Sosialita

Livi Zheng : Kampanye lewat Film

Kecintaan Livi  Zheng pada dunia perfilman membuatnya produktif. Setelah film “Bali Beats of Paradise” dan “LA’s Gateway to Indonesia”, ia terus berkreasi. Baru-baru ini Livi menyutradarai film kampanye untuk keanggotaan Republik Indonesia di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) untuk menjadi anggota tidak tetap.

Film yang berjudul  “Indonesia: A True Partner for World Peace” ini akan dipakai untuk kampanye pemerintah RI di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, dan di perwakilan Indonesia di seluruh dunia. Untuk pengambilan gambar film tersebut, Livi melakukan syuting mulai dari New York City, Jakarta dan Sentul, Bogor.

“Di Jakarta kami syuting di Kementerian Luar Negeri untuk mengambil gambar Menteri Luar Negeri Ibu Retno Marsudi dan gedung bersejarah Gedung Pancasila. Di Sentul kami syuting di Pusat Pemeliharaan Misi Perdamaian bersama pasukan penjaga perdamaian TNI atau Kontingen Garuda TNI,” ujar perempuan kelahiran 3 April 1989 ini.

Dalam pengambilan gambar di Sentul, pasukan TNI yang dilibatkan cukup besar. Selain 850 orang personel dari Batalyon Mekanis TNI untuk misi perdamaian dan keamanan di Lebanon (UNIFIL/United Nations Interim Force in Lebanon), juga 309 personel Satuan Tugas Koordinasi Militer Sipil, dan Satuan Tugas Perlindungan atau “Force Protection Company”. Personil pendukung UNIFIL lainnya seperti Satuan Tugas Masyarakat Militer atau “Military Community Outreach Unit”, Satuan Tugas Polisi Militer dan Satuan Tugas Kesehatan (Indo Medic), serta Satuan Pendukung Markas Besar Pasukan atau “Force Headquarters Support Unit” ikut serta.

Di New York City, Livi melakukan pengambilan gambar bersama Perwakilan Tetap RI (PTRI) untuk PBB, Wakil Tetap RI, Duta Besar Dian Triansyah Djani dan tim PTRI di Markas Besar PBB dan di kantor PTRI.

Sutradara yang filmnya, “Brush with Danger”, pernah masuk seleksi nominasi Piala Oscar 2015 ini, sangat senang bisa menyutradarai film kampanye Indonesia. “Sebagai WNI, ini adalah sebuah kebanggaan. Harapan saya, Indonesia akan menjadi anggota DK-PBB,” tuturnya.

Livi mengaku ingin membuat sebuah film kampanye untuk Indonesia yang sinematik menggambarkan pengalaman dan kekuatan Indonesia. ”Kami menggunakan teknik-teknik pengambilan gambar yang kami gunakan untuk layar lebar untuk menyampaikan sejumlah pesan. Pesan itu di antaranya bahwa Indonesia siap menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB,” tambah penerima Diaspora Creative Award Indonesia 2015 ini.

 

SATU HARMONI

Retno Marsudi memberi apresiasi apa yang dilakukan Livi. “Jumlah perwakilan RI di luar negeri yang mencapai 132 unit. Kita harapkan  juga dapat membantu Indonesia memahami dengan baik situasi di lapangan. Selama ini, Indonesia sangat aktif dalam melakukan misi pemeliharaan perdamaian di negara-negara yang tergabung dalam PBB. Pasukan perdamaian Indonesia dari waktu ke waktu ikut menjaga perdamaian dunia di banyak negara. Indonesia tercatat sudah tiga kali menjadi Anggota Tidak Tetap DK-PBB, yaitu periode 1973-1974, 1995-1996 dan 2007-2008,” jelasnya.

Ia menambahkan, postur Indonesia selama ini diharapkan dapat membuat negara-negara yang mendukung Indonesia semakin bertambah dan menjadikan RI layak sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB. “Indonesia adalah negara berpenduduk keempat terbesar dunia dan negara berpenduduk Muslim terbesar dunia. Indonesia menjadi bukti bahwa Islam, modernitas dan penguatan perempuan dapat terjalin dalam satu harmoni.” ungkapnya.

Dengan lebih dari 17 ribu pulau yang didiami oleh lebih dari 1300 kelompok etnis, Indonesia merupakan model sejati bagi toleransi dan pluralisme, nilai yang senantiasa diproyeksikan oleh Indonesia dalam berhubungan dengan negara lain. Indonesia juga aktif memajukan demokrasi, antara lain lewat penyelenggaraan Bali Democracy Forum (BDF). Selain itu, Indonesia termasuk sepuluh penyumbang terbesar bagi pasukan pemeliharaan perdamaian PBB.

 

Promosikan Indonesia

Livi Zheng lebih banyak bekerja di industri perfilman Amerika Serikat. Salah satu filmnya “Brush with Danger” sudah ditayangkan di sejumlah bioskop di AS yang didistribusikan oleh Sony. Selain “Brush with Danger,” perempuan yang menekuni olahraga wushu ini juga sudah menggarap empat film layar lebar, diantaranya “Bali Beats of Paradise” dan “Insight”.

Livi memulai kariernya sebagai pemeran pengganti pada usia 15 tahun. Keahliannya bermain wushu membuatnya lebih banyak terlibat di film-film bergenre action. Adiknya, Ken Zheng juga terlibat dalam beberapa film dan seni bela diri.

Dalam film “Bali Beats of Paradise” Livi mengangkat budaya Bali menceritakan perjalanan hidup suami-istri maestro tari dan gamelan Bali, Nyoman Wenten dan Nanik Wenten, yang hidup di Amerika Serikat. Saat di Bali, Livi yang didampingi Nanik Wenten, Desak Putu Arsini, dan Executive Producer Zane Thomas menyempatkan diri berkunjung ke kantor Bali Post. Mereka banyak menuturkan perjalanan pembuatan film bertema budaya ini.

“Saya tertarik untuk mempromosikan Indonesia dan Bali karena selama ini masih banyak hal yang positif yang belum tereksplorasi. Orang asing lebih mengenal Bali ketimbang Indonesia. “Bali Beats of Paradise” secara spesifik mengambil tema tentang gamelan dan tari Bali serta kultur kehidupan masyarakatnya,” ujar perempuan asal Blitar, Jawa Timur ini. (Ngurah Budi)

 

Paling Populer

To Top