Sosialita

Cia Pemayun: Agen SPAK Penyebar Virus Kebaikan

 Langkah kecil yang nyata.Tercatat sebagai agen Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Bali. Melakukan gerakan mengajak orang-orang menghindari prilaku koruptif. Begitulah komitmen dan dedikasi dalam diri perempuan bernama Cokorda Istri Anom Pemayun, S.H., M.H. ini, untuk meneruskan kegiatan menyebarkan virus-virus anti korupsi demi perbaikan Indonesia di masa depan.

Demikian pula gambaran ‘Gerakan Agen SPAK ‘di Indonesia kini sudah menjadi inspirasi perubahan.,Begitu juga di Bali, meski tidak mudah, namun agen  SPAK Bali, salah satunya istri Cokorda Ngurah Pemayun, S.H., M.H. ini juga terus berupaya bergerak menanamkan nilai-nilai dasar anti korupsi di lingkungan keluarga hingga di berbagai kalangan.

Cia Pemayun, begitu panggilannya juga menyadari jika peran perempuan penting dalam pencegahan korupsi. Apakah ia sebagai seorang ibu, seorang istri, wanita karier maupun  anggota masyarakat. “Bagaimanapun pemberantasan korupsi pada akhirnya memerlukan dukungan dan peran aktif masyarakat. Bahwa peran perempuan sangat strategis untuk melakukan perubahan melalui pencegahan tindakan korupsi dalam kehidupan sehar-hari, dan mengajak semua pihak, utamanya para perempuan terlibat dan berperan aktif dalam “Gerakan SPAK,” katanya.

Karenanya, menurut Cia Pemayun gerakan SPAK  ini sangat penting untuk mengoptimalkan peran perempuan mulai dari dalam keluarga dan masyarakat sehingga lahir generasi antikorupsi di masa akan datang. “Semoga gerakan yang dilakukan agen SPAK Bali di berbagai tempat ini, mampu menjadikan semakin banyak para perempuan maupun organisasi perempuan turut  berpartisipasi. Mereka bisa mulai dengan pencegahan, yakni melindungi diri dari korupsi melalui penyebaran pengetahuan berupa virus-virus anti korupsi.,”  tutur putri dari (alm) Cokorda Ngurah Pemayun dan (almh) Jro Ketut Nuratni  ini

Apalagi Cia Pemayun sebelumnya telah mengikuti ‘Pelatihan dan Seminar Nasional SPAK’ di Jakarta, pada Februari 2016 silam. Ketika itu, katanya wakil Bali hanya berdua, dirinya sebagai Ketua DWP Provinsi Bali bersama Wakil Ketua 1.  Sejak itu juga Cia Pemayun mendapat tugas dari pusat Jakarta untuk  membantu memberikan sosialisasi tentang SPAK kepada ibu-ibu DWP Provinsi  Bali. Bahkan, ia memperoleh apresiasi dari KPK sebab, sebelum mengikuti pelatihan SPAK di Jakarta, ia yang pertama kali  di Indonesia, melaksanakan sosialisasi tentang antikorupsi dengan menghadirkan pembicara dari  KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pemerintah), untuk lingkungan DWP Provinsi Bali.

Karenanya , Cia Pemayun menekankan kembali pada para istri,sebagaimana  yang disampaikan Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan, perempuan hendaknya semakin kritis menanyakan asal uang yang diberikan oleh suaminya. Peran SPAK di sini terus mendorong sikap proaktif perempuan , khususnya para ibu untuk kritis terhadap penghasilan suami, menanyakan asal-usul  uang yang diberikan oleh suaminya, ketika jumlahnya di atas penghasilan yang semestinya. (ard)

Paling Populer

To Top