Sosialita

Tini Gorda: GTS Formula dalam Berkarya

 Jika dahulu habis gelap terbitlah terang, maka kini from enlightment (terang) to inspiring other. Wanita  itu luar biasa, memiliki kekuatan dalam berkomunikasi, kebhinekaan yang unik, masa perjuangan lebih panjang, kepekaan yang lebih, serta senang menolong orang lain dalam kondisi apapun. Hal ini disampaikan  Dr. AAA Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H.,  dalam rangkaian perayaan Hari Kartini dan HUT ke-55  BKOW Provinsi Bali bersama Duta Besar RI Kerajaan Thailand, pada Hari Kartini,  (21/4) di Bangkok.

Tema perayaan tersebut “Perempuan Good Trusworthy Smart  (GTS), Merajut Perbedaan dalam Kebersamaan untuk Keutuhan NKRI.” Good , kata Tini Gorda dalam konteks taat aturan yang ada dalam hidup ini. Trustworthy, yakni dapat di percaya melalui komitmen yang mampu dilaksanakan secara konsisten. Sedangkan, Smart diartikan mampu mencari solusi dari masalah yang terjadi melalui tindakan kreatif inovatif dan melalui adaptasi.
Formula  GTS ini pula menjadi salah satu pedoman yang mendukung Tini Gorda sebagai Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW)  Provinsi Bali, dalam menjalankan seluruh bidang program kerja sesuai visi dan misinya, selama dua  periode  yakni 2009-2014 dan 2014-2019. Di sini ia bekerjasama  dengan  27 organisasi wanita yang bernaung di bawah payung induk organisasi BKOW yang dipimpinnya.

Ketua BKOW Bali  kesepuluh sekaligus termuda ini pun, dengan kerendahan hatinya mengatakan sembilan tokoh wanita yang sebelumnya menjadi Ketua BKOW  Bali adalah panutan dan inspirasinya dalam mengelola organisasi. Apa yang telah dilaksanakan pendahulunya juga menjadi teladan di tengah banyaknya tantangan. Begitu juga dengan orangtuanya yang selalu menjadi inspirasinya dalam melangkah.

Merujuk semangat yang sudah ditanamkan, Tini Gorda pun dalam langkahnya mengelola BKOW Bali tercatat menghasilkan konsep untuk pemberdayaan wanita  Bali khususnya dan Indonesia umumnya. Selain mengajak wanita  untuk bersama-sama maju dan bermartabat melalui aktif di organisasi sehingga wadah organisasi tersebut masih tetap kuat hingga saat ini. “Saya merasa bersyukur didampingi pengurus yang andal dan penuh dedikasi dan pastinya tulus dalam melakukan pengadian bersama,” ungkap istri AA Bagus Ngurah Agung, S.H.,  M.M. ini.

 

SIAP SERAHKAN TONGKAT

Untuk BKOW Provinsi Bali yang lahir pada 21 April 1963, selaku leader Tini Gorda juga cukup banyak mengajak organisasi wanita di Bali untuk membangun sinergitas dengan berbagai pihak. Terlebih dengan diusungnya formula GTS. Termasuk melaksanakan misi BKOW untuk berperan aktif mendukung program pemerintah dalam rangka pemberdayaan perempuan menuju keadilan dan kesetaraan gender (KKG) demi meningkatnya kualitas SDM kususnya wanita, menjalin hubungan dengan organisasi wanita untuk kesetaraan yang berkeadilan serta menjadikan kemitraan sebagai kekuatan sosial dan pembangunan masyarakat  seutuhnya.

Bicara formula GTS , dosen Fakultas Hukum Undiknas ini menyatakan formula GTS  menjadikan dirinya bisa menerima dan diterima dimana saja.

“Artinya bisa menerima, adalah saya sangat bisa menerima ketika tidak diterima.
Sehingga ini meminimalisasi rasa kecewa dalam hati. Mengajarkan saya dan mengontrol diri dalam berpikir, berkata dan bertindak,” tuturnya. Ia menambahkan dengan berbenah diri akhirnya ia bisa diterima di berbagai lingkungan.
Dikatakannya 11 tahun bukan waktu yang singkat untuk menjadikannya pada posisi saat ini. Kehilangan sosok ayah menjadikan Tini Gorda  memiliki banyak  jejaring. Kehilangan ayah juga menjadikannya aktif di berbagai laboratorium hidup yakni berbagai organisasi.  “Di sana jiwa kepemimpinan saya ditempa. Hidup yang saya jalani 11 tahun ini dalam dunia publik bagi saya penuh berkah. Semoga saya mampu menjadi ‘berkat bagi banyak orang,” tandas Perempuan Inspiratif versi Tabloid Tokoh ini.
Tini Gorda mengatakan  jika suami dan kedua anaknya sangat  mendukung kegiatannya di ruang publik. Meski banyak waktu yang hilang dalam keluarga tapi kegiatan yang didukung keluarga terbukti penuh nilai dan berkat bagi kebaikan keluarga. Maka kehilangan waktu tidak menjadikannya kehilangan keluarga.

“Formula GTS itu alat yang ampuh bagi saya,” cetusnya antusias dan mengatakan bahwa saat terpilih menjadi Ketua Pusat Studi Wanita Hindu UNHI, Tini Gorda mengakui ada kesamaan yang tidak direncanakan dengan Prof. Gorda  (alm) dimasa menjelang akhir hidupnya sempat menjadi Rektor UNHI.

Ketika ditanya soal tugasnya memimpin BKOW yang akan berakhir tahun  depan, Tini Gorda dengan semangat mengatakan siap menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada ketua berikutnya. Dirinya lebih memilih pengabdian keumatan secara akademik sebagau tujuan akhir hidupnya. “Mari kita berkomitmen yang konsisten untuk kemajuan ‘Wanita Hindu’ demi mencapai ‘Wanita Hindu ‘yang mampu mengubah dunia,” pungkasnya. – ard

 

Paling Populer

To Top