Sosialita

Prof. Anastasia Sulistyawati: Direktur Politeknik Internasional Bali Raih Gelar Doktor ke-4 Bidang Agama Hindu (IHDN)

Direktur Politeknik Internasional Bali, Prof. Dr. Ir. Anastasia Sulistyawati, M.S., M.M., M.Mis., D.Th., Ph.D., D.Ag., secara resmi memperoleh gelar doktor ke-empat dalam Program Studi Ilmu Agama Hindu di Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar. Dalam pelaksanaan acara Wisuda Program Pascasarjana IHDN ke-XXV yang berlangsung pada tanggal 15 Mei 2018, Prof. Sulistyawati mendapatkan predikat cum laude sekaligus menjadi lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,79 dalam skala 4,00.

Disertasi yang berjudul “Transformasi Unit-Unit Bangunan Simbolik Stana Manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa pada Pekarangan Sikut Satak di Desa Wisata Ubud Bali” menjelaskan keterkaitan antara nilai-nilai budaya arsitektur dan aspek religi umat Hindu di Bali. Pembangunan kawasan wisata Ubud pada kenyataannya membuat sebagian besar masyarakat tidak mampu menerapkan nilai-nilai Asta Bumi dalam pekarangan sikut satak. Faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat melakukan transformasi unit-unit bangunan antara lain adalah: Faktor eksternal berupa globalisasi, pariwisata, arus teknologi, ekonomi masyarakat; dan faktor internal yaitu jumlah penghuni atau penambahan anggota keluarga, peniruan, dan faktor pendidikan Agama Hindu.

Motivasi terbesar Prof. Sulistyawati dalam menyelesaikan studi adalah rasa cintanya yang besar terhadap budaya Bali. Profesor yang memiliki latar belakang sebagai lulusan arsitektur Program Studi Lingkungan di Oxford Brookes University ini berpandangan bahwa “arsitektur merupakan salah satu bagian dari budaya Bali yang dijiwai oleh Agama Hindu. Maka dari itu, untuk mendalami Arsitektur Tradisional Bali sangat penting untuk mengetahui dan menjiwai Agama Hindu Bali” ujarnya.

Selama masa studi, dukungan terbesar datang dari Bapak Dr. Ir. Frans Bambang Siswanto, M.M., yang merupakan pendiri yayasan Bali International Training and Development Centre (BITDeC) sekaligus suami dari Prof. Sulistyawati. Dukungan lainnya juga didapat dari ketiga anaknya, diantaranya adalah: Putu Agung Prianta, B.Eng (Hons)., MA., Made Ariani, B.Sc., M.Sc (REI)., M.Sc (IM)., Nyoman Astari BSc.(Hons)., MSc., beserta menantu Augyawati Joe, BBa., Paulus Herry Arianto, M.A., dan Gregory Alan Barret Parker, BSc (Hons).

Mantan Rektor IHDN Denpasar sekaligus pembimbing studi mandiri dan Promotor Disertasi, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si., menuturkan, ia  pribadi sangat salut dan memuji sekaligus bangga karena Sulistyawati itu teliti, tekun, ulet, pantang menyerah, dan cerdas. “Hasil penelitian Prof. Sulistyawati sangat penting sebagai referensi bagi orang Bali agar memahami arti dan makna rumah yang dihuni,” ujar Prof. I Nengah Duija.

Drs. I Ketut Donder, M.Ag.,Ph.D., yang merupakan Kopromotor II dalam penyusunan disertasi juga menyampaikan kekagumannya kepada istri dari Dr. Frans tersebut dengan semangat belajarnya  “Suli itu smart, intelek, rajin, ulet, tenang, sopan, menghargai orang lain. Walaupun punya banyak gelar sarjananya, tetapi Prof. Sulistyawati sosok yang tidak sombong, religius dan memiliki sikap kasih sayang terhadap semua orang tanpa membedakan agama. Pokoknya bijaksana,” kata Ketut Donder.

Donder juga menambahkan, dalam 100 tahun belum tentu ada mahasiswa seperti Prof. Sulistyawati.

Prof. Sulistyawati yang juga ibu dari tiga anak ini membawakan aspek Cultural Quotient (CuQ), Adversity Quotient (AQ), Creativity Quotient (CQ), Leadership Quotient (LQ), dan terutama pentingnya Spiritual Quotient (SQ) dalam penelitiannya kali ini yang penuh akan aspek kebudayaan dan spiritual. Dengan penelitian ini, ia ingin  mendorong civitas akademika lainnya untuk terus berkarya demi kemajuan bangsa, dan berharap agar almamater tercinta, IHDN Denpasar, menjadi perguruan tinggi agama yang bergengsi di Indonesia.

Kecintaannya terhadap dunia pendidikan disalurkan hingga saat ini pada Politeknik Internasional Bali untuk dunia Pariwisata, “Generasi muda harus  tetap belajar menuntut ilmu hingga akhir hayat,” pesan Prof Suli kepada seluruh generasi muda Indonesia. (rls/ast)

Paling Populer

To Top