Metropolitan

Jakarta Tempo Dulu: Sambut HUT Jakarta dan Asian Games

 

HUT ke-491 Jakarta memang masih lama. Namun, sejumlah persiapan menyambut hari penting itu sudah dilakukan. Di antaranya adalah Taman Impian Jaya Ancol  (TIJA) yang  akan menyulap Pasar Seni menjadi Kampung Betawi.  Pulau Bidadari pun yang berada di gugusan Kepulauan Seribu akan bersalin rupa menjadi Jakarta tempo dulu.

Yang disasar Pembangunan Jaya Ancol dan anak perusahaannya bukan hanya HUT Jakarta melainkan juga event akbar Asian Games XVIII yang bakal digelar pada 18 Agustus-2 September mendatang di Jakarta dan Palembang. Kebetulan juga kawasan Ancol menjadi  arena pertandingan untuk cabang olah raga jetski dan layar. Berdampingan dengan arena  pertandingan tentunya peluang yang tak disia-siakan maka TIJA pun ikut bersolek untuk menyambut  tamu-tamu dari mancanegara itu.

“Pembangunan di Pulau Bidadari sudah dilakukan sejak akhir tahun lalu. Begitu juga renovasi di Pasar Seni sudah berjalan. Kami berharap sebelum  HUT Jakarta semuanya sudah selesai, khususnya di Pulau Bidadari,” ungkap Eko, Humas TIJA di kantornya. Nantinya di Pasar Seni misalnya, tampilan bangunan-bangunannya  akan disesuaikan dengan rumah-rumah Betawi tempo dulu. Hiburan seni dan budaya pun bernuansa Betawi.

“Kami juga sedang mengusahakan agar toko-toko kerajinan menjual juga souvenir-souvenir khas Jakarta. Jadi kami berusaha agar budaya Betawi kental terasa di Pasar Seni, nuasa itulah yang kami akan bangun,” tambah Eko.

Demikian juga di Pulau Bidadari yang selama ini memang sudah ada puluhan cottage, di antaranya cottage terapung. Di sana kini tengah berlangsung pembangunan ‘kota’ Betawi (Batavia) tempo dulu. Jadi konsepnya nuansa yang dibangun adalah suasana Jakarta di masa lalu. Nanti selain model bangunan-bangunan masa lalu, juga para staf maupun pelayan di sana memakai busana tempo dulu. Misalnya, kebaya Betawi atau busana encim Betawi.

“Pada masa itu kan masih dalam penjajahan Belanda. Jadi nanti juga ada yang memakai kostum tentara Belanda. Kalau pernah ke kawasan Kota Tua Jakarta, nah nuansa seperti tempat itulah yang sedang kami garap,” tambahnya.

“PALANG PINTU”

Pulau Bidadari jaraknya dekat dengan Jakarta daratan, sekitar 15 km atau waktu tempuh dengan menggunakan boat sekiat 20-25 menit dari Marina Ancol. Selama ini pulau yang memiliki luas 6,35 hektar tersebut dikelola oleh PT Seabeez Indonesia, anak perusahaan PT Pembangunan Jaya Ancol.

Menurut Retno Purwaningsih, GM Pulau Bidadari Eco Resort PT SI, revitalisasi meliputi 43 cottage, satu restoran juga kolam renang. Sekarang revitalisasi sudah memasuki tahap dua. “Jadi konsepnya Betavia tempo dulu, Pecinan dan Belanda. Nantinya ornamen-ornamen Betawi akan semarak di sini, mulai dari dermaga hingga front office,” jelas Retno yang menyebut konsep revitalisasi ini sebagai bentuk dukungan pihaknya terhadap pelestarian kebudayaan Betawi.

“Nanti para tamu yang datang disambut semacam ritual “Palang Pintu”. Ritual yang menjadi tradisi etnis Betawi ini dulunya digelar untuk menyambut pengantin pria Betawi saat memasuki rumah pengantin wanita. Namun belakangan juga dipakai untuk menyambut tamu-tamu penting yang datang pada suatu acara. Jadi nanti ada gelaran seni pencak silat menyambut tamu.

Revitalisasi Pulau Bidadari ini tentunya mendapat dukungan banyak pihak karena itu akan menjadi salah satu daya tarik bagi destinasi wisata Kepulauan Seribu. Terlebih lagi sejumlah pulau di Kepulauan Seribu sampai saat ini masih menyimpan peninggalan-peninggalan tempo dulu. (Diana Runtu)

Paling Populer

To Top