Sosialita

Selly Rai Mantra dan Dayu Sudikerta: Perempuan dan Ekonomi Kreatif

Industri ekonomi kreatif didorong menjadi salah satu roda penggerak ekonomi bangsa. Keterlibatan perempuan dalam menggerakkannya pun sangat diharapkan. Terlebih Indonesia saat ini memerlukan banyak perempuan kreatif yang bukan hanya bisa memberikan pemasukan pendapatan untuk keluarga tapi juga menularkan kreativitasnya.

Saat ini perempuan berhasil menunjukkan geliatnya dalam pembangunan ekonomi di Bali khususnya dan Indonesia umumnya. Apalagi wirausaha perempuan adalah kelompok yang proaktif dalam peningkatan kesejahteraan, minimal di keluarganya.  Perempuan mempunyai potensi mengembangkan kewirausahaan keluarga menuju ekonomi kreatif. Demikian disampaikan Selly Rai Mantra dan Dayu Sudikerta.

Memahami potensi tersebut, selama ini kedua perempuan ini dengan masing-masing aktivitasnya sudah biasa melakukan pemberdayaan perempuan. Apakah itu  melalui pembinaan, memberikan keterampilan hingga motivasi. Bukan hanya itu, menyiapkan event untuk pemasaran pun dilakukannya. Perempuan, katanya sangat bisa ikut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.Salah satu contoh kecilnya, perempuan berhasil mengelola lingkungan sekitarnya, dengan penanaman dan pemanfaatan berbagai tanamam di pekarangan .

Lebih lanjut Selly Rai Mantra menyebutkan, mulai dari keberadaan taman bunga, taman gizi dan karangkitri atau apotik hidup yang dikenal dengan tanaman obat  keluarga (toga). Para ibu rumah tangga mampu menjadikan tanaman hasil budidaya rumahan ini menjadi berbagai penganan,seperti kripik bayam hingga aneka loloh. Begitupun dengan taman bunga yang ada, selain untuk keindahan juga dapat dijadikan rangkaian bunga.

Menariknya kegiatan pemberdayan ini juga dilakukan pada para penyandang disabilitas. Apalagi Selly Rai Mantra, dikenal memiliki kedekatan yang kuat dengan para penyandang disabilitas. “Saya melakukan apa yang saya bisa. Memberikan mereka kasih sayang, merangkul dengan memberikan berbagai pelatihan sesuai kondisi mereka. Diantaranya bagi para tunarungu diberikan pelatihan membuat jajanan Bali untuk banten. Sedangkan yang tunanetra belajar keterampilan memijat. Hal ini bertujuan agar mereka lebih percaya diri dan mandiri tentunya,”  ujarnya.

Dayu Sudikerta juga senada dengan Selly Rai Mantra. Kegiatan seperti pelatihan membuat jajanan dan tata boga bagi penyandang disabilitas ini, sangat baik untuk mereka. Dengan praktik, membuat aneka jajanan, loloh serta  masak-memasak ini bisa menjadi bekal mereka membuka usaha sendiri secara mandiri. Dengan begitu, mereka bisa tetap berkreativitas, sehingga bisa mandiri dalam menjalani hidup sehari-hari dan tidak merasa terbebani.

Berbicara persoalan para penyandang disabilitas, Selly Rai Mantra mengatakan di balik kondisi mereka tersebut, ada potensi dan bakat istimewa dalam diri mereka. Karena itu pula ia merasa wajib membantu memberikan mereka ruang yang seluas-luasnya . Sebab mereka bukan hanya bisa menujukkan kreativitas bidang kuliner tapi juga seni rupa, seni pertunjukan dan seni musik, yang juga menjadi bagian dari sub sektor ekonomi kreatif.

 

Terus Tingkatkan Kreativitas 

Salah satu gagasan Selly Rai Mantra untuk menggalakkan  fashion berbasis budaya, pemilihan Duta Endek, direspons sangat positif oleh berbagai kalangan. Betapa program ini juga berhasil menjadikan endek atau kain tenun yang erat dengan image Bali sebagai warisan budaya  ini kembali happening bahkan di kalangan anak muda. Tidak berhenti sampai disitu, makin ramai pula bermunculan desainer muda dengan kreasi endek yang lebih kasual dan fresh.

Di dalam perkembangan para perajin yang ada di Kota Denpasar khususnya juga sempat mendapatkan program bimbingan dan pelatihan mendesain. Sehingga mereka bukan hanya memperolah tambahan pengetahuannya tapi juga bisa menjahit serta mendesain sendiri. Sementara bagi perajin tenun, mereka diberikan bekal pelatihan terkait pengembangan ragam motif tradisional menjadi motif  modern untuk memperkaya corak tenun ikat Bali sehingga mudah menembus pasar global.

Selain itu, dilakukannya berbagai pelatihan, seminar endek dan bordir, lomba motif endek hingga lomba busana kerja endek. Tak kurang dalam sebuah kesempatan sempat pula menghadirkan desainer papan atas Ibu Kota, diantaranya Didiet Maulana lengkap dengan pagelaran fashion show, hal ini demi bisa menjadi inspirasi sekaligus  memacu motivasi para perajin dan desainer lokal berkarya lebih baik.

Selain itu itu urusan berbagi juga tak lepas dari langkah keseharian mereka berdua. Dayu Sudikerta melalui berbagai komunitas, begitu juga Selly Rai Mantra tak lupa  mengajak para lansia melaksankan tirta yatra bersama, hingga mengajak para disabiltas untuk kamping bersama pula. Belum lagi kebiasaan Selly Rai Mantra yang berupaya setiap pekannya pasti memiliki waktu dapat mengunjungi langsung ke tempat tinggal mereka yang memerlukan bantuan seperti kursi roda dan alat bantu dengar.

Selly Rai Mantra dan Dayu Sudikerta juga tak lupa mengucapkan “Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan. Semoga di hari Kemenangan Dharma ini hati kita semua tetap bersih dan suci”. – ard

Paling Populer

To Top