Kolom

Nyeri Bikin Susah Orgasme

Tanya:

“Dok, saya mau tanya, setiap kali diajak berhubungan seksual dengan suami,  kelamin selalu nyeri dan susah sekali mendapatkan orgasme. Saya mohon penjelasan dan solusinya, Dok.”
(Koming, 22)

Jawab:
Setiap gangguan seksual yang dirasakan tentu saja jangan dibiarkan berlangsung lama, karena membiarkan masalah seksual berlarut-larut adalah sebuah kesalahan besar. Akan lebih baik sejak keluhan muncul, segera mendapat pemeriksaan untuk memastikan penyebab nyeri dan segera melakukan pengobatan. Kasus yang dialami ini, disebut dyspareunia, yang berarti rasa nyeri yang muncul saat berhubungan seksual. Penyebab rasa nyeri saat hubungan seksual itu secara umum kemungkinan disebabkan oleh tiga hal. Pertama, tidak terangsang. Kedua, mengalami hambatan perlendiran atau cairan lubrikasi vagina. Ketiga, mengalami gangguan atau penyakit pada organ kelaminnya. Rasa nyeri yang muncul selama hubungan seksual, jika terus dilanjutkan akan memunculkan kegagalan mendapatkan orgasme. Untuk memastikan, tentu saja diperlukan pemeriksaan.                

Yang terjadi bisa dari bekas luka (misalnya luka pasca persalinan), bisa juga karena terjadi peradangan vagina hingga proses penyakit di dalam panggul. Atau juga trauma psikis karena sesuatu yang tidak menyenangkan berkaitan dengan seks atau reproduksinya. Nyeri di daerah vagina juga bisa muncul saat cairan lubrikasi tidak maksimal keluar. Cairan lubrikasi ini hanya akan keluar jika perempuan terangsang maksimal, tapi jika sedang stres atau tegang, cairan itu tidak akan keluar. Rasa nyeri seharusnya tidak muncul saat melakukan seks jika perempuan sudah siap dan terangsang. Nyeri saat berhubungan seksual juga bisa dicegah jika laki-laki tidak tergesa-gesa melakukan penetrasi. Sebaiknya atur posisi dengan baik, lebih baik lagi jika perempuan yang mengarahkan. Jika laki-laki terlalu tergesa-gesa melakukan penetrasi sedangkan perempuan belum siap, maka bisa terjadi lecet dan perlukaan di dinding vagina.

Untuk menghindari rasa nyeri saat berhubungan seksual, sebaiknya kedua belah pihak saling mengerti. Laki-laki jangan tergesa-gesa dan perempuan sebaiknya mempersiapkan diri. Jangan lupa lakukan foreplay (pemanasan) yang maksimal mulai dari yang paling ringan seperti memeluk, mencium, meraba, memijat dan sebagainya. Tetapi yang benar-benar perlu diperhatikan adalah memastikan kembali apakah rasa nyeri itu disebabkan karena hal lain juga misalnya masih ada sisa luka dan penyakit di vagina maupun panggul, atau justru karena masalah psikis? Ini yang perlu diperiksa dan pastikan.

Yang bisa dimaksimalkan sebelum melakukan pemeriksaan juga adalah  dengan selalu saling melibatkan pasangan untuk tetap berkomunikasi dan saling memahami permasalahan bersama dan berniat positif untuk memeriksakan diri dan mengatasi masalah ini. Jangan pernah berlama-lama membiarkan perempuan untuk tidak menikmati hubungan seksualnya hingga akhirnya tidak mendapatkan orgasmenya. Perempuan yang tidak mencapai orgasme seringkali memunculkan akibat dan pengaruh negatif ke psikisnya seperti menjadi sering marah, cemas atau gangguan tidur. Komunikasi dengan pasangan, khususnya komunikasi seksual, merupakan faktor penting agar hubungan seksual berlangsung harmonis yang berarti dapat dinikmati oleh kedua pihak, perempuan dan laki-laki. Komunikasi seksual yang baik sebenarnya merupakan juga stimulus awal sekaligus  rangsangan yang sifatnya psikis sebelum hubungan seksual berlangsung. Saat diperlukan untuk melakukan konseling khusus dan sex therapy, maka sangat perlu dilakukan dengan melibatkan kedua pasangan, karena sesungguhnya, sekali lagi, permasalahan seksual pada satu pihak tidak pernah terlepas dan teratasi tanpa melibatkan pasangannya.

Paling Populer

To Top