Connect with us

Dara

Putu Arlik Purwaniti: Selalu Ingin Mencoba

Published

on

Arlik bersama tim pramuka

Dara dari SMAN 1 Sukawati (Suksma) ini sudah meraih banyak prestasi juara dalam berbagai lomba, mulai dari lomba LKBB sampai lomba fashion show. Ia juga terpilih sebagai anggota Paskibra Provinsi Bali tahun 2016.

Berawal dari mengikuti ekstra pramuka, dara bernama lengkap Putu Arlik Purwaniti ini mulai menempa fisik dan mentalnya, sehingga menjadi orang yang percaya diri. “Mengikuti kegiatan pramuka melatih mental dan fisik saya. Saya aktif pramuka sejak SMA. Beberapa prestasi di bidang kepramukaan pun pernah saya raih,” ujar Arlik, sapaan akrabnya.

Siswi kelas XII IPA 6 Suksma ini ternyata tidak hanya aktif di pramuka. Ia pernah menjadi juara lomba mesatua Bali, juara Lomba Fashion Show Endek, Lomba Tata Busana Adat Bali dan juga masuk lima besar dalam pemilihan Jegeg Bagus Gianyar. Di sekolahnya sendiri, Arlik merupakan runner up 1 Jegeg Bagus Suksma 2016. “Saya pernah gagal dalam lomba tata busana. Tetapi, itu tidak membuat saya menyerah. Saya mencoba lagi hingga meraih juara. Jangan putus asa kalau belum berhasil. Selalu ingin mencoba merupakan pilihan saya. Sebelum mencoba, kita tidak akan pernah mendapat hasil yang diinginkan,” tegas dara kelahiran 11 Agustus 1999 ini.

BACA  Alit Chachink: Beralih Ke Musik Reggae

Arlik yang menjabat sebagai Pradana Putri di Suksma termasuk siswa yang sangat aktif di sekolahnya. ia mengikuti ekstra pramuka, paskibraka, dan teater. Di tengah kesibukannya yang padat, ia harus pintar-pintar membagi waktu, agar semua kegiatan bisa terlaksana dengan baik. dengan demikian ia bisa menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki secara maksimal. Kiatnya untuk membagi waktu adalah dengan pintar-pintar menempatkan diri. Guru dan orangtua pun mendukung apa yang ia lakukan, karena semua berhasil dijalani dan membuahkan hasil.

Advertisement

“Prestasi yang saya raih tidak terlepas dari dukungan keluarga dan sekolah serta keberanian dalam mencoba hal yang baru dan kemauannya untuk terus belajar dan menambah pengalaman,” ujar anak pertama dari pasangan I Nyoman Arjawa dengan Ni Wayan Loji, yang tinggal di Gg Arjuna Desa Buruan, Blahbatuh-Gianyar ini.

Menurut penuturan orangtuanya, sejak kecil Arlik sudah menunjukkan bakatnya tampil di atas panggung. Sewaktu SD ia pernah meraih juara mesatua bali. Mentalnya semakin terasah sejak ia mengikuti ekstra pramuka. Sejak itu, alumni SMPN 1 Gianyar ini sering mengikuti berbagai lomba kepramukaan seperti LKBB dan kerap meraih juara. Keberhasilannya juga didukung oleh kepiawaiannya dalam berkomunikasi dan menari Bali.

BACA  Anick feat Mofnrocx: Miliki Jati Diri

Berkat prestasinya dalam berbagai lomba, Arlik sering diminta untuk melatih para juniornya dalam kegiatan paskibra dan LKBB. “Sekarang saya duduk di bangku kelas XII, sedikit demi sedikit mulai mengurangi kegiatan di luar bidang akademis, dan fokus belajar untuk persiapan menghadapi ujian nasional,” tegas dara yang bercita-cita menjadi polwan ini. –Ekayana/Ngurah Budi

 

Advertisement
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dara

“Saat Bersama” Intan Laksmi Ungkapkan Anugerah Terindah

Published

on

Intan Laksmi

Denpasar (cybertokoh.com) –

Bali tak pernah berhenti mengorbitkan bakat-bakat baru, di tengah perkembangan pesat industri musik di tanah air. Intan Laksmi, seorang solois berbakat yang baru beranjak remaja, meluncurkan “Saat Bersama”. Sebelumnya, Intan telah merilis single bertajuk “Meraih Mimpi”.

Lagu “Saat Bersama” diciptakan dua musisi Bali, Wira Krisna dan Tika Pagraky. Single ini dirilis secara resmi berbarengan dengan pengenalan video klipnya, Sabtu (6/11) di kanal Youtube Intan Laksmi

Lagu bergenre pop modern ini mengangkat tema yang tak jauh-jauh dari dunia remaja. “Kisah seorang remaja putri yang mengungkapkan anugerah terindah kebahagiaan saat bersama sahabat di kala suka dan duka. Intinya pesan kepada teman-teman agar tetap setia, saling percaya dan takkan berpisah selamanya,” ungkap Intan yang lahir 19 Februari 2008 ini.

Advertisement

Intan yang memiliki nama lengkap Kadek Intan Dwi Laksmiantari sangat beruntung karena untuk rekaman kali ini masih didukung banyak naman-nama hebat di bidangnya. Selain pencipta lagu dari orang yang sudah punya nama dan diakui karya di kancah musik Bali, aransemen musiknya digarap oleh Sila, sekaligus owner dari Silahomestudio. Video Klip digarap Arga Agustianto sekaligus owner Cato Production, dan figuran didukung oleh teman-teman Intan di sekolah. Manajemen artis ditangani De Ama, presenter yang juga penyanyi lagu pop Bali.

BACA  “Karena Cintamu”, Inspirasi dari Inda Prameswari

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu proses single kedua ini. Terima kasih kepada Papa dan Mama yang telah mendukung sampai saat ini. Terima kasih kepada Kak De Ama selaku manajer yang sudah menyiapkan konsep semuanya dari awal,” ujar Intan.

Untuk memudahkan penikmat musik menikmati “Saat Bersama”, lagu ini akan tersedia di berbagai platform musik digital seperti Sportify, Joox, Itunes dan lainnya. Selain itu video klipnya juga bisa disimak melalui kanal Youtube Intan Laksmi.

Sebelum merilis “Saat Bersama”, Intan sempat tergabung dalam Bali Kumara Generasi ke-4 (BK4) dengan satu lagu berjudul “Nguni Gelatik” (2018). Tahun 2019 lalu, ia melepas single ke-2 berjudul “Astungkara”. Tahun 2020, ia mengeluarkan single pertama berbahasa Indonesia dengan judul lagu “Meraih Mimpi”. (Ngurah Budi)

Advertisement
Continue Reading

Dara

“Kilangan Tresna” Single Pertama Gek Mirah

Published

on

Denpasar (cybertokoh.com) –

Bagaimana rasanya kehilangan orang yang disayang, orang yang dicintai? Bagaimana galaunya ketika asmara kita berlalu dan hilang? Coba tanyakan ke Gek Mirah.

Dara bernama lengkap Agung Mirah Prayoga ini baru saja merilis secara resmi rekaman solo pertamanya, “Kilangan Tresna”. Diawali dengan penayangan video lirik di kanal Youtube pekan lalu, dan disusul dengan acara peluncuran sekaligus penayangan perdana video musik, Sabtu (28/11)

Menurut Gek Mirah, penggarapan “Kilangan Tresna” bermula ketika ia kerap membuat cover song untuk konten di media sosial. Satu ketika ia meng-cover lagu “Sedih” milik penyanyi Tika Pagraky.

Advertisement

“Ternyata lagu yang saya cover itu mendapat perhatian dari Mbok Tika yang menanyakan apakah sudah punya lagu sendiri atau belum. Kalau belum, mbok Tika menawarkan untuk membuatkan lagu,” ungkapnya saat ngobrol dengan wartawan, Kamis (26/11).

Gek Mirah yang masih duduk di kelas II SMA ini merasa senang mendapat perhatian seperti itu. Sembari menunggu Tika mempelajari karakter vokal Gek Mirah, obrolan berlanjut hingga Tika kemudian menyodorkan satu lagu ciptaan Wira Krisna, “Kilangan Tresna”.

BACA  Alit Chachink: Beralih Ke Musik Reggae

Merasa cocok dengan lagu garapan vokalis Rocktober itu, Gek Mirah tak mau berlama-lama lagi, langsung mempelajarinya dan berlanjut rekaman di studio Harta Pro di bawah arahan Dek Artha.

Sayangnya proses selanjutnya tertunda selain karena pandemi, kebetulan juga Gek Mirah dikejar proyek lain bersama Alcoust Band yang drummernya I Kadek Bayu Satya Wiguna Prayoga, adik Gek Mirah.

 

Advertisement

“Ya, jadinya “Kilangan Tresna” molor dan molor lagi pembuatan video klipnya. Akhirnya dengan berusaha mencuri-curi waktu di tengah kesibukan saat ini, proses syuting bisa dilakukan,” ujar buah hati pasangan I Made Astra Prayoga-Ida Ayu Ekasriadi ini.

Gek Mirah mulai dikenal di belantika musik pop Bali saat muncul bersama Alcoust Band
beberapa waktu lalu. Siswi SMA 3 Denpasar ini bukanlah orang baru di jalur tarik suara. Ia sudah gemar menyanyi sejak kanak-kanak dan kerap menjajal berbagai panggung kompetisi. “Kami sebagai orangtua memberikan dukungan kepada anak-anak untuk menekuni dunia musik,” ujar Astra Prayoga. (Ngurah Budi)

Continue Reading

Dara

“Karena Cintamu”, Inspirasi dari Inda Prameswari

Published

on

Denpasar (cybertokoh.com) –

Setelah beberapa kali meluncurkan single sebagai penyanyi anak-anak, Inda Prameswari kini muncul lebih dewasa. Satu lagu berbahasa Indonesia, “Karena Cintamu” menandai babak baru perjalanannya di kancah musik.  Lagu sekaligus video klipnya diluncurkan Kamis (24/9).

Pemunculan dara bernama lengkap I Gusti Agung Ayu Dinda Prameswari Sutha ini masih tak lepas dari peran sang ayah, penyanyi pop Bali, Agung Wirasutha. Agung pula yang membuatkan lagu ”Karena Cintamu” secara khusus untuk sang putri.

Lagu “Karena Cintamu” tercipta di tengah perjalanan spiritual yang dilakukannya di tengah pandemi. Tidak heran jika lirik lagu ini  terkesan sarat makna. Meskipun judulnya memakai kata cinta, yang dimaksud di sini lebih dari sekedar cinta kepada kekasih atau pasangan, tetapi cinta secara luas termasuk cinta dari Sang Pencipta.

Advertisement

Untuk penggarapan musik dipercayakan kepada Dek Artha. Sementara video klip digarap oleh Gede Purnama dan juga didukung oleh penari Adi Siput. Untuk masalah penampilan kali ini Inda mengenakan busana, perhiasan dan make up dari Inggi Kendran dengan lokasi penggarapan klip di Black Lava Kintamani, Lake View Bali Hotel Kintamani dan Pantai Nyanyi Tabanan.

BACA  Lama Vakum, Join Kopi Hadir dengan Lagu Terbaru

“Sengaja saya tulis “Karena Cintamu”, biar lebih universal dan mengindari kesan berat apalagi dinyanyikan oleh Inda Prameswari yang masih belia, agara bisa masuk di kalangan remaja, yang sudah mengenal cinta,” jelas Agung Wirasutha. Ia berharap semoga lagu ini mampu menginspirasi dan memotivasi banyak pihak untuk sama-sama berjuang melawan Covid-19.

Mengikuti jejak sang ayah di dunia tarik suara, Indaa Prameswari yang kini berusia 17 tahun sudah mulai rekaman sejak dengan merilis lagu “Anugerah”. Ia juga merilis beberapa single seperti Demen Dadi Milu (2015), Demen Tapi Sing Bani (2017), juga kolaborasi bersama Nissa Putri dan sang ayah, Agung Wirasutha untuk lagu ”Om Nama Siwaya” (2018). (rls/Ngurah Budi)

Advertisement
Continue Reading

Tren