Buleleng

Maksimalkan Kepemilikan KIA

Putu Reika Nurhaeni

Kabupaten Buleleng sebagai pilot project KIA (Kartu Identitas Anak)  Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri menjatah pencetakan KIA di Buleleng tahap pertama sebanyak 39.778 keping. Sejak dilaunching sebulan lalu, dari 239 ribu anak wajib KIA di Buleleng, sudah tercetak 11.329 KIA.

Untuk memaksimalkan kepemilikan KIA oleh anak-anak di Buleleng, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil langsung melakukan  system jemput bola ke sejumlah instansi terkait. Salah satunya bekerjasama dengan Unit Pelaksana Pendidikan (UPP). Melalui sistem jemput bola anak-anak akan dimudahkan dalam pencetakan KIA. Bagi anak yang belum memiliki akta kelahiran sebagai syarat utama dalam pencetakan KIA maka Disdukcapil akan meminta Kepala Sekolah mengajukan siswanya yang belum memiliki akta kelahiran untuk kepemilikan KIA langsung ke Disdukcapil Buleleng.

Kepala Disdukcapil Buleleng, Putu Reika Nurhaeni, Senin (27/11) kemarin mengatakan kerjasama yang dilakukan dengan sekolah-sekolah adalah upaya untuk memaksimalkan kepemilikan KIA di Buleleng yang diawali dengan pengurusan akta kelahiran. Setelah diajukan pihak sekolah melalui kepela sekolah, akta kelahiran dan KIA akan langsung dicetakan oleh Disdukcapil Buleleng dan kembali diantarkan ke sekolah yang bersangkutan. Selain menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah juga dengan rumah sakit, bidan desa termasuk klinik swasta. “Sejauh ini antusias masyarakat untuk kepemilikan KIA cukup tinggi, terutama bagi yang datang dan mengajukan langsung,” kata Reika.

Dalam pencetakan KIA disebutkan ada dua jenis. Yakni pencetakan KIA untuk anak usia 0-5 tahun tanpa foto. Sedangkan pencetakan jenis kedua untuk anak usia 5-17 dilengkapi dengan pas foto yang bersangkutan. Jumlah tersebut adalah pencetakan tahap pertama bagi anak yang sudah memiliki akta kelahiran usia 0-5 tahun yang datanya sudah ada di Disdukcapil. “Kami akan terus melangsungkan sistem jemput bola dan pelayanan di kantor. Di samping itu juga mengejar target untuk disiplin administrasi kependudukan masyarakat Buleleng,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

 

 

.

 

Klik mengomentari

Tinggalkan balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code

Paling Populer

Ke atas