Kuliner

Pedasnya Sumpia Bangkitkan Semangat

Kehidupan masyarakat di Surabaya yang memiliki kultur budaya  yang keras, tegas, namun ramah berpengaruh juga  pada rasa masakannya. Sehingga rasa makanan di Surabaya  terkenal memiliki aneka rasa yang kuat seperti asin, manis dan pedas.

Makan makanan pedas seperti sambal sudah menjadi hobi tersendiri bagi  orang Surabaya. Menurut mereka makan makanan pedas mampu membangkitkan selera, gairah, dan semangat seseorang.

Sumpia adalah merupakan sejenis makanan camilan kue kering tradisional yang terlihat berbentuk seperti lumpia namun dengan ukurannya yang sangat mini. Isinya juga bervariasi, seperti abon, udang, dan ebi. Rasanya yang nikmat, enak, gurih, lezat, pedas dan juga renyah dapat dijadikan sebagai alternatif bagi yang menyukai kudapan seperti gorengan.

Menciptakan makanan camilan sumpia yang memiliki citarasa pedas seperti yang disukai oleh orang di Surabaya menjadi impian tersendiri bagi Erly Dahlia. Ia yakin  sumpia ciptaannya tersebut dapat menjadi dagangan yang laris manis di pasaran.

Erly yang lulusan SMA Hang Tuah ini sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan kontraktor. Tahun 2018 ini mencoba peruntungan dengan membuka sebuah usaha sendiri. Usaha yang pertama kali ditekuni adalah katering dan mengelola kantin di beberapa sekolah.

“Jika sekolah libur maka karyawan saya juga libur, Karena itu saya berpikir keras untuk mengatasi hal tersebut,” kata Erly.

Dengan 9 orang karyawannya tersebut, Erly memproduksi sumpia dengan aneka varian seperti jerawat manis, petok–petok, original, sumpia pedes, dan pedes gobyos. Sumpia yang dihasilkan, dikemas dan diberi merek Hanggareksa sesuai nama anaknya.

Kemudian sumpia dijual secara online dengan harga Rp 17.000 per 70 gram serta dengan dititipkan di outlet Lapis Kukus Surabaya.

“Alhamdulilah dari usaha yang saya tekuni saya mampu mendapatkan omzet sampai Rp 30 juta per bulan,” ujar ibu dari Anggia dan Azril Farel Hanggareksa ini. (Nanang Sutrisno)

Paling Populer

To Top