Sosialita

Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa, S.E, M.M.: Politisi Akademisi Pejuang Kaum Marhaen

Gek Diah Srikandi dan keluarga

Belum genap satu tahun memimpin perguruan tinggi tertua dan bersejarah Universitas Mahendradatta (d/a Marhaen) Bali,  Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa, S.E, M.M., mendapat amanah baru. Ia ditugaskan sebagai  Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota Komisi III DPRD Prov. Bali  mengantikan (alm) Ida Bagus Ketut Birawa.

Gek Diah Srikandi sapaan akrabnya mengaku bangga, karena di usianya yang boleh terbilang masih muda yakni 33 tahun,  terpilih menjadi Rektor Universitas Mahendradatta. Universitas ini didirikan 17 Januari 1963 oleh Bung Karno dan Shri Wedastera Suyasa (ayah Gek Diah Srikandi) yang merupakan tokoh politik di Bali. “Saya bangga bisa memimpin perguruan tinggi selevel universitas dan saya ingin menunjukkan bahwa Perempuan Bali itu bisa jadi Pemimpin,” ujar Gek Diah Srikandi yang sejak tahun 2012-hingga sekarang sebagai Asesor Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) RI.

Di bawah kepemimpinannya sebagai Rektor saat itu, Universitas Mahendradatta telah berhasil terakreditasi secara institusi dan program studi dengan nilai mayor B, Unmar sebagai PTS Terbaik II Kopertis Wilayah VIII, Unmar mendapat Anugrah APTISI sebagai Kampus Tanpa Rokok, predikat Maju (skala Nasional), Predikat Kampus Tanpa Narkoba dari BNN, penambahan kerjasama nasional & internasional, penambahan program studi baru dan banyak lagi prestasi yang diraih Unmar ini berkat tangan dingin seorang Srikandi.

Sebelum dilantik sebagai anggota legislatif pada 7 Januari 2016, dirinya sudah mundur sebagai Rektor.  “Dalam UU MD3 sudah jelas menyebutkan, sebagai pejabat publik tidak boleh merangkap jabatan, salah satunya menjabat di struktural lembaga pendidikan. Karena itu saya harus taat hukum dan aturan,” ungkap Gek Diah Srikandi yang pernah meraih berbagai penghargaan sebagai Doktor Perempuan Termuda di Indonesia usia 27 tahun 8 bulan di bidang Manajemen Pemerintahan, The Best Five “MANGO Award” sebagai wanita inspiratif di bidang Pendidikan dan Wirausaha, Kartini Indonesia Award 2012, Woman of The Year 2012, Top Excellence Award : The Best Choice in Education & Tutoring Program of The Year 2013, Best 10 Trusted Education Institution, category The Best Leading Education of The Year 2014.

Ia menambahkan, sekarang sebagai anggota legislatif sudah tentu harus menjalankan tupoksi dengan baik serta memperjuangkan aspirasi masyarakat Bali khususnya daerah pemilihannya Kabupaten Jembrana. “Karena itu apa yang menjadi aspirasi masyarakat akan saya perjuangkan semua dalam platform Sukarnoisme,”  ujar perempuan kelahiran Denpasar, 4 April 1982 ini.

Gek Diah Srikandi yang menyelesaikan pendidikan Sarjana Manajemen Universitas Trisakti Jakarta (2004), Magister (S2) Universitas Satya Gama Jakarta (2006) dan lulus program Doktor Manajemen Pemeritahan Universitas Satya Gama Jakarta (2009) dengan predikat Cumlaude ini mengatakan sebagai anggota legislatif akan fokus pada tanggung jawab yang diemban menjadi wakil rakyat. “Terlebih duduk di komisi III yang membidangi pembangunan (infrastruktur), ESDM, lingkungan hidup, perhubungan, ini merupakan tantangan karena merupakan bidang baru bagi saya,” ungkap istri dari Notaris-PPAT I Ketut Ariyasa, S.H., MKn ini.

Tanggal 7 Januari 2018 nanti genap dua tahun Gek Diah Srikandi menjabat sebagai anggota legislatif. Namun, Gek Diah Srikandi sudah banyak berhasil memperjuangkan serta mengawal aspirasi masyarakat di Kabupaten Jembrana. “Saya sangat memanfaatkan waktu reses saya untuk turun ke masyarakat di sembilan titik, menyerap aspirasi masyarakat, bertukar pikiran dengan para tokoh dan target saya agar 51 lima puluh satu desa/kelurahan di Kabupaten Jembrana sudah bisa saya kunjungi sampai dengan tahun 2018. Sekaligus saya ingin memperkenalkan diri juga ke masyarakat, menyampaikan program-program saya yang nantinya bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ujar adik kandung dari Senator DPD RI Dr. Shri I Gst Ngrh Arya Wedakarna MWS,S.E.(Mtru),MSi. ini.

Ia sangat bersyukur, selama menjabat sudah bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat di Kabupaten Jembrana seperti tanggul-tanggul sungai yang jebol di Desa Yehembang Kangin, Sungai Samblong Kelurahan Sangkaragung yang sudah mendapat bantuan dan perbaikan dari pusat, perbaikan irigasi subak di beberapa kecamatan dan tentunya realisasi bantuan hibah bersumber dari APBD Provinsi. “Masih banyak PR yang harus segera saya selesaikan dan tuntaskan dari banyaknya aspirasi masyarakat yang masuk ke saya,” ungkap Gek Diah Srikandi yang merupakan bendahara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali dan Kepala Badan Diklat PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

TERJUN KE POLITIK

Menurutnya, prinsip akademisi dan dunia politik adalah dua bidang yang hampir sama yakni “pengabdian pada masyarakat”. “Melalui dunia akademisi kita memberikan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi secara formal pada lingkungan kampus maupun sekolah, sedangkan dalam politik seperti yang diketahui politik merupakan alat untuk mencapai posisi dalam kehidupan bernegara baik itu legislatif maupun eksekutif, dan apabila  posisi tersebut kita capai maka kita akan secara maksimal dapat memberikan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat dalam cakupan yang lebih luas,” ujarnya.

Atas pertimbangan tersebut pada saat ia  ditugaskan Partai PDI Perjuangan untuk menjadi calon anggota Legislatif Provinsi Bali dapil Jembrana pada pemilu tahun 2014,  ia  menyetujuinya dengan harapan dan cita-cita dengan menjadi anggota legislatif ia dapat mengabdi dan memperjuangkan aspirasi masyarakat lebih luas, tentunya memperjuangkan kepentingan kaum marhaen.

“Trik yang harus dilakukan agar perempuan bisa eksis di berbagai bidang kuncinya adalah Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas dan Kerja Tuntas, jadi intinya bagaimana kita bekerja dengan serius dan semaksimal mungkin, tepat dalam membagi waktu, dan ikhlas dalam bekerja, tidak setengah-setengah ditambah dengan dukungan keluarga maka kesuksesan akan kita capai,”  ungkap Gek Diah yang menjadi pembina dan penasehat di beberapa organisasi dan yayasan.

Kiprah Gek Diah Srikandi di dunia pendidikan, organisasi dan  politik maupun legislatif  memang patut menjadi teladan tersendiri bagi kaum perempuan lain. Ia salah satu sosok perempuan yang mampu berkarya di bidang profesi yang ditekuninya. Ia pun berharap kepada generasi muda khususnya kaum perempuan agar terus mau berusaha dan bekerja keras untuk menggapai suatu sukses atau keberhasilan. “Kesuksesan yang saya capai hingga saat ini adalah karena doa dari Ibunda Ratu Biang Suwitry, beliaulah panutan dan teladan bagi saya, karena kemandirian dan keuletan beliau bisa mendidik saya dan saudara-saudara saya menjadi sukses,” ujarnya. Menurutnya, sang ibunda  adalah super woman, berjuang seorang diri membesarkan dan mendidik enam orang anaknya saat  ayahnya Gusti Aji telah berpulang lebih dulu. “Kami saat itu masih kecil-kecil masih usia sekolah, tapi Ibunda selalu tekun dan setia membimbing kami dengan penuh kesabaran, padahal beliau seorang wanita karier, wanita pekerja dengan banyak aktivitas,” kata Sekjen Bali International Woman Center (BIWC) ini.

Ia menuturkan, suami pun sangat mendukungnya untuk terjun ke dunia politik, asalkan ia bisa membagi waktu untuk keluarga. “Tentunya suamilah tempatnya curhat, berdiskusi tentang politik dan aturan-aturan hukum karena sang suami berlatar pendidikan hukum,” ungkap alumnus AUN-Quality Assurance, di Bangkok ini.

Sukanya berpolitik, kata dia, sangat banyak salah satunya adalah dapat berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai golongan, mendengar keluh kesah mereka, dan yang paling memuaskan adalah dimana kita dapat mencarikan solusi dan menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi. “Menjadi suatu suka cita bagi saya ketika saya berhasil memperjuangkan serta mengawal aspirasi masyarakat, walau terkadang dalam perjalanannya ada hal dan kendala yang harus dihadapi. Dukanya, masih banyak masyarakat yang menganggap anggota legislatif tidak bekerja sesuai tugas dan fungsinya (tupoksi), atau bekerja dan turun ke masyarakat hanya pada saat adanya kepentingan hajatan politik, tapi kenyataan dan seharusnya tidak seperti itu,  sehingga menyebabkan sebagian dari masyarakat menjadi pragmatis pada saat bertemu dengan anggota legislatif,” ungkapnya.

Namun,  sejak ia menjabat sebagai anggota legislatif, ia  secara perlahan-lahan bisa menepis anggapan-anggapan miring dari masyarakat tentang anggota legislatif. “Saya sangat menghindari janji-janji kepada masyarakat tetapi saya buktikan dengan kerja nyata, tidak hanya saat ada hajatan politik,” kata Gek Diah.

Tantangan yang belum bisa ia selesaikan,  adalah kesempatan sebagai Ketua Pansus dalam perancangan Perda. “ya  mudah-mudahan ke depan saya akan mendapatkan kesempatan itu,” ucapnya.

Tantangan yang selama ini masih belum bisa ia selesaikan dalam eksternal kelembagaan DPRD Bali, sinergitas dan koordinasi antara eksekutif dan legislatif pada prinsipnya sudah bagus.  Namun perlu ditingkatkan, legislatif yang merupakan representasi dari masyarakat tentunya banyak membawa aspirasi masyarakat yang harus dikoordinasikan dan diselesaikan dengan pihak eksekutif sehingga tugas pokok masing-masing lembaga dapat berjalan dengan baik guna kepentingan masyarakat.  “Saya pun selalu menghimbau agar Kepala Dinas mengontrol bawahannya, agar memberikan pelayanan yang baik dan berkualitas kepada masyarakat, karena pada kenyataan yang saya hadapi sendiri, masih ada beberapa pegawai yang cenderung bekerja tidak profesional, tidak murah senyum padahal dalam pelayanan publik, melayani dari hati dan service excellent sangat dibutuhkan,” ujar Gek Diah yang pernah berkarier di Bank Mandiri Jakarta.

Target 2018, tentunya ia  harus menjadi pribadi yang lebih baik, bekerja dengan lebih giat untuk dapat menyelesaikan serta mengawal aspirasi masyarakat, menjalankan tupoksi dengan lebih baik selaku anggota legislatif, dan sebagai seorang kader partai dengan adanya rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan yang mencalonkan Dr. Ir. Wayan Koster, MM. dan Dr. Cokorda Artha Ardana Sukawati (KBS-Ace) sebagai pasangan Cagub dan Cawagub Provinsi Bali pada Pilkada 2018. Targetnya adalah memenangkan paket Cagub-Cawagub tersebut. Ini akan menjadi target utama selaku kader partai dan tentunya indikator partai dalam Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif Tahun 2019 mendatang. (ast)

Paling Populer

To Top