Kolom

Yang Muda, yang Gagal Orgasme

 “Dok, selama dua tahun aku menikah, aku benar-benar tidak pernah mengalami orgasme saat berhubungan dengan suami. Orang lain selalu memuji aku dan suami, karena dibilang kami ini pasangan serasi karena suami ganteng dan aku cantik. Mereka bilang kami pasti bahagia, tetapi sesungguhnya tidak tahu kalau aku tidak menikmati setiap hubungan seksual yang kami lakukan. Bagaimana mau mendapatkan orgasme, suami sering kali hanya kuat berhubungan seksual selama beberapa menit saja. Malah sering kali tidak sampai satu menit. Padahal kami ini kan masih muda, Dok? Ingin sekali bisa melakukan hubungan seksual yang baik dan memuaskan seperti pasangan muda lainnya. Bagaimana sebaiknya, Dok?”(Maya, 23 th)

Makin banyak gangguan seksual dikeluhkan terjadi pada usia muda. Keluhan seksual yang dirasakan perempuan, bisa jadi justru penyebabnya adalah pasangan laki-lakinya. Kalau dicermati kasus ini, kemungkinan besar kegagalan orgasme di pihak istri justru karena ada gangguan seksual di pihak suami. Memang sangat disayangkan jika di usia muda dan baru menikah dua tahun sudah terjadi disfungsi seksual. Tetapi ini sudah perlu perhatian khusus.

Penyebab banyaknya kelompok usia muda mengalami disfungsi seksual seringkali adalah pengaruh gaya hidup yang cenderung mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi, manis, beralkohol dan rokok. Dari faktor pekerjaan bisa ditebak juga di usia ini sebagian besar adalah karyawan dengan beban kerja tinggi dan sering kali menjadi orang penting atau pengambil keputusan di tempat kerjanya, sehingga sering lelah dan tidak bisa mengelola stres dengan baik. Sering kali juga diperparah dengan konflik rumah tangga yang cenderung membuat komunikasi seksual tidak berjalan lancar.

Penyebab psikis disfungsi seksual yang sering dialami oleh usia muda, yang tercatat antara lain: 1) Stres, bisa karena pekerjaan, kemacetan lalu lintas atau problem lain. Bila pasangan juga ikut menambah ketegangan akan memperburuk komunikasi seksual. Stres juga berkontribusi kepada pengeluaran hormon kortisol yang menggangu kelancaran siklus respon seksual. 2) Kecemasan, juga sering terjadi pada pasangan yang telah menikah dan ingin segera memiliki keturunan tetapi tidak berhasil. Kecemasan dan ketakutan akan dilabeli sebagai mandul membuat pikiran terganggu dan muncul penurunan dorongan seksual, yang berakibat juga orgasme bisa gagal tercapai. 3) Tidak percaya diri, misalnya pasangan lebih kaya, berpenghasilan lebih besar, atau selalu memandang rendah si laki-laki. Atau justru karena pernyataan-pernyataan yang merendahkan seperti mempermasalahkan ukuran penis yang kecil dan sebagainya. 4) Perselingkuhan, yang mungkin terjadi atau sekedar perkiraan saja akan mempengaruhi komunikasi dan hubungan seksual di antara kedua pasangan.

Sedangkan beberapa penyebab fisik yang saat ini dominan mengakibatkan gangguan seksual pada usia muda antara lain : 1) Kelelahan, yang bisa menyebabkan aliran darah terganggu akibatnya dorongan seksual tidak optimal, ereksi penis pada laki-laki tidak maksimal, dan ejakulasi menjadi cepat terjadi. 2) Penyakit, misalnya kencing manis dan kolesterol tinggi. 3) Merokok, di mana nikotin yang terserap oleh darah akan dapat menyebabkan gangguan pembuluh darah, penyumbatan pembuluh darah, termasuk penyumbatan pembuluh darah dalam penis. 4) Obatan-obatan, yang digunakan sembarangan juga dapat menyebabkan gangguan seksual, misalnya: obat tekanan darah tinggi, anti depresi, hormon estrogen, mariyuana, narkotik, dan obat penenang. 5) Minuman dan makanan. Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol dan makanan yang mengandung kolesterol tinggi dapat menyumbat pembuluh darah.

Lalu apa yang harus dilakukan? Pada pasangan usia muda yang sudah terlanjur mengalami gangguan, prinsip utamanya sebenarnya adalah semakin awal dikonsultasikan dan dicari penyebabnya maka kesembuhan akan menjadi lebih besar peluangnya. Penanganannya pun akan bisa dipilihkan yang lebih sesuai, jika bisa ditegakkan diagnosis dan penyebabnya.

Pada kasus ini, memastikan gangguan seksual pada suami adalah hal yang cukup penting. Datanglah berdua untuk melakukan konsultasi bersama pasangan untuk memastikan apakah gangguan seksual terjadi pada kedua belah pihak. Kecenderungan ejakulasi yang lebih cepat pada suami apakah itu sebuah gangguan ejakulasi dini, ini yang perlu ditegakkan. Jika ternyata benar terjadi ejakulasi dini, jangan-jangan istri sesungguhnya tidak ada masalah seksual. Dengan mengobati ejakulasi dini sehingga durasi hubungan seksual menjadi lebih lama, bisa jadi akhirnya istri bisa mendapatkan orgasme. Jadi, silakan datang berdua untuk melakukan konsultasi ke dokter. Penanganan yang bisa didapatkan nanti dapat berupa: konseling seks dan terapi seks seperti specific sexual desensitization, sexual stimulation therapy, juga masturbation therapy. Yang bisa dilengkapi dengan terapi obat medis untuk memperbaiki serotonin di otak. Yang bisa dilakukan sebelum mendapatkan pengobatan antara lain foreplay yang optimal, maksimalkan variasi seksual, dan komunikasi seksual ditingkatkan.

Paling Populer

To Top