Pelesir

Pesona Air Terjun “Turun dari Langit”

Air Terjun Cepung

Potensi alam Kecamatan Tembuku, Bangli nampaknya tak pernah habis. Disamping air terjun Tangkup, ternyata di daerah yang berada di bagian timur ini juga terdapat air terjun Cepung atau juga dikenal dengan air terjun “Turun dari Langit”.

Air terjun Cepung berada di Banjar Penida Kelod, Desa/Kecamatan Tembuku, Bangli. Untuk sampai di lokasi, harus berjalan kaki  ratusan meter dari jalan raya melalui jalan setapak dan berundag. Perjalanan dilanjutkan dengan menyisiri Sungai Yeh Gadang dan berlanjut  ke Sungai Cepung. Saat itu, mata akan dimanjakan dengan keindahan alam berupa tebing bebatuan  dan juga goa sangat mempesona yang terbentuk secara alami.

air-terjun-cepung-4Suara gemericik air sungai yang seolah-olah tak rela dihadang bebatuan. Tak hanya itu, hijaunya daun pepohonan juga menunjukkan potensi alam yang menawan. Sekitar 10 menit berjalan, tibalah di air terjun tersebut. Mata akan dihipnotis dengan indahnya deburan air yang sangat hening dan dikelilingi batu cadas. Saat itu pula, dirasakan sensasi seperti masuk ke dalam goa. Pancaran sinar matahari memunculkan warna berdegradasi.

Berkat keindahan yang dimiliki, air terjun setinggi 15 meter  ini juga diberi julukan air terjun ‘Turun dari Langit”. Ketenarannya tak hanya di lingkungan Bangli saja. Sejak tiga bulan lalu, pengunjung yang datang dari luar Bangli cukup ramai. Akibat terkesan keindahan yang ditawarkan, pengunjung pun tak hanya mengabadikannya melalui foto saja. Namun ada pula yang langsung mandi. Suasana alami yang dirasakan tak hanya itu saja.  Dekat air terjun ini juga terdapat sejumlah pancoran disucikan warga yang disebut  “Patirtaan Nawa Ratna”. Konon diyakini berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Ketua Pemuda Banjar Penida Kelod Putu Waliana menuturkan sebelum dikenal banyak orang, air terjun ini hanya dikunjungi warga sekitar dan itu pun sangat jarang. Setelah diunggah di media sosial, tiba-tiba menjadi tenar. Pengunjung yang datang seakan-akan tak pernah habis. “Sejak beredar di medsos, air terjun ini banyak yang mengunjungi,” ujarnya.
Kunjungan semakin ramai saat hari libur tiba.  Tiket masuknya hanya berupa sumbangan sukarela atau punia. “Pengunjung yang datang tak hanya domestik. Asing juga ada. Sementara tarif masuknya masih sukarela,” imbuhnya.

Perbekel Tembuku I Ketut Mudiarsa mengatakan menurut penilaian beberapa waktu lalu, air terjun Cepung tersebut menduduki peringkat ke tujuh terindah di Bali.  Ke depan juga ada rencana dikembangkan untuk dijadikan wisata paket. “Di desa kami juga ada arca sebagai tempat melukat. Potensi alam lainnya juga mendukung. Mudah-mudahan nanti bisa jadi wisata paket,” tandasnya.-Sosiawan

 

To Top