Edukasi

Dramatari “Rajapala” di Makasar

Berada di perantauan tidak membuat orang Bali lupa dengan jiwa seninya. Hal inilah yang dialami warga Bali yang ada di Makasar, Sulawesi Selatan. Mereka menampilkan dramatari “Rajapala” untuk memeriahkan Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1940.

“Ide membuat drama tari memang sudah muncul bulan Januari 2018. Namun, latihan intensif untuk dramatari hanya empat kali menjelang pementasan. Selebihnya pemain yang belajar sendiri-sendiri,” ujar Ketut Bali Putra, pemeran Rajapala.

Ia menuturkan latihan intensif hanya empat kali karena banyak yang juga perlu disiapkan untuk perayaan Nyepi, diantaranya latihan Baris Gede, Rejang Dewa dan Rejang Renteng untuk melasti. Latihan topeng dan bebondresan untuk ngerupuk dan caru manca kelud. Setelah itu persiapan Ngembak Geni dan open house.

Pementasan dramatari ini melibatkan Sanggar Gita Saraswati Kota Makassar pimpinan I Made Semadi, S.Sos. Ide cerita untuk mengangkat drama Rajapala berasal dari Semadi  yang juga menjadi pelatih tari  bersama Ni Wayan Kurniasih. Semadi  juga menjadi dalang bersama Agung Novianti. Penata tabuh dipercayakan kepada Wayan Swardana. Latihan dilakukan di Pura Giri Natha Makassar.

“Kami sempat pesimis karena saat gladi masih berantakan. Untungnya saat hari pementasan semua dalam posisi siap. Akhirnya pementasan kami sukses,” ujar Bali tentang drama yang melibatkan belasan penari ini dengan Ken Sulasih diperankan Kuntia Putri Jnani serta I Durma diperankan Ganesh. (Ngurah Budi)

 

Paling Populer

To Top