Sosialita

Rayakan HUT ke- 4: KCKB Komit Tebar Kasih Sayang

Kasih sayang itu tidak terbatas. Sebagai mahluk sosial kita bukan hanya saling memerlukan juga saling berbagi. Menjadi  begitu mulia dan indah, jika kita terus memupuk rasa kepedulian sosial, bersimpati dan berempati terhadap keadaan di sekitar kita.

Hal itu pula yang menjadi salah satu komitmen yang dituangkan dalam program rutin dari Komunitas Cinta Kamen Bali (KCKB), sebuah wadah kebersamaan perempuan Bali yang sama mencintai warisan tradisi, khususnya kamen Bali. Saat HUT ke–4 KCKB, yang lahir 15 Januari dan dirayakan pada  (26/1) di The Café – Hotel Mulia dan dihadiri istri Gubernur Bali, Ny. Ayu Pastika ini.

Acara spesial ini bertema penguatan nuansa kasih sayang. Hal ini juga sesuai dengan syarat utama dalam KCKB , yang menyatukan perempuan Bali dari berbagai profesi dalam ikatan kasih sayang, termasuk pada orang lain dengan wujud nyata berupa kegiatan sosial. Menurut sang pengagas KCKB, Ni Putu Adnyani yang biasa di sapa Mami Bara didampingi Yoseva Listyati atau akrab dipanggil Mba Eva, ‘bahagia’itu jika bisa membantu dan berguna atau bermanfaat bagi orang lain.

KCKB yang kini beranggotakan sekitar 60 orang tersebut, sepakat mengisi perayaan HUT mereka dengan  untaian kasih sayang dengan memberikan bantuan kepada saudara-saudara yang hidupnya tak seberuntung mereka. Berbagai aksi nyata pun telah dilaksanakan KCKB, diantaranya memberikan bantuan kepada mereka yang terkena bencana alam di Karangasem, menyelenggarakan konser amal serta membantu pelaksanaan upacara potong gigi massal.

Untuk konser amal, diadakan oleh Yayasan Angel Hearts. Konser amal ini bertujuan menggali dana bagi pembangunan gedung yayasan sebagai rumah singgah untukk menampung anak yatim piatu dan kurang mampu. Konser amal yang berlangsung 18 November  2017 di lapangan Garuda Desa Budaya Kertalangu tersebut dimeriahkan dan di dukung oleh artis-artis Bali dan berbagai pihak tanpa dibayar.  Sedangkan dalam kegiatan potong gigi massal bagi 125 orang, pada  23 Desember 2017 di Restorant Desa Budaya Kertalangu, KCKB menyumbangkan busana serta kamen putih- kuning untuk peserta potong gigi.

Sebenarnya, kata Mami Bara kegiatan sosial yang dijalankan KCKB sifatnya  kontinyu tiap tiga bulan sekali. Materi atau modalnya diperoleh dari seluruh anggota yang memberikan donasi sukarela dalam acara pertemuan atau sharing bulanan anggota . “Ada juga yang bersifat urgent atau diperlukan mendesak , biasanya di sini mereka akan mengumpulkan sumbangan sewaktu-waktu demi membantu mereka yang memerlukan. Cukup banyak anggota baru yang bergabung, rupanya mereka melihat kami selain turut menjaga budaya lokal juga komit dengan aksi sosial yang nyata kami laksanakan, serta tetap ber-kamen dalam berbagai kegiatan, ” papar Mami Bara.

Keberadaan KCKB di Bali dengan semua sepak terjangnya, khususnya kegiatan sosialnya, gaungnya berhembus hingga ke Ibu Kota negara kita, Jakarta. “Ada Komunitas bernama ‘Ladies Care Community’ yang mempercayakan dana bantuan mereka melalui KCKB untuk diserahkan pada pengungsi gunung agung. Ini suatu kehormatan bagi kami KCKB,” kata Mba Eva. (ard)

Paling Populer

To Top