Bumi Gora

37 Negara Tampil Memukau pada MNEK 2018

Tiga puluh tujuh negara memamerkan aksi-aksi memukau namun menegangkan pada pembukaan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, minggu lalu.

Atraksi ini diawali dengan aksi terjun payung yang dilakukan 17 penerjun terbaik Angkatan Laut RI yang membawa sejumlah bendera, di antaranya Bendera Merah Putih, Bendera Angkatan Laut dan Bendera Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Selain itu Angkatan Laut juga memeragakan atraksi manufer 6 pesawat AL yang menegangkan nan memukau. Pasukan terlatih AL itu memanjakan mata ratusan delegasi yang hadir dengan sejumlah manufer. Diawali dengan manufer leader benefit oleh enam pesawat dalam gemuruh tepuk tangan kagum dari seluruh delegasi. Kemudian dilanjutkan dengan atraksi double arrow element 2 dan right echelon break off serta boom burstv element two.

Seluruh peserta terlihat tegang ketika memasuki manufer head to head. Yaitu dua pesawat terbang saling berhadapan seakan-akan terjadi tabrakan. Namun, atas kelihaian para pasukan AL menerbangkan pesawat tersebut, pesawat terbang melintas sempurna dan memukau penonton.

Aksi menegangkan pun belum berakhir di manufer head to head. Para penonton kembali terpukau dan merasakan ketegangan ketika atraksi memasuki manufer head to head element 2, yakni satu pesawat terbang berhadapan dengan lima pesawat lainnya. Detik-detik ketika pasawat itu saling melintas, sungguh membuat suasana tegang. Akurasi dan kecerdasan para pilot dari pasukan yang menerbangkan pesawat itu, membuat manufer tersebut berakhir sempurna.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut TNI Laksamana Ade Supandi menyampaikan selamat datang di NTB kepada seluruh delegasi.

Kegiatan MNEK 2018 ini diikuti sejumlah Konsulat Jenderal dan delegasi dari 37 Negara yang dilengkapi pasukan angkatan lautnya.   “MNEK 2018 ini dilaksanakan dalam tiga tahap latihan yaitu, harbour  phase, sea phase dan civic mission,” jelasnya dalam bahasa Inggris.

Ia berharap seluruh tahapan latihan itu berlangsung sukses tanpa ada kendala  selama kegiatan itu berlangsung.

Pada pembukaan kegiatan tersebut ditandai juga dengan pemukulan gendang beleq dan penandatanganan prasasti MNEK 2018 oleh KASAL RI, Gubernur NTB, Menkominfo dan seluruh ketua delegasi yang hadir.

 

LKS DORONG ANAK BERPIKIR KREATIF

Menanamkan rasa optimisme dalam belajar dan berkarya merupakn hal yang paling sering diungkapkan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat bertemu dengan para siswa dalam berbagai kegiatan pendidikan.

Hal yang sama juga kembali diungkapkannya kepada para siswa dalam kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Nasional yang diikuti oleh sekolah-sekolah kejuruan se-Indonesia yang diselenggarakan di Lombok City Center (LCC), 7-11 Mei 2018 Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam kegiatan ini, ia mengungkapkan bahwa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sudah sangat membanggakan. Karena telah dibekali ilmu terapan dan keterampilan, rata-rata mereka sudah siap kerja dan berkualitas. Berbicara tentang kualitas,  lulusan SMK di Indonesia juga sudah memiliki kualitas yang tidak kalah dengan negara lain.

LKS tingkat nasional ini dihadiri oleh 3.500 peserta dan undangan yang terdiri dari siswa-siswi SMK se-Indonesia dan merupakan rangkaian dari Puncak Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2018.

Di depan Menteri Pendidikan RI, Muhadjir Effendi, yang hadir pada kegiatan ini Majdi mengungkapkan bahwa optimisme  dan percaya diri, tidak akan takut menghadapi perubahan apapun.

Ia juga berharap adanya akses pendidikan di tengah program prioritas yang ada. “Bagi anak-anak kami, pemerataan itu segalanya. Bagaimana caranya agar mereka bisa tetap belajar dimana pun, dengan biaya yang murah namun kualitas pendidikan yang baik,” ujar Majdi.

Sebagai provinsi yang tengah giat membangun sektor pariwisata, sebagai salah satu dari dua sektor unggulan, kehadiran lulusan SMK ke NTB ini diakuinya membuka ruang informasi. Banyak ruang kerja yang tercipta dalam kantong industri pariwisata yang membutuhkan tenaga kerja, dan itu banyak terpenuhi dari SDM lulusan SMK. Baik itu sektor perhotelan, restoran maupun sektor pendukung pariwisata yang lain. “Bahkan, sejak sepuluh tahun dari diluncurkan pada tahun 2008 lalu, salah satu program kami, yakni 100.000 wirausaha baru, menunjukkan bahwa sekitar 18 -20 % dari ruang wirausaha baru yang terbangun, enterpreunernya adalah mereka siswa-siswi lulusan SMK, yang punya semangat wirausaha yang kuat,” katanya.

Untuk itu, dipilihnya prov. NTB sebagai lokasi LKS tingkat Nasional tahun ini diakuinya kian menambah motivasi seluruh insan pendidikan di NTB, karena kami sedang giat berpacu dan berusaha melakukan lakukan percepatan dalam seluruh sektor pembangunan, khususnya pendidikan. “Alhamdulillah tahun kemarin NTB termasuk provinvi Top Mover dlm peningkatan IPM yang salah satu indikator yang menyebabkan NTB termasuk daerah dengan percepatan terbaik untuk IPM adalah indeks pendidikan kami. Maka, kegiatan ini menjadi tambahan semangat bagi seluruh insan pendidikan di daerah kami,” kata Majdi.

Sebelum itu  Mendikbud RI Muhadjir Effendi mengatakan bahwa pada era revolusi industri ini ditandai dengan penggunaan secara masif teknologi digital dan semakin strategisnya peranan logaritma, termasuk artficial intelegent. Namun bagaimana pun cerdasnya artficial intelegent, tetap saja tidak akan mampu menggantikan peran manusia.

 

Secanggih apa pun sebuah teknologi maka yang membedakannya dengan manusia adalah karena tidak punya kemampuan mencipta/kreativitas. Kreativitas adalah anugerah Allah SWT kepada manusia yang dapat dikembangkan. “Kita harus mendorong anak didik kita untuk mampu berpikir kreatif, yang mana salah satu ciri kreativitas adalah mampu menghadirkan sesuatu yang baru. Jika ingin mutu pendidikan kita tinggi, maka kita harus berani menciptakan standar yang tinggi dalam pendidikan,” kata Mendikbud RI.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud RI, Hamid Muhammad, Ph.D., mengungkapkan kegiatan ini digelar untuk mempromosikan kompetensi siswa SMK se-Indonesia agar masyarakat bisa menyaksikan kinerja perkembangan edukasi khususnya SMK di Indonesia. Masyarakat juga dapat menyaksikan langsung hasil karya siswa SMK pada stand-stand pameran yang digelar di Halaman dalam dan luar Lombok City Center.

Pada kesempatan ini juga diserahkan penghargaan kepada pemenang I olimpiade guru nasional pendidikan dasar tahun 2018 dan pemenang uji sertifikasi kompetensi. (Naniek I. Taufan)

 

Paling Populer

To Top