Sudut Pandang

Semangat dan Fokus Jalankan Bisnis

Dengan pengalamannya ia tahu benar, makin banyak pembangunan
perumahan, kantor , ataupun sekolah pengaruhnya cukup signifikan terhadap bisnis
tanaman hias yang dijalankannya. Rumah dan kantor baru tersebut akan
memerlukan tanaman penghias baik untuk hiasan taman di luar maupun hiasan di bagian dalam sebuah ruangan.
Bukan hanya itu, dengan pelayanan yang tulus dan sangat bersahabat Komang Sutama (44), lebih mudah menggaet pembeli tanamannya hingga menjadi
pelanggan. Bahkan cukup banyak dari mereka yang akhirnya datang kembali. “Pembeli kami kebanyakan dari Denpasar dan Singaraja. Banyak juga pengunjung yang lewat membeli tanaman hias sebagai oleh-oleh, seperti mawar cantik dengan bunga aneka warna ini hanya Rp 10 ribu,” katanmya
Rupanya untuk usaha “Sari Abadi” yang djalankannya mulai dari langkah kecil ini, lelaki kelahiran Candi Kuning, Bedugul ini memang tidak main-main. Ia selalu
semangat dan fokus menjalankan bisnis yang dirintis sekitar tahun 1995. Dari
langkah pertama katanya ia menjalaninya dengan tekun dan sungguh-sungguh , sehingga terlihat hasilnya bisa sebagai penopang utama ekonomi keluarganya.
Menurut suami dari Putu Sariani (37) ini, kini di kebun yang luasnya 200 m persegi tersebut tersedia ratusan jenis tumbuhan. Selain tanaman hias Komang juga menyediakan beberapa jenis bibit pohon buah untuk melengkapi koleksinya.
Dijelaskannya pula kalau sebagain besar tanaman yang ada di kebunnya, didatangkan dari wilayah Jawa.
Meski demikian, Komang mengaku jika selama ini tidak ada kesulitan yang berarti dirasakannya. Hanya saat musim hujan saja tanaman lebih mudah busuk.
Saat musim panas, ia dituntut harus lebih rajin untuk menyirami tanamannya. Namun, karena memelihara tanaman tersebut dianggapnya bukan
pekerjaan berat, bahkan sudah menjadi aktivitas yang dicintainya.
Meski tiap hari tanaman yang dikumpulkan sudah mencapai ratusan jenis dan harus selalu disiangi dan disiram, Komang mampu menggarapnya hanya dengan
dibantu anak-anaknya setelah pulang sekolah. “Kegiatan berkebun atau merawat tanaman sekaligus menjadi kebersamaan yang menyenangkan,”cetusnya

BELAJAR DARI PENGALAMAN
Ditanya apa saja yang sudah diperolehnya setelah hampir 20 tahun berbisnis tanaman, dengan kerendahan hati Komang mengatakan jika dengan usaha yang
dijalaninya ia mampu menghidupi keluarga, terkait sandang, pangan dan
papan juga pendidikan untuk anak-anaknya dan kesehatan keluarganya. ”Tidak berlebihan sebatas memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga kecil kami, biaya makan dan sekolah anak-anak,” cetus Komang yang diamini sang istri.
Hal lain yang dilakukan ayah dari Putu Etika Sari, Kadek Dewi Puspasari dan Komang Aria Girioarta ini, agar bisa terus bertahan bersama aneka tumbuh-tumbuhan tersebut, adalah tidak berhenti belajar. Untuk urusan pupuk agar tanamnnya mau tumbuh dengan kualitas yang baik, ia rajin melakukan percobaan sendiri sampai menemukan pupuk yang terbaik untuk perawatan masing-masing tanaman,
Tujuannya, kata Komang agar mereka yang membeli tanaman hias atau jenis
tanaman lainnya di tempatnya bisa puas dan tumbuhan tersebut tetap subur saat ditanam di rumahnya. “Misalnya untuk tanaman petonia, yang
sekarang semakin digemari. Salah satu tips perawatannya yang saya dapatkan dari
tamu Australia, yaitu rajin memotong bunganya jika sudah tua atau layu. Jangan dibiarkan karena bisa berakibat pohon bunga tidak lama bertahan. Disamping itu semakin panas semakin subur, tapi letakkan petonia di tempat teduh dan banyak air,” kata Komang sambil menyebutkan jika istrinya juga membuka warung di depan kebunnya.
Sambil memperlihatkan beberapa jenis bunga yang banyak dicari dan harganya pun sangat terjangkau, Komang juga menyatakan jika selama ini ia tidak pernah menjual dengan harga tinggi. Dirinya lebih memilih menjual dengan harga yang
standar dan pantas namun penjualannya selalu ada bisa terus berjalan dan rezekinya selalu saja ada. Sementara mengenai masih banyaknya bunga yang
saat di beli di kawasan Bedugul segar, namun setelah di bawa pulang beberapa
waktu kemudian sudah layu dan segera mati. Dengan tegas dikatakan oleh Komang jika hal tersebut akibat dari kesalahan perawatan.
Bicara soal bagaimana bagaimana cara memandang prospek atau peluang usaha pada sebuah bisnis di masa yang akan dating. Bagi Komang itu tergantung diri kita sendiri. Apakah bisnis itu ke depan akan tetap bisa bertahan atau malah akan berhenti di tengah jalan ketika pasar mulai jenuh. “Memang tak dapat dihindari selaina ketekunan juga butuh kreativitas. Saya melakukannya berdasarkan
pengalaman sendiri. Belajar terus untuk bisa memberikan kualitas tanaman layanan yang lebih baik,” pungkasnya. – Sri Ardhini

To Top