Sosialita

Dr. Dra. AA Ayu Ketut Agung, M.M.: Selalu Bawa Misi Budaya

Nama Anak Agung Ayu Ketut Agung tentu sudah familiar terdengar di kalangan masyarakat luas. Di tengah banyaknya bermunculan perias-perias muda, Bu Agung-demikian sapaan akrabnya masih tetap eksis di dunia tata rias dan busana adat Bali yang telah ia tekuni sejak tahun 1979.

Komitmennya untuk menjaga dan melestarikan warisan adat dan budaya khususnya di bidang tata rias dan busana adat Bali mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Setidaknya, 350 piagam penghargaan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional, dikantonginya. Di antaranya, penghargaan “She Can! Award 2015”, Kartini Award, Anugerah Mahapranama Nugraha (Pelestari Budaya Nusantara), Anugerah Peduli Pendidikan (APP award) dari Menteri Pendidikan, dll.

Apa yang dilakukan Bu Agung ini rupanya juga dilirik sebuah perusahaan kosmetika terbesar di Indonesia, Viva Cosmetics. Sejak 10 tahun terakhir, Bu Agung, pemilik Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung, Salon Agung, Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung, dan PKBM Agung ini dirangkul Viva Cosmetics. Bekerjasama juga dengan Kelompok Media Bali Post, WHDI Bali, instansi pemerintah maupun swasta, Bu Agung melakukan roadshow tata rias ke seluruh kabupaten/kota di Bali, hingga ke luar daerah, minimal 30 kali dalam setahun.

“Memberikan pelatihan tata rias untuk diri sendiri, membuat dan memasang sanggul Bali (lambang kedewasaan wanita Bali), tengkuluk lelunakan, dan menyosialisasikan pemakaian busana adat Bali yang baik dan benar, tanpa dipungut biaya, inilah bentuk komitmen saya untuk turut menjaga dan melestarikan budaya Bali khususnya tata rias dan busana adat Bali,” ucapnya.

Atas dedikasinya ini pula, untuk kesekian kalinya Viva Cosmetics mensponsori Bu Agung jalan-jalan ke luar negeri setiap tahunnya. Di awal bulan Januri 2018, perjalanan dimulai dari Indonesia menuju Qatar-Perancis-New York-Washington DC-Boston-London-Belanda-Jerman-Brussel-Perancis-Denpasar (Indonesia). Meski dalam perjalanan wisata, tetap saja Bu Agung membawa misi budaya di setiap negara yang dikunjunginya dengan memberikan demo tengkuluk lelunakan dan tata rias pengantin Bali. Di akhir perjalanannya, ia mepunia satu set busana pengantin Bali lengkap dan tengkuluk lelunakan kepada Seka Gamelan Semara Gita-KBRI Den Haag. Setelah sebelumnya diadakan workshop tata rias pengantin Bali dan tengkuluk lelunakan yang disambut antusias tak hanya oleh WNI yang menetap disana tapi juga WNA.

Dalam urusan mayasin (merias), Bu Agung pernah pula unjuk kepiawaiannya merias di India, Singapura, Jepang, Korea, Belanda, Brussel, Paris, Hongkong, Cina, Bangkok, New York. Bahkan, sempat pula meraih Juara 1 di Singapura dalam “Indonesian Today”.

Usai melakukan lawatannya ke berbagai negara itu, Bu Agung mengungkapkan rasa bangganya karena di setiap Negara yang dikunjunginya selalu bertemu dengan murid kursusnya. “Ternyata banyak murid-murid kursus saya eksis di luar negeri,” ucapnya. LKP Agung sendiri dikatakannya sudah menamatkan lebih dari 10.000 peserta kursus reguler.

Setelah memasuki masa pensiun (Pengawas Sekolah di Disdikpora Denpasar), Bu Agung kini mengaku lebih fokus melakoni bidang tata rias dan busana adat Bali yang sudah menjadi napasnya. Ia berpesan kepada generasi muda sekarang, agar fokus menekuni suatu keterampilan. “Karena darisanalah nantinya akan bisa menjadi sumber penghasilan. Dalam kesempatan ini saya mengucapkan rasa syukur yang tak terhingga kepada Hyang Widhi dan terimakasih kepada keluarga, kolega, Kelompok Media Bali Post, WHDI Bali, Viva Cosmetics, dan semua pihak atas semua berkah ini,” ucap Bu Agung. –Inten

Paling Populer

To Top