Inspirasi

VICKY BURKI: Kembangkan Pole Dance

vicky burki

Lama tak muncul di layar kaca, ternyata Vicky Burki tengah  asyik mengembangkan Pole Dance suatu olah raga unik yang masih belum banyak dikenal di Indonesia. Gara-gara Pole Dance itu, Vicky bahkan rela mengurangi  aktivitasnya di dunia hiburan serta melepaskan tawaran main di sejumlah sinetron.

“Vicky  lama nggak muncul bukan karena meninggalkan dunia akting, enggak lah. Tapi Vicky dalam dua tahun ini memang sedang fokus mengembangkan studio Pole Dance. Jadwal Vicky juga lumayan padat, juga hampir setiap akhir pekan keliling Indonesia untuk acara aerobic atau event-event lomba aerobic, dll. Karena selain Pole Dance, Vicky juga masih aktif di aerobik dan olah raga lainnya,” ungkap wanita yang bernama lengkap Victorine Cherryline Soedarjono Burki.

Olah raga, kata Vicky, sudah mendarah-daging dalam hidupnya. “Puluhan tahun aku hidup dalam dunia (olah raga) ini. Macam-macam olah raga yang Vicky tekuni, senam aerobic, olah raga-olah raga keras, olah raga-seni, dll. Jadi rasanya Vicky  nggak mungkin bisa meninggalkannya begitu saja untuk mendapatkan sesuatu yang lain. Apalagi kini tengah mengembangkan Pole Dance, olah raga –seni, jadi fokus ke sana dulu,” tutur Vicky yang pernah menyabet gelar Ratu Aerobic Asia 1988.

Sebenarnya, aku Vicky, dirinya sudah sangat rindu untuk berakting kembali. Hanya saja, dengan kondisinya yang sekarang dimana jadwal pelatihan Pole Dance –nya begitu ketat, belum memungkinkan untuk tampil di sinetron lagi. Tahun 2015 lalu, dirinya masih sempat bermain sinetron ‘Cinta di Langit Taj Mahal’. Sinteron itu begitu populer di masyarakat, dan Vicky yang mendapat peran antagonis sebagai Ibu Hilda.

“Waktu syuting Cinta di Langit Taj Mahal, Vicky sebenarnya sudah sibuk dengan Polde Dance. Cuma saja orang yang membuat jadwal syuting hebat banget, dia bisa mengatur dengan baik. Jadi Vicky masih bisa keluar sebentar untuk aktivitas lain. Jadi misalnya, pagi Vicky ngelatih (instruktur) murid di studio sampai siang, habis itu ke lokasi syuting. Nah sore Vicky balik lagi ke studio untuk ngelatih murid, selesai latihan Vicky balik lagi ke lokasi syuting. Nah syuting bisa sampai malam bahkan tengah malam. Nggak masalah. Karena ada pengaturan yang fleksibel seperti itu, makanya Vicky bisa main sinetron,” paparnya.

Nah setelah sinetron Cinta di Langit Taj Mahal, Vicky belum dapat lagi tawaran di mana bisa nego waktu syuting. “Ada beberapa tawaran sinetron, namun kondisinya tidak bisa seperti ketika di ‘Cinta di Langit Taj Mahal’. Aku nggak bisa nyambi, harus standby di lokasi syuting sejak pagi sampai selesai. Lho, lalu bagaimana murid-murid Vicky, kan kasihan. Menurut mereka (pihak PH), Vicky harus memilih antara syuting sinetron atau olah raga. Ya sudah, akhirnya Vicky memilih olah raga karena itu adalah dunia Vicky dari dulu.  Aku hobi akting, itu kegiatan yang menyenangkan, namun aku juga nggak bisa meninggalkan Pole Dance karena ini masih baru dan perlu dikawal agar berjalan lancar,” kata Vicky yang memulai kiprahnya di dunia akting di awal tahun 2000 an.

Keberatan pihak PH, kata Vicky, bisa dipahaminya. Karena sinetron melibatkan banyak pemain yang tentunya perlu pengaturan tersendiri. “Nanti kalau Vicky iyakan, lalu saatnya syuting, Vicky nggak ada, kan nggak enak. Jadwal orang jadi terganggu. Vicky nggak mau ambil risiko yang tidak mengenakkan seperti itu. Ya sudah untuk sementara vakum dulu sampai dapat yang pas,” jelasnya.

Tahun 2018 ini, ungkapnya, salah satu resolusinya adalah bermain sinetron atau FTV. Meski belum ada tawaran yang masuk untuk itu, namun dirinya berharap ada kesempatan. “Dua tahun kemarin aku benar-benar fokus pada Pole Dance, nah sekarang Vicky sudah rindu banget untuk akting. Semoga ada tawaran, syukur-syukur kalau bisa main FTV,” ujarnya.

FTV, menurut Vicky, lebih enak dibanding sinetron karena syutingnya tidak lama, hanya empat hari hingga satu minggu. Bandingkan dengan sinetron yang panjang dan bisa berbulan-bulan. Apalagi sekarang tengah tren sinetron stripping, yang bukan hanya makan waktu namun benar-benar harus standby di lokasi sejak pagi hingga selesai. “Aku sebenarnya pengen banget main FTV tapi belum dapat. Mereka (PH) maunya aku main sinetron yang panjang-panjang,” ucap Vicky yang yakin suatu saat pasti dirinya dapat kesempatan itu. “Tapi aku maunya peran-peran yang supporting sifatnya, jadi nggak terlalu memakan waktu lama..hahhaha,” tambahnya.

 

COCOK UNTUK TUBUH ‘GEMBYAR-GEMBYOR’

Lalu bagaimana dengan Pole Dance, seberapa jauh kemajuannya?

Ditanya hal ini, Vicky pun antusias menjelaskan betapa perjuangannya selama bertahun-tahun lalu tidak lah mudah. Pole Dance, ungkap Vicky, dulu dipandang negatif oleh kebanyakan  orang. “Mereka mengira Pole Dance adalah striptis. Padahal ini bukan striptis. Hanya karena Pole Dance menggunakan tiang maka dibilang striptis. Dan tahu sendiri lah bagaimana orang memandang striptis, negatif banget. Jadi mengubah mindset orang itu berat banget,” ungkap Vicky.

Pole Dance, tutur Vicky, adalah sebuah pertunjukan yang memadukan olahraga senam dan seni (tari), ada unsur akrobatnya juga.  Ini muncul pertama kali di Amerika tahun 1920-an, namun baru dipopulerkan oleh seorang dari Kanada tahun 90-an. Karena ada tiang sebagaialat bantu, orang lantas berpikir ini striptis padahal berbeda sekali dengan tarian erotis itu. Di dunia, Pole Dance sudah berkembang luar biasa bahkan ada kompetisinya tingkat dunia.

“Untuk belajar Pole Dance orang harus serius, tekun dan disiplin. Tidak bisa main-main. Karena ini adalah olah raga ekstrim, bukan olah raga biasa. Jadi di situ ada keseriusan, kedisiplinan, kekuatan, passion, dll. Ini olah raga unik yang sangat bermanfaat baik untuk kesehatan maupun untuk penampilan. Para perempuan yang merasa tubuhnya ‘gembyor-gembyor’ bakal hilang dengan latihan Pole Dance. Tubuh jadi berbentuk indah,” ungkapnya.

“Jadi intinya ini adalah olah raga tapi bukan olah raga biasa, namun agak ekstrem dan lumayan berat. Ini bukan olah raga yang mudah seperti olah raga pada umumnya. Nah yang namanya olah raga kan untuk kesehatan, itu dulu deh yang dipahami. Dan olah raga ini jelas bermanfaat untuk kesehatan, sama sekali tidak ada tuh negatif seperti yang sempat dipahami orang tentang striptis,” jelas Vicky.

Selama dua tahun lalu, Vicky aktif mengedukasi masyarakat tentang olah raga ini, dan hasilnya menunjukkan perkembangan yang signifikan. “Tahun 2017 lalu benar-benar tahun yang Vicky syukuri sekali karena mindset sebagian masyarakat sudah mulai berubah. Akhirnya banyak yang mengerti bahkan ini bukan kegiatan bersifat erotis tapi sungguh-sungguh olah raga. Banyak lho murid-murid Vicky yang tadinya mengira ini negatif, kini malah rajin berlatih. Mereka yang tadinya tubuhnya ‘gembyar-gembyor’ kini berbentuk. Penampilannya jadi keren. Lebih dari itu, mereka merasa olah raga ini membuatnya jadi semakin sehat,” tutur pemeran film ‘Cinta Setaman’, ini.

Vicky membangun studio ‘Indonesia Pole Dance’ bersama partnernya Memetho…sejak 2014 dan baru 2017 merasa upaya yang mereka bangun telah menunjukkan hasil baik, termasuk soal mengubah mindset orang tentang olah raga ini. “Itulah sebabnya karena perjuangan membangun studio ini tidak mudah, jadi Vicky nggak bisa tinggalkan. Nanti kalau studio sudah berjalan stabil, karena kan sekarang masih baru, baru lah Vicky bisa belok ke sinetron lagi,” ujar wanita yang menimba ilmu Pole Dance di Australia. (Diana Runtu)

Paling Populer

To Top