Sosialita

Dr. Dra. AA Ayu Ketut Agung, M.M. : Bangga Bertemu Wanita-Wanita Hebat

Bertemu dengan wanita-wanita hebat menjadi kebanggaan tersendiri bagi  Dr. Dra. Anak Agung Ayu Ketut Agung, M.M.

“Semua itu karena tata rias. Karena itu, saya selalu mengatakan kepada putri saya, dan anak-anak didik saya, kita harus memiliki kompetensi dan keterampilan di bidang tertentu, agar memiliki daya saing di era global ini,” ujar Ibu Agung—sapaan akrab pemilik Salon, LKP, dan TUK Agung ini yang mengaku bangga berkesempatan berfoto bersama wanita-wanita hebat, di antaranya Ibu Nora Ryamizard Ryacudu (istri Menteri Pertahanan) dan Ibu Bintang Puspayoga.

Eksistensi Ibu Agung di dunia tata rias dan busana adat Bali yang diteku­ninya sejak tahun 1979, memang tak diragukan lagi. Komitmennya untuk menjaga dan melestarikan warisan adat dan budaya khususnya di bidang tata rias dan busana adat Bali ini mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Bak “gayung bersambut”, demikian Ibu Agung menyebutnya. Karena, semua aktivitas yang dilakukannya ini mendapat dukungan penuh, baik dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, instansi pemerintah dan swasta, sekolah-sekolah, bahkan dari orang asing (secara individu) dan pemerintahan negara lain. Tak heran jika ia diberikan kepercayaan untuk merias para istri menteri, istri presiden, juga artis. Setidaknya, 300-an piagam penghargaan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional, menjadi bukti kompetensinya di bidang pelestarian budaya ini.

Untuk lebih menyosialisasikan tata rias dan busana adat Bali yang baik dan benar, Ibu Agung bersama Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung yang dipimpinnya, bekerjasama dengan WHDI Provinsi Bali, Kelompok Media Bali Post, dan Viva Cosmetics melaksanakan roadshow ke daerah-daerah hingga ke sekolah dan universitas, 30 kali selama setahun. Materi yang diberikan adalah tata rias untuk diri sendiri, membuat dan memasang sanggul Bali (pusung tagel) dan tengkuluk lelunakan. “Meski saya orang salon, saya ingin masyarakat bisa merias minimal untuk diri sendiri, sehingga tidak sedikit-sedikit ke salon. Bagi yang ingin lebih ahli lagi, silakan kursus. Dan, setelah itu ikuti Uji Kompetensi, baik itu tata kecantikan kulit, rambut, maupun tata rias pengantin Bali. Karena dengan mengantongi sertifikat uji kompetensi ini, kompetensi (keahlian) kita diakui,” ucap pemilik Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung ini.

Dalam urusan menyanggul, seperti yang kerap ia demonstrasikan dalam tiap roadshow, tangan terampil Ibu Agung hanya memerlukan waktu 5 menit untuk merubah wanita menjadi lebih anggun dengan pusung tagel dan tengkuluk lelunakan. Dalam hal mayasin (merias), tak hanya di Bali dan Indonesia, Ibu Agung pernah pula unjuk kepiawaiannya merias di India, Singapura, Jepang, Korea, Belanda, Brussel, Paris, Hongkong, Cina, Bangkok, New York. Intinya, dalam setiap perjalanannya kemana pun, Ibu Agung selalu membawa misi budaya, memperkenalkan tata rias dan busana adat Bali dari desa ke kota hingga ke mancanegara.

 

TENGKULUK LELUNAKAN

Salah satu busana adat Bali yang kini makin populer dikenakan dalam tiap kesempatan adalah tengkuluk lelunakan. Ibu Agung menuturkan, pada zaman dulu sekitar tahun 60an, busana tengkuluk lelunakan ini hanya digunakan saat upacara pengabenan/palebon di Denpasar dan Badung, dan juga sebagai busana Tari Tenun.

Berikutnya, pada 9 Desember 1996, busana tengkuluk lelunakan ini diseminarkan oleh Ketua TP PKK Bali sat itu Ibu Ida Ayu Asiawati Oka dan dijadikan busana untuk acara-acara resmi, seperti untuk menyambut tamu, untuk seka gambel, MC, paduan suara, dan acara lainnya.

Oleh Ibu Asiawati Oka, setiap tamu atau pejabat (perempuan) yang berkunjung selalu dikenakan tengkuluk lelunakan. Upaya Ibu Agung “menghidupkan” lagi tengkuluk lelunakan ini bak gayung bersambut. “Tradisi” ini kemudian dilanjutkan oleh Ibu Mas Beratha (almarhumah), Ibu Bintang Puspayoga saat menjabat Ketua TP PKK Denpasar, dan Ibu Selly D. Mantra, istri orang nomor satu di Denpasar. Busana tengkuluk lelunakan ini pun telah menjadi ikon Kota Denpasar, yang mana dalam malam grandfinal Pemilihan Teruna-Teruni Kota Denpasar yang digelar sejak tahun 2010 sampai sekarang, para finalis putrinya menggunakan busana ini.

Apresiasi yang tak terhingga disampaikan Ibu Agung kepada Ibu Bintang Puspayoga, istri Menteri Koperasi dan UMKM yang juga Ketua WHDI Provinsi Bali. “Beliau selalu mempromosikan pada  istri -istri Menteri Kabinet Kerja yang hadir di Bali untuk lebih mengenal dan menggunakan busana adat Bali, seperti tengkuluk lelunakan dan pusung tagel,” ujar Ibu Agung.

Busana tengkuluk lelunakan ini pun kini sudah dilirik masyarakat luas yang menilai busana ini praktis dan simpel, namun tetap mencirikan kekhasan budaya Bali. Di Jakarta, busana tengkuluk lelunakan ini turut dipromosikan oleh Ibu Otie Ary Suta bersama The Ary Suta Center Philharmonic dalam tiap pementasannya. Bahkan, Ibu Negara Iriana Jokowi pun berkesempatan tampil dalam balutan busana tengkuluk lelunakan.

Sebagai wujud komitmennya ter­hadap pelestarian tata rias dan busana adat Bali, Ibu Agung memberikan diskon 50% untuk Kursus Tata Rias yang meliputi Tata Kecantikan Kulit, Tata Kecantikan Rambut, dan Tata Rias Pengantin. Info lanjut, silahkan menghubungi Sekretariat LKP Agung. Jalan Anggrek 12 Kreneng-Denpasar. Telepon 0361-231985, 233850, 0811393602.

 –inten

 

Paling Populer

To Top