Kolom

Komitmen

Nina Radinia

Di tahun yang baru, selama ini sebagian besar orang menjadikannya momentum mulai membuat rencana atau goal baru juga. Mereka menyebutnya resolusi untuk, berupa urain target atau tugas yang ingin dilakukan dengan lebih baik. Hal ini tentu demi kualitas diri yang lebih baik dan  untuk menghasilkan hari depan yang lebih baik dan cemerlang ke depannya.

Awal tahun baru adalah sebuah awal yang baru bagi kita semua. Awal tahun juga menjadi kesempatan baik untuk menghilangkan hal-hal yang kurang baik di tahun sebelumnya kemudian membangun langkah atau goal baru untuk berkembang lebih baik secara psikologis, emosional, sosial, secara fisik atau intelektual maupun finansial.

Proses untuk menjalankan goal baru tidaklah mudah, sebab resolusi memang lebih mudah dibuat daripada dilaksanakan. Di sinilah diperlukan yang namanya  komitmen kuat. Komitmen ini gunanya agar tekad  yang membara di dalam sebuah resolusi bisa dikawal terus, berjalan konsisten dan jauh dari kegagalan.

Segala hal yang ingin dicapai di tahun yang baru harus dilakukan dengan tekad dan komitmen kuat. Jangan biarkan goal-goal baru itu sekadar wacana tanpa realisasi. Misalnya, rencana olahraga setiap hari, belajar bahasa asing, membaca satu buku sehari semuanya menjadi gagal karena banyak godaan dari sekeliling untuk hangout bersama dan sebagainya yang tidak berani ditolak. Di sini perlu punya sikap berani menolak aktivitas bermain di luar hari libur misalnya.

Harus kita akui, seringkali niat kita sudah cukup besar ingin melangkah maju bersama sederet goal baru, namun kenyataannya begitu awal tahun berjalan bersama dengan goal pertama maka langkah yang seharusnya ke arah depan justru surut dan kembali seperti pola yang lama. Atau, semangatnya hanya panas-panas tahi ayam dan juga malas untuk belajar dari kekeliruan langkah di tahun sebelumnya. Justru parah, punya keinginan tapi tidak dilaksankan.

Lantas bagaimana caranya agar komitmen terpelihara bisa kuat hingga final diakhir tahun depan?  Adalah sangat baik jika memulai dengan niat yang kuat dari dalam diri sendiri, ingin mengubah diri menjadi lebih baik dengan menjalankan semua goal –goal yang dibuat. Rencana yang dibuat juga mestinya lebih spesifik dan jelas. Kita juga harus menyesuaikan resolusi dengan realitas dan situasi yang ada. Tidak perlu membuat goal terlalu banyak agar lebih mudah mendapat hasil yang optimal.

Kita perlu juga memaparkan step-step strategi dari goal yang bakal dijalankan, agar lebih mudah dan menjadikan semangat menjalaninya. Lanjutkan dengan mengadakan evaluasi terhadap perubahan–perubahan yang sudah dijalankan. Dan, yang paling penting tidak membiasakan diri untuk menunda-nunda. Kalaupun gagal dengan sebuah resolusi maka segera ambil goal  lainnya, supaya semangat tidak surut.

Jika perlu mintalah dukungan dari keluarga atau sahabat. Apalagi ada yang mengatakan bahwa resolusi atau goal-goal yang sempat disampaikan kepada orang lain kecendrungannya akan lebih mudah diwujudkan, karena mampu merangsang kita lebih terpacu mewujudkannya. Hal ini  banyak terbukti sukses dibandingkan dengan yang tidak diceritakan sama sekali.

Agar peluang pencapaian keberhasilan lebih baik, kita juga dapat melakukan bantuan pengingat dengan menempelkan catatan resolusi di dinding kamar atau di meja belajar. Dan, tentunya tidak lupa untuk selalu optimis dan  terus fokus  dengan daftar tersebut. Apalagi jika urusannya resolusi keuangan, gambarannya harus detil sebab kelancarannya punya pengaruh besar pada keseluruhan kebutuhan hidup kita. Di sini kita selain harus cerdas, wajib juga memegang komitmen yang kuat.

Poin penting lainnya ingat komitmen juga bukan hanya ditulis melengkapi goal tapi ada tindakan. Selanjutnya supaya kita bisa lebih bersemangat dalam menjalankan komitmen akan rentetan resolusi yang telah dibuat, ada  baiknya kita tidak pelit untuk memberikan self reward atau hadiah kepada diri sendiri pada saat berhasil menjalankan rencana yang sudah ditulis, meskipun baru terlaksana satu atau dua hal saja. Tentu saja reward-nya di sesuaikan dengan kondisi, misalnya dengan menghadiahi diri menonton film di XXI.

 

Nina Radinia

Mahasiswi Ilmu Psikologi Universitas Airlangga, Surabaya

Paling Populer

To Top