Buleleng

Diterjang Banjir Bandang Dinas Pertanian Bantu Benih Padi Unggul

 

Pasca banjir bandang yang melanda Kabupaten Buleleng, Jumat (26/1) lalu mengakibatkan kerusakan bangunan, jalan, fasilitas umum, dan tidak terkecuali pertanian. Beberapa petani gigit jari usai lahan pertaniannya yang baru ditanami padi terendam bajir. Banjir merendam lahan pertanian terparah terjadi di Desa Dencarik kecamatan Banjar seluas 12,88 hektar dari 36 KK yang tersebar dari 4 subak.

Hal tersebut sesuai dengan data yang dihimpun oleh Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng. menurut Kepala Distan Nyoman Swatantra, empat subak yang terdampak banjir bandang ada subak Taman dengan luas lahan 4,32 hektar yang diolah oleh 11 KK, subak Batu Rancang seluas 1,57 hektar dengan jumlah 2 KK, subak Rambut Naga seluas 6,95 hektar dengan jumah 23 KK, dan Subak Celebung Dangin Tukad seluas 0,4 hektar dengan jumlah 2 KK.

Untuk meringankan kerugian petani di empat subak tersebut, Distan menggelontorkan bantuan berupa benih padi unggul, pupuk, dan pestisida. Bantuan ini diserahkan Kepala Distan di Gedung Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Banjar, Rabu (31/1) lalu. Mengikuti instruksi Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, Distan menjatah benih padi varietas hibrida kepada petani masing-masing 15 hingga 25 kilogram untuk satu hektar lahan, sedangkan untuk pupuk urea dibantu 300 kg per hektar, pupuk NPK 250 kg per hektar, dan pupuk organik 500 kg per hektar. “Khusus untuk pestisida kami sesuaikan dengan kebutuhan, kalau ada serangan hama baru kami akan berikan,” jelasnya.

Ditambahkan Swatantra, ke empat subak tersebut harus melakukan perawatan terlebih dahulu terhadap sawah yang telah terendam banjir. Pihaknya menemukan usia benih padi di lahan sawah itu bervariasi antara dua hingga 100 hari setelah masa penanaman. Perbedaan usia tanaman di masing-masing subak mengakibatkan penjadwalan kembali penanaman ulang padi, sehingga pemberian bibit unggul pun dilakukan secara bertahap. “Ya kami berikan secara bertahap, agar pemanfaatannya bisa secara efektif. Mereka tetap koordinasikan dengan petugas kami di BPP Banjar, kapanpun mereka siap menanam benihnya tinggal diambil sesuai dengan jumlah yang telah kami siapkan,” ujarnya.

Pemberian benih unggul varietas hibrida bertujuan untuk meningkatkan produktivias hasil panen petani. Umumnya petani menanam padi dengan varietas inhibrida yang kualitasnya masih dibawah hibrida. Benih padi hibrida ini mampu memberikan produksi gabah di atas varietas padi yang ditanam sebelumnya. Rata-rata satu hektar lahan benih hibrida mampu berproduksi antara sembilan hingga 13 ton. “Sengaja kami berikan padi kualitas hibrida ini untuk meningkatkan produktivitas hasil panennya nanti,” tandasnya. (Wiwin Meliana)

Paling Populer

To Top