Bugar

Tularkan Kebiasaan Makan Sehat

Vania Wibisono

Makan kini tak sekadar urusan perut. Beberapa orang menjadikannya bagian gaya hidup yang harus sehat, menyenangkan,  dan menghibur. Vania Wibisono, salah satunya. Perempuan cantik yang dikenal sebagai selebrity chef ini, mulai menularkan kebiasaan makan sehat kepada masyarakat.

Meluncurkan buku Antistress tahun 2009, ia mencoba memberi edukasi kepada masyarakat dalam  makanan alami yang tak mengandung bahan kimia terbukti dapat menjadi obat antistres. Lewat buku ini dirinya ingin memberikan edukasi kepada masyarakat Indonesia mengenai makanan yang sehat. Menurutnya, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memahami hal tersebut. “Ikan disebut lebih baik dari daging merah. Padahal,  kalau dimakan dengan ukuran batas normal, daging merah juga menyehatkan. Untuk orang dewasa, konsumsi daging merah sebanyak 200 gram seminggu.  Untuk anak-anak 300-400 gram seminggu. Orang vegetarian juga harus  mengonsumsi vitamin B12 untuk mengganti asupan protein yang terdapat dalam daging merah,” ujar perempuan yang akrab disapa Vania ini.

Ia mengatakan, hidup di Jakarta mungkin berbeda dengan kota lainnya di Indonesia. Banyak penyebab, yang membuat orang menjadi stres. Ironisnya, sering terjadi salah dalam penyelesaian masalah dengan lari ke alkohol. Menurutnya, makanan kaya serat, roti gandum, cokelat tanpa pemanis,   buah-buahan,  dan sayuran, bisa mengobati stres.  “Saat ini, bukan lagi bagaimana membuat perut kita kenyang. tapi kualitas makanan agar hidup kita tidak stres. Di Jakarta sangat sedikit makanan sehat. Banyak sekali warung  makan, apalagi di pinggir jalan yang memakai pewarna dan perasa makanan. Sulit mencari makanan bersih di Jakarta,” ujar Vania saat ditemui tokoh di Swiss-Belhotel Petitenget, pekan lalu.

Biasanya,  ia  siasati dengan membawa bekal dari rumah dari hari Senin hingga Jumat.  Saat weekend ia  baru mengajak anak-anaknya  untuk makan di luar.

Kesadaran mengonsumsi makanan sehat semakin terbangun sejak Vania remaja,  ketika sang mama meninggal dunia akibat kanker payudara. Sebelum meninggal, sang mama berpesan agar anak-anaknya tidak sembarangan mengonsumsi masakan tidak sehat seperti makanan instan dan kalengan. “Ibu saya meninggal karena kanker. Karena itu saya jadi lebih memfokuskan diri dengan healthy food,” ungkap ibu dua anak ini.

Menurut dia, makanan memiliki peran penting untuk keseimbangan kondisi fisik dan psikologis seseorang. “Makanan yang salah atau tidak makan sama sekali justru akan semakin memperparah dampak stres,” kata perempuan yang belajar culinary art di Los Angeles, AS ini.

Cokelat, misalnya, memang ampuh meredakan stres. Namun, gula dalam cokelat justru menambah gangguan stres. Demi menangkal stres, Vania menyarankan konsumsi lebih banyak makanan berserat seperti roti gandum, buah-buahan seperti strawberry, dan menghindari makan gorengan.

Ia menambahkan, keseimbangan hidup juga diperoleh dengan mengonsumsi makanan seimbang yang terdiri dari karbohidrat, daging-dagingan, dan sayuran.

Pengetahuan Vania tentang makanan sehat diperolehnya  dari ilmu biologi yang dipelajarinya di kampus, dan beragam kursus tentang makanan.

Setelah meluncurkan buku resep makanan antistres pada 2009 lalu, wajah Vania makin sering tampil di layar kaca. Perempuan yang belajar raw food di Australia ini,  antara lain memandu acara memasak sehat di sejumlah saluran televisi. Lewat beragam media tersebut, Vania ingin mengedukasi masyarakat tentang makanan sehat.

Buku kedua setahun lalu diluncurkannya.  Dengan judul Foodie and the City, adik dari dr.  Sonia Wibisono ini berkolaborasi bersama  Nadia Mulya dan  Joy Roesma.  “Makan dan masak, adalah dua hal yang dahulu fungsi utamanya adalah memenuhi kebutuhan dasar manusia. Sekarang ini, di era melejitnya program acara masak, masak telah berevolusi menjadi sesuatu yang lebih besar,” ujarnya.

Buku Foodie and the City dapat dinikmati semua orang,  dari yang suka makan, ingin menggeluti bisnis kuliner, hobi memasak, hobi diet, pemerhati gaya hidup, sampai yang penasaran dengan cerita di balik sepiring hidangan nikmat. Dalam buku ini aneka resep disajikan, dari makanan untuk anak-anak yang serba cepat, makanan untuk suami, arisan, ulangtahun, diet, dll.

 

CANTIK ITU SEHAT

Penampilan lulusan Psikologi UI ini menjadi bukti hidup makanan sehat berdampak positif. Resepnya,  banyak makan sayur dan raw food karena kata dia,  energinya terasa jauh lebih banyak

Perjuangan mengonsumsi makanan sehat tersebut dimulai Vania dari dirinya sendiri. Setiap hari dari Senin hingga Jumat, ia selalu membawa bekal makanan sehat. Pada akhir pekan, Vania sesekali mencoba mengonsumsi masakan restoran. Menurut Vania, hidup harus seimbang, karena ia melihat, ada temannya yang rutin mengonsumsi makanan sehat, tapi tetap juga sakit. Karena itu, saat weekend ia memberikan kesempatan kepada dirinya dan keluarganya untuk menikmati makanan di luar.

Vania aktif mengusung kampanye bahwa masakan rumahan lebih enak, mudah, dan sehat. Vania juga membumbui pelajaran memasak itu dengan pengetahuan tentang kesehatan fisik dan psikis.

Kedatangannya ke Bali selain liburan, ia mencoba berbagi ilmu memasak dengan melakukan demo masak di Swiss-Belhotel Petitengat, membuat makanan sehat dari bahan-bahan segar. –Wirati Astiti

To Top