Griya

Tren Unik Rumah Knock down

Rumah knock down kini menjadi tren baru yang unik bagi banyak orang. Rumah yang dapat dibongkar-pasang dan bisa dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain ini, pengerjaannya pun relatif singkat. Dengan beragam gaya dan model, rumah kayu ini semakin dicari dan diminati.

Penanggung jawab Website dan Penanggung jawab Lapangan Studio Optimizer Angelina Hadriani mengatakan, di era moderen ini banyak sekali orang yang membutuhkan rumah tempo dulu yang unik dan asri. “Rumah kayu sangat cocok di era sekarang karena cuaca alam yang sangat panas dan dingin. Rumah kayu mempunyai kelebihan bisa menetralisir cuaca di luar. Misalnya ketika cuaca panas,  tidak terlalu kepanasan, dan ketika cuaca dingin tidak terlalu dingin. Kini banyak sekali orang yang sudah jenuh dengan rumah permanen,” ungkap Angel-sapaan akrabnya.

Studionya yang berkantor pusat di Indramayu, Jawa Barat dan memiliki kantor perwakilan di Sukawati, Gianyar-Bali ini dibeberkannya sudah mengerjakan proyek rumah knock dwon di berbagai tempat, seperti Villa Istana Bunga Bandung, The Ranch Puncak Bogor, beberapa Rumah Joglo di Jawa Tengah, Pesantren di Hambalang Sentul Bogor, Penakaran ikan di Kediri, beberapa rumah modern di Bekasi dan Jakarta, dan saat ini sedang membuat penginapan di Anyer Banten, dan rumah sederhana di Buleleng, Bali.

Dijelaskan Angel, ada berbagai pilihan bahan yang tentunya tetap menjaga kualitas dengan harga bervariasi sesuai kebutuhan dan keinginan pasar. “Untuk model rumah knock down, agar calon pembeli lebih yakin dan tidak hanya melihat gambar/foto, bisa langsung ke rumah contoh yang kami miliki atau rumah yang sudah pernah kami buat. Misalnya di Taman Istana Bunga Bandung atau di Sukawati Bali,” ucapnya.

Proses pengerjaan rumah dikatakannya bisa dikondisikan sesuai kenginan pembeli. Untuk pemasangan rumah saja di lokasi memerlukan waktu kurang lebih 4 minggu. Namun, jika pembeli ingin memantau dari proses pembuatannya, prosesnya pembuatan rumah kayu knock down  bisa dibuat langsung di lokasi mulai dari pemotongan, penghalusan, hingga merangkai rumah, yang membutuhkan waktu kurang lebih 6 minggu.

Untuk maintenance rumah kayu knock down ini cukup mudah, hanya dicat saja dengan cat minyak untuk menghindari dimakan rayap, dilakukan 3 tahun sekali. Rumah kayu knock down bisa bertahan hingga 15 tahun, dan setelahnya itu masuk masa renovasi.

Untuk ilustrasi, Angel memberikan contoh salah satu model rumah kayu knock down yang disebutnya rumah singgah karena sering dijadikan penginapan dekat pantai. Rumah ini memiliki ukuran 5×5 m2, bahan yang digunakan adalah kayu Akasia (kayu Kalimantan). Di dalamnya terdiri dari 1 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 dapur bersih, teras kecil depan/belakang, sudah termasuk instalasi listrik. “Harga yang kami tawarkan Rp 65 juta. Dan tambahan biaya pengiriman untuk sampai ke lokasi biasanya 3-4jt. Total untuk harga rumah tersebut Rp 70 juta sudah bersih dan terima kunci. Harga murah dan standar tetapi kualitas bagus dan layak digunakan. Model dan ukuran bisa di ubah sesuai dengan keinginan,” jelasnya. (Inten Indrawati)

Paling Populer

To Top