninjau proyek pembangunan Lapangan Umum Seririt, Bupati yang akrab disapa PAS ini melakukan peninjauan ke proyek revitalisasi Pasar Seririt. Untuk diketahui, proyek pengerjaan ini melingkupi pengerjaan rehabilitasi pasar utama, pengerjaan tangga utara, pengerjaan toilet umum, pengerjaan tower tangki air, pengerjaan pasangan gorong-gorong, pengerjaan ground tank, serta pengerjaan Pura Melanting.

Revitalisasi pasar Seririt ini merupakan salah satu bentuk komitmen kuat Pemkab Buleleng dalam menjamin terciptanya nilai kebersamaan serta makna pengembangan aktivitas ekonomi masyarakat. Keberadaan pasar Seririt ini merupakan upaya untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap pemasaran produksinya, baik produksi industri rumah, maupun produksi pertanian.

Pengerjaan pasar  yang melalui rehabilitas dan pembangunan ini diharapkan nantinya bisa meningkatkan akses – akses perekonomian  di Kecamatan Seririt dan di Buleleng barat. Pasar Seririt ini merupakan  pasar yang sangat vital karena sangat strategis untuk  perekonomian di Buleleng Barat.

Menurut Kepala Diskopdagprin Buleleng, Drs. Ketut Suparto, MMA, kemajuan pembangunan proyek revitalisasi Pasar Seririt sampai saat ini mencapai 81%. Jangka waktu proyek ini sampai dengan 26 November 2016. Tetapi, paling lambat 20 November 2016 proyek ini sudah selesai. “Kita akan tunggu sampai batas waktu yaitu 20 November 2016,” ungkap Suparto.

Disinggung mengenai pedagang yang nantinya akan menempati gedung Pasar Seririt yang baru, mantan Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng ini menjelaskan bahwa semua pedagang yang dulunya menempati Pasar Seririt akan didata dan dimasukkan kembali. Untuk penambahan pedagang baru, pihaknya masih melihat kondisi pasar yang baru. “Nanti kita lihat dulu jika dimungkinkan akan ada penambahan pedagang yang akan berjualan di Pasar Seririt yang baru. Kita akan bekerjasama dengan PD Pasar,” tegasnya. -Wiwin

 

To Top