Sosialita

Eka Wiryastuti: Perjuangan Kasih

Kasih sayang tidak hanya dilakukan saat hari Valentine. Kasih sayang seharusnya,  dilakukan setiap hari dan setiap saat. Sebagai seorang pemimpin, dalam mewujudkan kasihnya kepada rakyat,  harus diimplementasikan dengan membuat program yang menyejahterakan masyarakat.

Inilah yang sedang diperjuangkan Bupati Tabanan, Eka Wiryastuti. Perjuangan kasih yang ia lakukan dalam berbagai bidang. Eka baru saja meresmikan Layanan Publik Terintegrasi yang diberi nama  Taman Serasi, merupakan pelayanan publik terintegrasi digital pertama di Indonesia.

Program ini diresmikan, Rabu (7/2).  Taman Serasi adalah layanan satu pintu yang bisa memberikan layanan berupa perizinan dan non-perizinan, seperti surat keterangan usaha, surat keterangan tidak mampu, surat keterangan  kematian, surat pindah antar kecamatan, perubahan data dan cetak KK, pencetakan KTP dsbnya.

“Taman Serasi ini adalah sebuah mesin anjungan mandiri, prinsip kerjanya seperti ATM bank, jadi kita melakukan  transaksi secara mandiri dengan mesin. Kebutuhan yang kita perlukan langsung kita dapatkan setelah melakukan transaksi di anjungan.  Tinggal memasukkan NIK, apa yang kita perlukan bisa langsung di-print,” ujarnya.

Ia sangat yakin, dengan program, ini tentu bisa mempersingkat birokrasi pelayanan dan mencegah terjadinya pungutan liar.  Hal ini jelas sangat membantu masyarakat dalam mengakses pelayanan publik.  Menurutnya, layanan ini  termasuk bagian   dari smart city, tapi ia  ingin smart city tidak hanya  mencakup e-government,  tapi di ruang lingkup kecamatan  juga bisa  dimudahkan dengan teknologi.  Jadi intinya, kata dia, efektif dan efisien.

“Saya sudah pasang server di kecamatan.   Untuk  saat ini Kerambitan sebagai pilot project. Tahun 2019  kami akan coba di Kediri, Tabanan, dan   Marga, dan  memang semua bertahap.  Setelah 15 desa siap, rencananya program ini ada di Google Play dan bisa diunduh penduduk Tabanan,” kata Eka Wiryastuti.

Ia menambahkan, semua anjungan akan dibangun di Kantor Camat. Jadi, masyarakat  yang ada keperluan, bisa datang kapan saja, malam  hari atau hari raya, tidak  harus menunggu pegawai  yang mengurus, karena tinggal masukkan NIK semua bisa dikerjakan sendiri.

Perjuangan Kasih juga dilakukan Eka Wiryastuti  ketika dipercaya menjadi pembicara dalam sekolah calon kepala daerah PDI-P.  Di depan 91 peserta calon kepala daerah dari seluruh Indonesia, ia  berbagi pengalaman dan memberi motivasi dan kiat sukses menjadi pemimpin.

Dengan tema, Investasi Hati dengan Semangat  Gotong-Royong Melahirkan Trisakti,  ia memberikan semangat kepada calon kepala daerah, bahwa dalam kepemimpinannya, ia lebih banyak mengedepankan semangat  gotong royong.  “Saya jadikan contoh jalan partisipatif infrastruktur yang dilakukan gotong royong bersama masyarakat Tabanan.  Saya  yakin, Tabanan bisa  kabupaten lain pasti juga bisa. Sudah ada 45 kabupaten yang belajar ke Tabanan,” kata Eka Wiryastuti.

Dalam kesempatan itu, ia membagikan buku “Investasi Hati”, yang bercerita tentang pengalamannya membangun Tabanan. “Saat sebagai pembicara, saya tekankan kepada mereka, mau sehebat apapun, mau seberapa  banyak suara yang didapat, tapi kalau  tidak punya hati, tidak akan bisa membuat program yang baik.  Tidak harus dengan  uang banyak karena  semua  tidak mudah digapai tanpa dengan hati.  Intinya,  ajak rakyat itu berkoalisi dan ikut memiliki.  Seperti membuat jalan beton, rakyat Tabanan mau bergotong royong,” imbuhnya.

Eka Wiryastuti mengatakan, buku “Investasi Hati”, murni sosial karena ia gunakan untuk membiayai anak yatim.  Dengan dipercayainya ia sebagai pembicara, ada hal positif yang ia  dapatkan. “Yang membuat saya semangat, karena keberadaan saya bermanfaat bagi orang lain. Minimal keberadaan saya ini bermanfaat, bagi mereka yang akan menjadi  pemimpin. Karena tidak selamanya  saya  menjadi pemimpin. Bukan saya pintar, tapi saya ingin berbagi pengalaman  dari memimpin Tabanan dengan  PAD sangat kecil,  masyarakat heterogen dan keras, politik yang rentan, syukur saya bisa  selamat dan dicintai rakyat Tabanan,” ucapnya.

Ia juga menekankan, pentingnya budaya karena napas budaya yang membuat kita bersatu. “Makanya, saya juga ikut belajar nari rejang agar bisa ikut menari bersama rakyat.  Saya berusaha belajar. Tidak ada sekat dengan rakyat, ada  rasa saling memiliki. Kuncinya hati,  rakyat ini perlu  sentuhan hati,” ujarnya.

Untuk tahun 2018, ia juga fokus di bidang kesehatan. Ia sedang mengencarkan  pengembangan pembangunan  RS Nyitdah. Saat ini, kapasitas RS Nyitdah  200 bed.  “Kami perlu  450 bed. Itu yang  akan menjadi prioritas. RS Nyitdah juga akan dibuat menjadi RS bertaraf internasional,  dengan sarana dan teknologi yang lebih maju, selain melayani pasien BPJS.  Kebetulan RS Nyitdah juga mendapat mesin hibah dari Jepang untuk cuci darah sehingga cuci darah di sana murah.  Selain itu, rencana juga akan dikembangkan stroke centre, estetika, operasi plastik, dll,” jelas Eka.  Dengan lahan 7 hektar, RS Nyitdah tentu dapat memberikan  pelayana publik yang maksimal.

Ia mengatakan, saat ini, di Tabanan ada  4 puskesmas  rawat inap, ke depan, ia berharap,  22 puskesmas  juga akan dikembangkan agar mampu melayani rawat inap.  Jadi, tidak semua harus ke kota mencari rumah sakit. Operasi kecil bisa ditangani di masing-masing puskesmas kecamatan.  (ast)

Paling Populer

To Top